[Spin-off The Eternal Bond]
#1 In Werewolf
#1 In Fantasy-Romance
Cerita ini adalah versi baru. Sebelumnya berjudul second Chance.
DON'T PLAGIARISM! I DON'T HAVE ANY RESPECT FOR SOMEONE WHO COPY MY WORK!
••••••••
Sydney Carrington terlahir sebagai w...
Awal baru yang kalian tunggu hoho. Siapa yang nunggu chapter ini? disini kita akan lebih mengenal karakter Sebastian lebih dalam dari di TEB wkwkwk
Oke langsung aja ke cerita, semoga kalian suka dan happy reading 😁😁😁
Vote comment share
Follow recommend
Love,
DyahUtamixx
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sydney berlari dan terus berlari. Tidak sedikitpun dia menoleh ke belakang, bahkan hanya untuk sedetik saja. Lepas dari teritori, buken berarti dia selamat. Dia masih harus terus berlari hingga ke tempat yang aman, dan itu adalah kota dimana para manusia tinggal. Dengan begitu dia bisa berbaur dan hidup dalam identitas baru. Sydney tidak peduli jika dia harus berlari dengan jarak yang sangat jauh, asalkan dia dan bayinya selamat. Satu tangannya bergerak dan mengusap perutnya yang masih rata dengan lembut, berdoa untuk keselamatan mereka dan meminta maaf kepada bayinya atas keadaan ini, kalau dia harus berjuang untuk hidup walaupun belum terlahir di dunia, tapi dia yakin bayinya kuat dan mampu bertahan. Bayinya memiliki darah Alpha dan Beta yang mengalir di dalam dirinya, dan itu membuat Sydney harus berlari sedikit lebih jauh lagi sebelum berhenti.
Napasnya tersengal dan jantungnya berpacu berkali lipat lebih cepat dari biasanya. Dia tidak bisa berubah menjadi sisi serigalanya selama kehamilan, karena akan membahayakan bayinya. Jadi dia harus bertahan dan berlari dengan kedua kakinya. Sesekali Sydney akan meraih tanah untuk diusapkan ke tubuhnya, menghilangkan aroma tubuhnya, agar para pelacak Blackblood Pack tidak dapat mengikuti jejaknya. Sydney mengusap air matanya yang mengalir deras di pipinya. Dia terus berlari walaupun tubuhnya mulai lelah dan titik hitam mulai muncul di pandangannya. Sydney baru berhenti berlari ketika hujan turus dengan deras membasahi bumi. Kakinya yang gemetar dan lelah tidak lagi mampu menopang tubuhnya, hingga dia jatuh terduduk di tengah-tengah hutan. Zona netral begitu luas dan begitu asing bagi Sydney, hingga dia tidak yakin apakah arah yang diambilnya adalah benar atau dia hanya berputar-putar.
Di tengah hujan yang begitu deras dan sesekali petir menggelegar, Sydney menangis, menangisi nasibnya, bayinya, masa depannya, dan juga masa lalunya. Kenapa Dewi bulan memberikannya cobaan yang begitu berat seperti ini? Kenapa dia dipasangkan oleh Ezra jika berakhir seperti ini? Dia tidak butuh status sebagai Luna. Sydney tidak menginginkan harta, yang dia inginkan hanya cinta dan kasih sayang soulmatenya. Beruntung seorang werewolf memiliki suhu tubuh yang lebih tinggi dari manusia, hingga berada di hujan begitu lama, tidak membuatnya gemetar atau terserang flu. Sydney mendongakkan kepala, membiarkan air hujan membasahi wajahnya, menyembunyikan air mata yang mengalir deras di pipinya.