"Mas, kalo aku bilang ke Mama Papa soal aku sama Jagad, mereka marah nggak ya ?"
Adanu yang tengah sibuk dengan pekerjaannya sontak menoleh ke arah Janu.
Posisi Janu tengah berbaring di kasur Danu sambil meamndang langit-langit kamar.
"Tiba-tiba banget dek. Kenapa ?"
"Ya kan Ibunya Jagad udah restuin kita. Sekarang tinggal Mama sama Papa. Aku pengen minta izin mereka tapi takut reaksinya nggak kaya tante Alia"
Adanu menggelengkan kepala lalu kembali mengerjakan pekerjaan.
"Nggak usah takut kali Nu. Orang mereka udah tau"
Janu sontak terduduk.
"Hah ?"
"Tutup mulutmu ntar kemasukan lalet"
Adanu sudah kembali menoleh ke arah Janu.
"Tunggu, Mas bilang mereka udah tau. Kok bisa ?! Mas Danu yang kasih tau ?!"
"Bukan. Pacar kamu yang ngasih tau"
"Pacar ? Jagad ?"
"Iya lah dek. Emang siapa lagi pacar kamu"
Janu tidak percaya Jagad melakukannya.
"Kapan Mas ? Kok aku nggak tau"
"Inget minggu lalu, waktu Jagad jemput kamu buat jalan"
"Hu um"
"Jagad nungguin kamu di ruang tamu trus Papa sama Mama samperin dia dan nanya ada hubungan apa kalian berdua"
"Terus ?"
"Ya Jagad ngaku lah. Dijelasin semuanya sama dia"
"Reaksinya Papa Mama gimana ?"
"Mereka keliatan kaget tapi nggak banget karena mereka udah expect"
"Hah ?"
"Mama Papa udah curiga dari lama ada sesuatu sama kalian"
Janu total bingung.
"Gimana nggak curiga mereka kalo tiap hari Jagad antar jemput kamu. Oke itu masih normal buat temen tapi kalo tiap weekend diajak jalan apa nggak aneh. Sahabat kamu si Randi sama Shaga aja jarang ajak kamu jalan. Lah ini temen, kenalnya juga baru"
Janu menghembuskan nafas berat.
"Kalo udah tau kenapa nggak bilang sama aku sih ?"
"Mereka nunggu kamu sendiri yang bilang"
Janu menatap Adanu. Ia termenung. Tak lama ia buru-buru keluar dari kamar Danu, meninggalkan Danu kebingungan.
Janu melihat kedua orang tuanya tengah menonton televisi di ruang tengah. Ia memantapkan hati lalu mendekat ke arah keduanya.
"Pa, Ma"
"Loh, Janu belum tidur ?"
Mama yang pertama kali menyahut.
"Ma, Janu mau ngomong sesuatu"
"Ngomong apa sayang ? Sini duduk"
Janu pun duduk di antara kedua orang tuanya.
"Janu mau ngomong apa ?"
Kali ini sang Papa.
Janu menghembuskan nafas sebelum memberanikan diri untuk berbicara.
"Sebenarnya, Janu pacaran sama Jagad"
Kedua orang itu terkesiap tapi tidak terkejut. Kedua orang tua Janu lantas mengulas sebuah senyuman.
KAMU SEDANG MEMBACA
JAGAD
Fanfiction"Janu, kamu harus lepasin dia. Kamu juga berhak bahagia. Jagad juga mau lihat kamu bahagia" "Janu, kamu bilang Jagad itu semestamu. Tapi asal kamu tau, kamulah semestaku" Main character: Jay sebagai Jagad Manendra Jungwon sebagai Janu Ekawira [6 Oct...
