[Spin-off The Eternal Bond]
#1 In Werewolf
#1 In Fantasy-Romance
Cerita ini adalah versi baru. Sebelumnya berjudul second Chance.
DON'T PLAGIARISM! I DON'T HAVE ANY RESPECT FOR SOMEONE WHO COPY MY WORK!
••••••••
Sydney Carrington terlahir sebagai w...
Ayo semua merapat! siapa yang udah nunggu chapter ini? mana suaranya?
Oke langsung aja ke cerita, semoga kalian suka dan happy reading 😁😁
Vote comment share
Follow recommend
Love,
DyahUtamixx
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sebastian hanya diam memperhatikan, ketika Sydney menjelaskan apa yang terjadi pada wanita itu dan bagaimana bisa bertemu dengan Alpha Ezra di alam bawah sadar. Manik gelapnya yang intens tidak sekalipun mengarah ke arah lain selain Sydney, hanya terfokus ke wanita itu seorang. Tangannya yang saling bertaut di atas meja, saling menguat, ada keinginan di dalam dirinya untuk bangkit berdiri, menghampiri Sydney dan memeluk wanita itu erat, mengatakan bahwa semua baik-baik saja dan dia akan selalu berada di sisi wanita itu, apapun yang terjadi. Dorongan perasaan itu begitu kuat apalagi ketika melihat ekspresi wanita itu yang terlihat jelas gusar dan ada setitik ketakutan di tatapan matanya tiap bertemu dengan mata Sebastian.
Tentu dia mendorong semua perasaan itu, terhubung di alam bawah sadar menandakan bahwa bagaimanapun ikatan soulmate mereka telah diambang kehancuran, tapi mereka tetap sepasang soulmate yang sudah terikat dalam sebuah tali absolute, bahwa wanita itu telah dimiliki oleh pria lain, dan jika dia menuruti keinginan Aaron, semua kedamaian yang sudah tercipta di dalam Darkmoon Pack akan berantakan. Apa dia berani ambil resiko itu? apalagi saat setelah Luna Charlotte dikonfirmasi kembali mengandung.
Sebastian melirik ke arah Alpha Dominic yang sedang serius berpikir. Pria itu sedang mencerna seluruh informasi yang Sydney jabarkan mengenai Alpha Ezra yang ditemui di alam bawah sadar. Kemudian Sebastian menunduk pelan, memperhatikan tautan tangannya yang semakin kuat hingga buku jarinya memutih. Perasaan ini ... perasaan yang pernah dia rasakan dulu, rasa yang ditujukan untuk Lavinia, ketika memperhatikan wanita itu jauh. Sebastian kembali merasakannya, tapi kali ini ditujukan untuk wanita lain, wanita yang untuk saat ini terlarang baginya. Dia menarik napas panjang, mungkin jika diirnya egois, jika dia hanya memikirkan akan keinginannya semata, dia bisa saja mengklaim wanita itu, seperti yang Aaron inginkan, karena baik dirinya maupun Aaron menginginkan wanita itu.
Ya, dia mengakui kalau dia menginginkan Sydney.
Namun, Apakah wanita itu mau? Setelah apa yang Sydney alami, Sebastian tidak akan heran jika wanita trauma untuk memiliki suatu hubungan. Dia sendiripun juga merasakan hal yang sama setelah pengkhianatan yang Lavinia lakukan. Kehadiran Sydney-lah yang membangkitkan perasaan ini, menghidupkan kembali hatinya yang telah mati akibat luka dalam yang Lavinia torehkan. Sebastian bertanya-tanya apakah ini salah satu keinginan Dewi Bulan? Dia, yang tidak lagi percaya akan takdir dan juga ikatan suci, tertarik bahkan menginginkan wanita yang memiliki masa lalu seperti dirinya, disakiti dan dikhianati oleh soulmate mereka sendiri.