Roxy mengigit jarinya kala mengingat pembicaraan nya dengan sang ayah. Dia sangat terkejut kala sang ayah menanyakan soal hal yang dia tidak tahu. Berapa banyak misteri yang dia tidak tahu soal roxy di masalalu.
Roxy akhirnya sadar, kenapa semua orang di rumah ini tidak menyukainya dan takut padanya. Semua karena roxy di masalalu selalu berusaha membunuh lucas dan edgar?. Ya meski baru opini bisa saja hal ini benar terjadi.
Lalu apa yang harus roxy lakukan, dia juga di desak sang ayah untuk membunuh lucas dan edgar. Dia tak mungkin melakukan hal kurang ajar begitu. Kepala roxy terasa amat sangat pening, jika dia boleh memaki siapapun yang membuat dia hidup dalam tubuh roxy ini. Maka akan dia maki sampai puas tak lupa menghajarnya.
Kenapa sekalinya hidup dan ada di isekai, dia harus di hadapkan dalam situasi gila. Paling sial nya dia malah tak tahu apapun soal kehidupan masalalu roxy. Kurang sial apa cobak, di lebih baik mati sungguhan dan reinkarnasi menjadi batu atau nyamuk. Dari pada reinkarnasi di tubuh wanita cantik namun punya banyak masalah.
"Apa aku harus membunuh lucas dan edgar? " roxy menatap langit kamarnya, meski baru sebentar, namun dia sudah terbiasa dengan dua lelaki itu. Edgar juga menyayanginya, lucas juga mulai memperhatikanya.
"Tapi rasanya sangat berdosa, ahahahaha.... Yah roxy kau benar-benar dalam masalah besar. " ujarnya tertawa lirih, akan dia fikirkan jika memang nanti dia harus memilih. Mungkin dia akan pergi dari kehidupan dua pria ini. Namun dia akan mencari waktu dan timing yang tepat. Semua agar tidak membuat luka terlalu dalam bagi mereka yang terkena imbas.
"Nyonya ada tuan muda edgar ingin bertemu " mendengar nama edgar jantung roxy berdegup kencang.
"Suruh dia masuk"
"Ibu! "
Deg
Jantungnya berdetak sangat cepat, kenapa? Kenapa dia harus membunuh anak ini?. Kenapa dia harus mengikuti sang ayah membunuh anak setampan dan manis ini. Roxy tak bisa membayangkan tanganya yang di kekhidupan masalalu hanya memegang keyboard dan juga ponsel. Harus berlumuran darah karena membunuh anaknya.
"Ibu? " sontak roxy tersentak saat edgar memangilnya. Roxy tersenyum memeluk sang anak, edgar membalas pelukan sang ibu. Namun ada yang beda, edgar merasa jika punggung nya basah.
"Ibu menangis? " edgar mengusap air mata sang ibu. Tentu saja dia panik sang ibu bahkan memeluknya dan terus menangis. Edgar langsung berwajah datar, bukan karena marah sang ibu menangis. Tapi siapa yang membuat ibunya menangis.
"Ibu? Kenapa ibu menangis? Apa aku berbuat salah? Atau ayah? Atau ada yang menyakiti ibu? " roxy menggelengkan kepalanya
"Hanya mimpi buruk yang membuat ibu takut jika semua mimpinya jadi nyata" kata roxy
"Ibu menangis hanya karena mimpi? Memang se seram itu? " tanya edgar menghapus airmata sang ibu.
"Ah... Seram sampai ibu ingin mati jika itu terjadi " mendengar sang ibu berkata seperti itu. Edgar langsung berwajah datar, dia tidak suka mendengar kata mati dari ibunya.
"Itu hanya mimpi bu, tidak mungkin jadi nyata" tegas edgar
"Kalau nyata bagaimana? "
"Tidak akan!, ayo keluar bagaimana jika makan soup hangat. Dan secangkir teh hangat ibu pasti akan lebih baik" roxy setuju dia langsung berdiri menggandeng tangan edgar. Tak di sangka tinggi anaknya sudah sama denganya.
"Selamat datang tuan agler" semua pelayan menyambut lucas yang baru saja kembali. Namun wajah tuannya seperti tak bersahabat sama sekali. Seperti ada dalam mood yang buruk.
"Ayah kau pulang? "
"Aku kira kau akan pulang 2 hari lagi? " roxy
Tak ada jawaban sama sekali membuat edgar dan roxy saling pandang. Apa yang terjadi, tidak biasanya lucas seperti ini. Edgar tak suka jika sang ayah mengabaikan sang ibu. Jika dirinya so pasti sudah biasa. Namun jika itu sang ibu dia tidak mau.
"Mungkin ayah gagal menjalankan tugas bu" edgar berusaha mengurangi fikiran negatif sang ibu.
"Ah iya kau benar "
Lucas membanting semua buku yang ada, sial kenapa dia bisa kehilangan jejak wanita itu. Padahal dia susah payah mencari tahu namun malah gagal. Apa yang membuat wanita itu takit dan kabur darinya.
"Belina sebenarnya kau kenapa! " lucas memijat kepalanya dia stres sendiri. Suara pintu terdengar anaknya edgar masuk ke dalam.
"Kenapa mengabaikan ibu? " tak ada jawaban
"AKU TANYA SEKALI LAGI KENAPA MENGABAIKAN IBU! "
"BUKAN URUSANMU! "
"Itu urusanku, dia ibuku bagaimana bisa ayah bersikap seperti itu. !" ujar edgar marah hal itu membuat kepala lucas makin pening. Kenapa baru pulang harus berdebat dengan anaknya yang keras kepala.
"Memang kenapa! Kau sebegitu pedulinya dengan dia! DIA HANYA IBU TIRIMU! kau lupa! BERAPA KALI DIA MENCOBA MEMBUNUH KITA! Edgar! Ibumu BELINA masih hidup! "
Jantung edgar berdebar kala mendengar nama sang ibu. Wanita yang melahirkannya dan dia kira sudah mati.
"Lalu kenapa? Ibuku hanya roxy, jika dia hidup memang kenapa?. Bukan urusanku sama sekali, masalah ibu roxy mencoba membunuh ku dan dirimu dulu itu hanya masalalu. Dia sekarang tidak seperti itu! DIA SUDAH BERUBAH! " tegas edgar, apalagi dia tahu sang ibu adalah reinkarnasi. Sudah sangat pasti jiwa ibunya berbeda.
"Bagaimana kau tahu, Bisa saja dia hanya acting kan?. Bagaimana jika dia membunuh kita saat kita lengah dan terlena dengan kasih sayangnya?! "
" CUKUP TUAN AGLER! ANDA KELEWATAN! JIKA PUN DIA AKTING AKU PASTI MENYADARINYA. berhenti merendahkan ibuku, ibuku hanya roxy HANYA ROXY VAN AGLER bukam BELINA JOA AGLER ATAU ARZEN!. jika kau melukai ibuku, aku tidak sungkan membuang nama keluarga agler, bahkan menjadikan mu sebagai musuh ku CAM KAN ITU DALAM KEPALA MU TUAN AGLER! "
Setelah mengatakan itu edgar langsung keluar membanting pintu ruangan sang ayah. Lucas berteriak, kenapa dia mengatakan hal se kasar itu. Anaknya bahkan sudah menyatakan hal yang tidak pernah dia bayangkan.
"Sial kenapa rasanya jadi tidak tenang? " lirih lucas.
Di dalam kamar roxy tertawa lirih, mendengar kalimat lucas. Jadi ibu edgar masih hidup dan lucas selama ini mencarinya. Hal gila macam apa lagi ini.
"Yah takdir peran antagonis memang menyedihkan. Aku hanya harus menunggu, jika lucas memang ingin kembali dengan istrinya. Maka saat itu aku juga harus menghilang dari hadapan keluarga agler" lirih roxy
Setidaknya edgar mempercayainya, itu saja sudah cukup untuknya. Tak butuh puluhan bahkan ribuan orang untuk percaya padamu. Bahkan jika hanya ada satu orang, itu sudah cukup membuat lerasaan mu jadi lebih baik.
Tbc
Yahoo i m back, waktunya fokus ke sini? Jangan lupa comment ya!
KAMU SEDANG MEMBACA
I Make Duke Falling In Love ( END )
Romanceterbangun dengan tubuh yang berbeda membuat luna harus menahan nasib buruk dimana dia adalah istri seorang DUKE. yang di kenal kasar dan juga tidak memiliki simpati sama sekali. bahkan untuk sang anak sendiri Cover book : dari manhwa ( who made m...
