Bab 9. Alpha Blackblood Pack

2.5K 426 22
                                        

UPDATE!!!

Ayo semua merapat sekarang juga!! Sebastian kembali hadir untuk kalian!!

Siapa yang udah nunggu chapter ini? Mana suaranya?

Oke langsung aja ke cerita, semoga kalian suka dah happy reading 😁😁

Vote comment share

Follow recommend

Love,
DyahUtamixx

Belum diedit




Belum diedit

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Sebastian menarik napas sebelum membuka pintu mobil dan beranjak keluar dari mobil. Matanya mengedar dengan awas ke sekeliling wilayah sebelum melangkah memasuki gedung pertemuan. Dia kembali memastikan kalau penampilannya masih tetap sempurna setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, dan kemudian mencari keberadaan Alpha Dominic yang pasti sedang menunggu dirinya saat ini. Dia mengedarkan pandangan dan menarik napas panjang, mencari aroma Sang Alpha yang begitu dikenalnya, lalu dia membuang napas sebelum berjalan ke arah lorong bagian kanan dimana deretan pintu ruang tunggu pribadi berada.

Langkah Sebastian terhenti di salah satu pintu, mengetuk pintu tersebut sebanyak tiga kali, sebelum membukanya perlahan. Tanpa dia mengatakan siapa dirinya ataupun juga kehadirannya, Alpha Dominic pasti sudah dapat menebak, itu terbukti ketika Sebastian masuk ke dalam ruangan dan melihat Sang Alpha berdiri sambil menyunggingkan senyum kecil. “Alpha, maaf sudah membuat anda menunggu,” ucapnya seraya membungkukkan badan sebagai tanda hormat pada sang Alpha.

“Sebastian, sudah berapa kali kukatakan padamu untuk tidak bersikap formal jika kita tidak berada ruang rapat.” Alpha Dominic berkata dengan nada tenang, atau justru terbilang santai. Sebastian hanya menganggukkan kepala sebagai respon, tapi walaupun begitu dia tidak bisa melakukannya disaat mereka sedang berada di gedung council. “Kemarilah. Aku ingin mendengar bagaimana istirahatmu, jika itu bisa dibilang sebagai istirahat.” Sebastian berjalan mendekat sebelum menghempaskan tubuhnya di sofa. Alpha Dominic hanya berdiri dan menatap dirinya dengan tatapan penuh ketertarikan, sebelah alis pria itu melengkung naik dengan sempurna. “Apa rogue itu membuat masalah?”

Sebastian menggelengkan kepala. “Tidak. Tidak sama sekali, Alpha. Bisa dibilang dia tidak mau menimbulkan masalah.” Sebastian menerangkan dengan mata terpejam. Kemudian dia merasakan sofa bergerak, tanda bahwa Alphanya kembali duduk dan hal itu disusul dengan tepukan di bahu selama beberapa kali. “Tidak perlu khawatir. Aku akan ke wilayah villa bersamamu selepas rapat ini.”

“Aku tahu.”

“Charlotte menitipkan salam. Dia bilang kalau dia merindukanmu dan berharap kau cepat kembali ke Darkmoon Pack.” Sebastian membuka mata dan menatap Alpha Dominic dengan pancaran geli. Mengingat bagaimana tingkah Sang Luna, membuat Sebastian sadar bahwa dia juga merasa rindu akan Darkmoon Pack. “Tapi sayangnya, sampai masalah rogue ini selesai, aku tidak bisa memberikanmu izin untuk kembali.”

SEBASTIANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang