Bab 27. Fakta yang Terungkap

3.5K 564 68
                                        

 UPDATE!!!

Ayo semua merapat! Siapa yang nunggu chapter ini? Mana suaranya???

Target minggu ini Sebastian selesai, eh rencana tinggalah rencana ... 3 chapter lagi menuju epilog. Persiapkan diri kalian untuk ucapkan selamat tinggal pada Sebastian yang super duper the best. Btw, fansnya Sebastian mana nih?

Oke langsung aja ke cerita, semoga kalian suka dan happy reading 😁😁

PS : aku ngetik ini semalem sampe mengeluarkan air mata saking sedihnya. Semoga kalian juga hahahaha 😆😆😆

Vote comment share

Follow recommend

Love,
DyahUtamixx

BELUM DIEDIT

Sebastian berdiri diam di depan pintu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sebastian berdiri diam di depan pintu. Manik gelapnya menatap lurus ke arah Alpha Ezra. Satu tangannya mendorong Sydney ke balik punggung sebagai bentuk perlindungan. Dia mendesis pelan ketika Alpha Ezra meneriakkan kalimat yang sangat tidak ingin didengarnya sebelum berlari menerjang dirinya dan Sydney. Tentu saja serangan Alpha Ezra baginya bukanlah tandingan, menjadi Gamma dari Alpha Rex memberikan Sebastian sebuah keuntungan, tapi dia tidak mau menggunakan kekerasan. Tidak. Sekarang bukanlah saatnya, akan ada waktu serta kesempatan bagi Sebastian. Apalagi dia tidak boleh bersikap sembrono di depan Alpha Dominic yang saat ini sedang menatapnya dengan tatapan penuh arti.

Sebastian menarik napas dan mengulurkan tangan, dia membiarkan Aaron menguasai sebagian tubuhnya, membuat manik matanya berubah menjadi manik gelap bercampur silver yang begitu indah, dan bersama-sama menahan serangan Alpha Ezra. Tangannya yang terulur tersebut mencengkram leher Alpha dari Blackblood Pack dan kemudian melempar tubuh pria yang dibutakan oleh amarah itu beberapa meter jauhnya hingga akhirnya membentur dinding, menimbulkan retakan yang cukup besar.

Sebastian menegakkan tubuhnya ketika Alpha Ezra menggeram pelan. Dia bisa melihat tubuh pria itu yang lunglai akibat benturan keras dengan dinding. Suasana ruang pertemuan berubah menjadi tegang, apalagi ketika Beta dari Blackblood Pack menghampiri Sang Alpha untuk memastikan keadaan pemimpinnya sebelum berkata, "Menyerang seorang Alpha adalah tindakan kriminal, Gamma Reed."

Semua orang terdiam, beberapa petinggi kedua pack menatap ke arah sang Alpha Rex yang masih duduk dengan tenang di kursinya sambil menatap sang Gamma menunggu reaksi dari pria itu. Sebastian hanya menatap Sang Beta dan menutup mulutnya rapat, karena Sebastian bukan tipe pria yang senang berdebat hal tidak penting, dia lebih memilih untuk diam dan menipiskan bibir sebagai tanda tidak suka. Manik gelap-silvernya menatap Alpha dan Beta Blackblood Pack kali ini dengan tatapan membunuh. "Kami tidak bisa membiarkan ini! Darkmoon Pack telah melanggar perjanjian perdamaian!" teriak Beta Harper murka karena baik Alpha maupun Beta bahkan Gamma dari Darkmoon Pack, tidak menggubris dirinya.

SEBASTIANCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang