side story 3

21.3K 1.9K 13
                                        





Dovani duduk bersebelahan dengan joana saat ini.  Leno dan juga sora membiarkan keduanya menghabiskan waktu lebih dulu.  Sora terus meminta maaf pada joana karena telah memberikan sosok yang tak harusnya di biarkan.

Namun joana mengatakan bukan salah sora,  karena joana tahu jika sora sendiri tidak tahu rupa dari dovani.  Ya bagaimana sora bisa tahu jika pekerjaan nya hanya diam di rumah melayani joana dan juga menbantu tugas maid lain di kediaman simson. 



"Apa Alexa sehat? " joana menatap dovani,  tidak terkejut lagi saat mendengar dovani tahu soal anaknya.  Tidak mungkin sosok seperti dovani tidak bisa menemukan info soal dirinya. 

"Ah,  meski agak cerewet saat lapar,  dia mirip dengan anda " joana menggunakan bahasa formal karena memang tak terbiasa berbicara santai dengan dovani.  Ya pertemuan mereka yang ke 2 atau 3 entahlah.  Yang jelas joana masih butuh waktu. 

"Kau kabur saat itu,  pasti karena takut aku melenyapkan anak kita..  Ah maksudku..  Anak mu " berat hati dovani saat mengatakan anak joana.  Dia juga ingin sekali bebas mengatakan jika alin juga anak nya. 

"Eh,  hidup ku sudah sangat sulit saat itu.  Di jadikan boneka oleh ayahku,  di minta untuk mencari pria berkuasa dan berjabatan tinggi.  Hanya untuk keserakahannya.  Siapa sangka saat itu malah anda yang harus bertemu denganku " ujar joana

"Jangan terlalu formal padaku joana,  aku juga sama hal nya dengan mu.  Aku dan lucas,  kami selalu bersama sejak kecil.  Aku selalu menjadi yang ke dua,  hal itu membuat ku iri setengah mati padanya.  " dovani menjeda kalimatnya kala dia menatap ke langit-langit rumah. 

"Aku jatuh cinta pada roxy saudara mu saat aku ingin membunuh edgar.  Menakutkan bukan?  Ya aku dan lucas sama saja.  Kami bukan orang bersih dimana semua orang memandang kami bak pahlawan.  Lucas membunuh seluruh keluarga agler karena kematian ibunya.  Dan aku?  "

Joana mendengarkan semua dengan baik,  tidak ada satupun yang ingin dia lewatkan.  Dovani melihat raut wajah joana ingin sekali tertawa. 

"Aku membunuh setiap orang yang menghalangi jalan ku,  aku membunuh mereka yang hidupnya selalu bahagia. Aku juga membunuh ibuku karena dia suka memukul ku dan membuat ayah ku sakit-sakitan.  Aku juga seorang pendosa besar,  aku tumbuh dengan rasa iri dan benci.  Dan aku tak senang jika ada orang yang lebih bahagia dariku" jelas dovani

Joana tertegun,  dia juga baru tahu kalau lucas membunuh semua keluarga agler.  Jadi cerita dimana keluarga agler mati karena di bunuh seorang perampok atau pembunuh bayaran adalah kebohongan. 

"Joana, aku ingin bahagia,  sekali saja sebelum aku mati dan menyesali semuanya.  Aku mungkin belum memiliki rasa cinta yang besar,  karena aku tidak tahu bagaimana menggambarkannya.  Tapi bisakah kau percaya,  bisakah kau percayakan dirimu dan alexa pada ku sekali saja " dovani memohon bahkan bersujut di depan joana. 

Suara helahan nafas terdengar,  joana panik tentu saja.  Dia mendengar semua cerita dovani.  Dia yakin dovani jujur,  namun dia sendiri yang tak yakin akan keputusannya nanti. 

"Beri aku waktu dovani" kata joana
Tentu dovani sudah menebak jawaban itu.  Itu juga jawaban yang sudah pasti akan keluar.  Dia juga sudah mempersiapkan diri untuk jawaban itu. 

"Aku akan menunggu sampai kapanpun joana "











Pagi tiba,  joana sudah sibuk mengurus alin.  Dovani suka memanggil alexa sedangkan joana suka memanggil alin.  Sora juga sudah menyiapkan sarapan pagi di bantu leno. 

Saat masuk ke ruang makan,  dovani melihat joana yang tengah duduk dambil menimang anaknya.  First time dovani melihat anaknya.  Ada rasa gugup tersendiri,  joana yang sadar akan tatapan dovani langsung tersenyum dan memanggil dovani. 

"Kau ingin coba menggendongnya? " tanya joana

"Boleh kah?  Tapi...  Itu...  Aku..  Aku tidak tahu caranya " dovani memang tak tahu bagaimana caranya.  Dia takut nanti malah menjatuhkan alin. Meski alin sudah sedikit lebih besar,  namun tetap saja bagi orang seperti dovani sangat menakutkan dan susah.

Joana menarik dovani duduk,  lalu menarik lengan dovani.  Tanpa banyak tanya joana menyerahkan alin.  Keringat dingin keluar dari dahi dovani,  dia bak robot yang sudah di seting.  Joana melihat dovani bahkan tidak bergerak sama sekali. 

"Ahahahah....  Ahha...... " joana tertawa yang malah membuat dovani panik.  Ya dia takut sekali membuat alin bangun dan juga dia takut menjatuhkan anaknya sendiri.

"Joana,  tolong ak aku tidak bisa " wajah dovani sudah amat sangat memelas.  Kenapa joana malah suka melihatnya.  Karena merasa kasihan, joana mengambil alih alin.

"Kau harus belajar lagi " kata joana
"Aku akan belajar dari lucas nanti " jelas dovani.










Dovani kini duduk di sebelah alin, lalu melihat joana dan maidnya sora. Yang tengah sibuk di ladang, leno juga ikut menbantu. Dovani tersentak kala sebuah sentuhan halus mengejutkan nya.

"Ke kenap? APa kau mau sesuatu?" dovani tak paham bahasa bayi, dia juga bingung apa yang anak nya mau. Dia juga tak mungkin memanggil joana yang sibu.

"Gugun..aaaakkkkaaaa..hagaaa.ga..." bahasa bayi yang tak dovani paham sama sekali. Namun dia berusaha, dia harus menajdi ayah yang baik. Dovani mencoba memberanikan diri menggendong alin.

Meski keringat dingin sudah membasahi seluruh badanya. Namun kini dia berhasil menggendong alin. Dia mencoba, melakukan hal yang bisa membuat alin senang.

Dan saat dovani mengangkat alin tinggi. Anak itu tersenyum dengan gusi yang masih belum di tumbuhi gigi. Hal kecil yang membuat dovani sangat senang.




Dari jauh joana , sora dan leno memperhatikan dovani dan alin.

"Mereka menikmatinya " ujar joana yang kembali tersenyum dan mencabut rumput liar yang menghambat perkembangan sayurnya.












Tbc

2 chap lagi

I Make Duke Falling In Love ( END )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang