Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Bab 18. Masa Lalu Sydney (Last Part)

2K 383 20
                                        

UPDATE!!

Ayo semua merapat! Siapa yang nunggu chapter ini? Mana suaranya? Akhirnya kita sampai di part terakhir masa lalu Sydney, tapi jujur, saat aku ngetik ini, rasanya campur aduk bgt, berasa jadi Sydney beneran 😅

Oke langsung aja ke cerita, semoga kalian suka dan happy reading 😁😁

Vote comment share

Follow recommend

Love,
DyahUtamixx




Malam harinya, Kepala Sydney dilanda oleh berbagai macam pikiran serta rasa tidak enak di dada, dan itu membuatnya untuk sulit tidur

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Malam harinya, Kepala Sydney dilanda oleh berbagai macam pikiran serta rasa tidak enak di dada, dan itu membuatnya untuk sulit tidur. Dia berulang kali mengganti posisi berbaring, mencoba untuk merasakan nyaman agar dapat tertidur, tapi hal itu tidak berhasil. Kemudian dengan penuh rasa takut, tangannya menangkup perut dimana bayinya saat ini sedang tumbuh karena tiba-tiba memiliki pikiran buruk.

Apa kali ini dia akan mengalami kejadian yang sama? Apa yang harus dirinya lakukan untuk mencegah hal tersebut terjadi lagi padanya. Dia tidak bisa kehilangan anaknya lagi. Sydney tidak tahu bagaimana caranya untuk tetap waras jika sampai dirinya kembali kehilangan calon bayinya.

Helaan meluncur keluar dari bibir ranumnya. Dia tiba-tiba merasa dilema. Apakah harus mengatakan perihal kehamilannya ini pada Ezra atau tidak, namun pada akhirnya memilih untuk tidak memberitahu karena Sydney tidak mau kemarahan pria itu diarahkan kepadanya lagi hanya karena dia mengalami keguguran. Testpack yang menjadi bukti bahwa dirinya tengah hamil sudah dirinya buang agar Ezra tidak dapat menemukan benda itu, tapi cepat atau lambat Ezra akan mengetahui kondisi dirinya, jadi Sydney harus membuat keputusan sebelum kejadian yang lebih buruk terjadi.

Pikiran Sydney terbuyarkan ketika dia mendengar suara ketukan pintu. Sejenak dia bertanya-tanya siapa yang berani mengetuk pintu kamar. Sydney sama sekali tidak masalah, tapi yang menjadi masalah disini adalah soulmatenya. Ezra beranggapan hukuman Sydney belumlah berakhir dan dia masih terisolasi dari dunia luar, hanya beberapa kesempatan yang dapat membuatnya bisa melangkahkan kaki keluar kamar. Sydney bangkit dari posisi tidurnya dan mengijinkan siapapun yang berada diluar untuk masuk. Sydney semakin terkejut ketika melihat Beta Harper-lah yang mengetuk pintu. "Beta."

"Luna, ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda." Sydney mengerjapkan mata bingung, tapi tak urung dia menganggukkan kepala setuju. Beta Harper memberikan tanda padanya untuk mengikuti pria itu keluar dan Sydney menurut, karena baginya ini adalah salah satu dari kesempatan emas untuk melangkahkan kaki keluar kamar yang menyesakkan. Sydney beranjak turun dan meraih kimono sutranya. "Ikut saya." Sydney mengikuti Sang Beta yang sudah melangkahkan kaki keluar kamar.

"Apa Ezra ingin berbicara padaku?" Sydney tidak melihat reaksi apapun dari sang Beta, tapi entah kenapa instingnya mengatakan untuk berbalik dan kembali ke kamar. Sydney tentu mengabaikan insting tersebut dan kembali bertanya, "Siapa yang ingin bertemu denganku, Beta Harper?" Sekali lagi sang Beta tidak menjawab pertanyaan Sydney, ataupun sekedar memberikan reaksi atas pertanyaan dirinya.

SEBASTIANCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang