BAGIAN 18

158 17 0
                                        

Sudah tiga hari Janu mendiamkan Jagad. Masih seperti biasa, Jagad akan menjemput Janu untuk berangkat sekolah dan mengantarkan Janu pulang. Tapi, tiga hari ini tidak ada obrolan apapun di antara mereka. Janu selalu diam setiap Jagad ajak bicara. Di sekolah pun Janu selalu menghindari Jagad. Sampai sampai Shaga, Randi, Jake dan Yasa heran dibuatnya. Setiap ditanya baik Jagad maupun Janu akan mengatakan tidak terjadi apa apa di antara mereka.

Seperti biasa Jagad mengantar Janu pulang. Sama seperti tiga hari ke belakang, Janu akan buru-buru keluar mobil tanpa pamit lalu segera masuk ke dalam rumah. Biasanya Jagad akan membiarkannya. Tapi hari ini, Jagad ikut turun dan menyusul Janu ke dalam rumah.

Di dalam ia bertemu Adanu yang tengah terduduk di sofa ruang tamu.

"Hey Bang, baru balik ?"

"Iya. Eh Gad itu si Janu kenapa ?"

"Kenapa gimana ?"

"Beberapa hari ini dia kaya murung gitu. Berantem sama lo ?"

"Nggak"

"Terus ?"

"Cuma salah paham. Ini mau gue jelasin"

"Oalah. Yaudah sana susulin bocahnya"

"Iya Bang. Gue ke atas dulu"

Jagad pun bergegas naik ke atas menyusul Janu yang sudah lebih dulu masuk kamar. Ia berhenti di depan pintu kamar Janu. Jagad diam sejenak sebelum mengetuk pintu itu.

Tok tok tok

"Jan, ini aku Jagad"

Hening. Tak ada respon dari balik pintu.

"Janu, aku mau ngomong sama kamu. Aku boleh masuk nggak ?"

Masih tak ada respon. Jagad menghela nafas panjang.

"Janu Ekawira"

Tak lama pintu kamar terbuka menampakkan sesosok laki-laki kecil yang nampak mengintip dari balik pintu.

"Aku boleh masuk ?"

Janu mengangguk lalu membuka pintu lebih lebar agar Jagad dapat masuk.

Setelah menutup pintu, Jagad pun ikut duduk bersama Janu di tepi tempat tidur. Keduanya diam untuk beberapa saat.

"Jan, aku tau kenapa kamu diemin aku"

Janu hanya diam tertunduk.

"Kamu pasti ketakutan gara-gara Ibu waktu itu kan"

Janu sedikit mendongakkan kepalanya tapi ia masih belum memandang Jagad.

"Kalau kamu pikir Ibu marah waktu itu, kamu nggak perlu khawatir. Ibu udah tau soal kita kok"

Janu terkesiap. Ia lantas menoleh ke arah Jagad yang kini tengah tertunduk.

"Ibu udah tau bahkan sebelum aku pacaran sama kamu"

------

Flashback

Malam itu, Jagad baru pulang dari rumah Yasa untuk mengerjakan tugas kelompok. Jagad melihat mobil sang ibu sudah terparkir di halaman rumah. Jagad tersenyum tipis lalu bergegas masuk ke dalam rumah.

Sampai di dalam, ia melihat sang Ibu tengah duduk di sofa ruang tengah. Kondisi rumah nampak sepi, Mbak Diah yang biasanya menonton sinetron pun tidak terlihat. Hanya Ibunya duduk sambil melipat tangan di dada.

"Ibu, kok sepi. Mbak Diah udah tidur ?"

"Kamu udah makan ?"

"Belum"

JAGAD Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang