[Spin-off The Eternal Bond]
#1 In Werewolf
#1 In Fantasy-Romance
Cerita ini adalah versi baru. Sebelumnya berjudul second Chance.
DON'T PLAGIARISM! I DON'T HAVE ANY RESPECT FOR SOMEONE WHO COPY MY WORK!
••••••••
Sydney Carrington terlahir sebagai w...
Ayo semua merapat! Siapa yang nunggu chapter ini? Mana suaranya? Part ketiga untuk masa lalu Sydney, tinggal 1 part lagi sebelum kita kembali ketemu dengan babang Seb hohoho
Oke langsung aja ke cerita, semoga kalian suka dan happy reading 😁😁
Vote comment share
Follow recommend
Love, DyahUtamixx
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hari itu cuaca terlihat begitu mendung. langit tertutup awan kelabu nan tebal, terdengar suara gemuruh petir di kejauhan, angin berhembus dengan cepat, dan para penghuni hutan berlarian kembali ke sarang mereka, tempat perlindungan dari badai yang terlihat akan tiba. Sydney duduk termenung di atas sebuah ranjang. satu tangannya tertancap selang infus yang mengalirkan cairan bening ke dalam tubuhnya.
Sedangkan pergelangan tangannya yang lain terbalut perban sangat tebal untuk menutupi luka sayatan yang dia torehkan. Manik hazelnya kembali berkaca-kaca mengingat bahwa usahanya untuk bebas telah sirna. seteleh kejadian itu, Ezra tidak pernah melepaskan pengawasan padanya, bahkan ketika Sydney sadar setelah tiga hari tidak sadarkan diri, hal pertama yang dia lihat adalah wajah soulmatenya dengan manik hijau yang menatap lurus ke arah dirinya.
Mengingat momen itu sukses membuat Sydney bergidik ngeri. Ada pancaran yang asing, tapi sukses membuat Sydney bergelung takut sekaligus berdegup kencang. Dia menghela napas dan mengalihkan tatapannya dari jendela ke pergelangan tangannya yang diperban. Dia tidak tahu bagaimana caranya Ezra menyelamatkan dirinya dengan begitu cepat, dan Sydney sendiri tidak berniat untuk menanyakan hal tersebut. Sydney kembali mengarahkan tatapan matanya keluar dimana langit semakin bertambah gelap dan hutan yang berada di kejauhan terlihat seperti lubang kegelapan.
kepalanya menoleh ke arah sofa berada dan memperhatikan Ezra yang sedang berkutat dengan dokumen di tangannya atau laptop yang sedang berada di dalam keadaan menyala. Sesekali manik hijau pria itu akan mengarah ke arah dirinya untuk memastikan kalau Sydney tidak lagi melakukan hal nekat. Walaupun tidak ada percakapan diantara mereka, Sydney dapat menebak dengan jelas bahwa kemarahan yang dirasakan oleh pria itu tidak sepenuhnya surut, walaupun sudah seminggu telah berlalu. Sydney ingin sekali ditinggal sendiri, karena kehadiran Ezra membuatnya tidak nyaman, tapi dia tidak akan mengusir seorang Alpha. Apalagi Alpha tersebut sedang marah pada dirinya.
Tatapan Sydney teralihkan ke arah pintu saat mendengar suara pintu terbuka. Dia menggigit bibir bawah ketika melihat Dokter Imanuel berjalan memasuki ruangan diikuti seorang perawat. Di tangan perawat tersebut terdapat nampan yang diatasnya adalah sebuah suntikan dengan botol kecil berisi cairan yang dapat mempercepat proses penyembuhan luka Sydney.
"Luna, bagaimana keadaan anda?" Dokter Imanuel bertanya dengan nada lembut yang biasa dia gunakan jika berbicara dengan pasien. Sydney sudah berbicara secara pribadi dengan Dokter Imanuel membahas seluruh keadaan Sydney ketika Ezra sedang mengadakan pack meeting, dan ucapan dokter Imanuel sungguh mengejutkan,"Luna, keadaan anda sangat mengkhawatirkan, jiwa serigala yang ada di dalam diri anda terancam mati akibat kondisi mental yang anda alami." Sydney bersyukur Dokter Imanuel dapat menyelamatkan Eloise dan dirinya, jika sampai Eloise tidak terselamatkan, sedangkan Sydney tetap hidup—dia tidak akan menjamin dapat bertahan lagi.