[Spin-off The Eternal Bond]
#1 In Werewolf
#1 In Fantasy-Romance
Cerita ini adalah versi baru. Sebelumnya berjudul second Chance.
DON'T PLAGIARISM! I DON'T HAVE ANY RESPECT FOR SOMEONE WHO COPY MY WORK!
••••••••
Sydney Carrington terlahir sebagai w...
Ayo semua merapat! Siapa yang nunggu chapter ini? Mana suaranya???
Oke langsung aja ke cerita, semoga kalian suka dan happy reading 😁😁
Vote comment share
Follow recommend
Love, DyahUtamixx
Belum diedit
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hari-hari berlalu dengan begitu damai. Sydney bahkan menjalani hari barunya tersebut dengan senyuman di pipi. Baik dirinya maupun Sebastian bagaikan dua remaja yang sedang dimabuk asmara. Tidak ada hari bagi Sydney tidak merasakan kasih sayang dan juga kemesraan yang diberikan Sebastian padanya.
Setiap hari Sebastian akan membuatkannya makanan, tidak lupa saling bertukar kalimat yang selalu membuat Sydney semakin jatuh cinta pada pria itu, kemudian berjalan menuju Pack house sambil bergandengan tangan. Di dalam pack house juga Sydney disambut dengan baik oleh para anggota pack, makan siang bersama Darkmoon Pack dan akhirnya pulang ke rumah bersama Beta Serena, membuat makan malam dan terakhir makan malam bersama Sebastian sebelum akhirnya bersiap untuk tidur.
Rutinitas itu seperti sudah hal yang lumrah bagi Sydney. Dia merasa sudah lama melakukannya dan rasanya begitu menyenangkan. Sydney menghela napas dan senyum di bibirnya semakin melebar. Wilayah teritori Darkmoon Pack telah memasuki musim semi dan saat ini hujan turun dengan cukup deras, membasahi bumi dan segala isinya. Suara hujan yang disertai dengan petir dikejauhan bagaikan lullaby bagi Sydney saat ini, ditambah dengan suara kayu yang dibakar dalam perapian, membuat Sydney ingin sekali merebahkan diri di atas sofa, bergelung dengan nyaman menggunakan selimut sambil membaca sebuah buku.
Kedua tangannya bergerak mengusap perutnya yang membesar dengan gerakan lembut dan penuh akan kasih sayang. Rasa damai tidak pernah luput dari jiwanya, bahkan setelah sekian tahun, dia bisa melihat Eloise bersemangat di dalam pikirannya. Sydney terkekeh pelan ketika merasakan gerakan dan tendangan dari bayinya dan bibirnya mulai bergerak, menceritakan apapun kepada bayinya. Pack dokter sudah mengatakan bahwa ini adalah salah satu tindakan yang baik untuk bayinya dan sejak saat itu Sydney tidak pernah absen mengajak bayinya berbicara, bahkan Sebastian juga melakukan hal yang sama setiap mereka ingin tidur di malam hari, membentuk ikatan antara ayah dan anak yang selalu sukses membuat Sydney menitikkan air mata.
Sydney masih tidak menyangka bahwa dia begitu beruntung telah bertemu dengan Sebastian, pria yang bagaikan permata itu, telah menjadi miliknya. Sydney terus berbicara pada bayinya dengan begitu serius hingga tidak merasakan kehadiran seseorang di belakangnya, Sydney baru menyadarinya ketika sepasang lengan kekar memeluk pinggangnya dnegan posesif, kemudian kedua telapak tangan itu menangkup perutnya dengan lembut. Sydney tersenyum saat aroma familiar yang selalu melekat di tubuh Sebastian, mendominasi indra penciumannya. "Sudah selesai dengan pekerjaanmu?" tanya Sydney dengan lembut.