BAGIAN 32

553 37 2
                                        

Hidup harus berlanjut bagi mereka yang ditinggalkan.

Sudah satu tahun semenjak Janu lulus dari universitas sebagai sarjana sastra Inggris. Janu bekerja menjadi penerjemah di salah satu perusahaan penerbitan di kota ini. Janu masih tinggal bersama orang tuanya karena ia tidak ingin jauh dari kedua orang tersebut. Adanu, kakaknya bekerja di salah satu perusahaan besar di kota sebelah yang berjarak dua jam dari rumahnya sebagai seorang ahli IT.

Teman-temannya yang lain juga sudah menempuh jalannya masing-masing. Shaga bekerja sebagai seorang Pâtissier di sebuah hotel bintang lima di kota ini setelah lulus dari salah satu sekolah kuliner di kota lain. Randi masuk universitas yang sama dengan Janu tapi ia mengambil jurusan desain komunikasi visual dan bekerja sebagai animator di salah satu studio animasi. Dan Randika baru bekerja tiga bulan disana karena dia baru lulus pertengahan tahun lalu.

Jake memutuskan kuliah di negera asal sang ayah dan memilih jurusan bisnis untuk meneruskan bisnis keluarganya. Sedangkan Yasa masih berkutat dengan skripsinya karena ia mengambil jurusan kedokteran. Dan ini adalah tahun terakhirnya.

-----

Besok adalah akhir pekan. Beragam rencana sudah disusun oleh para rekan kerja Janu. Sementara Janu hanya diam tak ikut nimbrung.

"Jan, besok ikut kita yuk"

Ajakan itu dilontarkan salah satu wanita rekan kerjanya.

"Kemana mbak ?"

"Rencana ke pantai sih. Nggak nginep kok cuma berangkat pagi pulang sore. Jarang-jarang kita pergi bareng. Lo juga jarang ikut kita kumpul-kumpul"

"Maaf mbak, saya udah ada rencana besok"

"Yah. Okelah. Sekali-kali ikut kita jalan kek Jan. Kamu kalo diajak jalan pasti bilang ada perlu ini ada perlu itu"

"Iya mbak. Maaf. Lain kali saya ikut. Saya duluan ya mbak"

Janu pun berpamitan dengan semua rekan kerjanya lalu keluar kantor.

Janu baru saja sampai di lobi kantor saat seseorang memanggil namanya.

"Janu"

Yasa tengah berdiri di dekat pintu masuk.

Janu yang melihatnya langsung datang menghampiri.

"Kamu udah lama nunggu ?"

"Nggak, baru setengah jam"

"Itu lama, Yas"

Yasa cekikikan.

"Buat gue bentar kok. Yok, mau balik atau mampir dulu ?"

"Pulang aja"

Mereka berdua pun berjalan keluar kantor menuju mobil.

Yasa sesekali menjemput Janu karena rumah mereka searah. Sejak masuk kuliah Yasa dan Randika selalu mengikuti Janu. Bahkan banyak teman kuliah mereka yang bilang kalau Yasa dan Randi itu bodyguard Janu. Keduanya tidak keberatan disebut demikian. Toh kenyataannya begitulah mereka berdua. Yang mereka berdua lakukan adalah janji pada Jagad untuk menjaga Janu. Janu pernah menolak janji keduanya pada Jagad tapi percuma. Ia hanya bisa pasrah dan jadi terbiasa dengan kehadiran keduanya disisinya setiap saat.

"Kamu dari kampus, Yas ?"

Pertanyaan Janu jadi pembuka obrolan mereka sepanjang perjalanan.

"Iya, ketemu dosen. Sepet banget gue revisi terus"

Janu tersenyum kecil.

"Namanya skripsian Yas. Dulu aku juga kaya kamu"

"Yah, gitulah. Yang lain udah kerja gue masih skripsian"

JAGAD Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang