[Spin-off The Eternal Bond]
#1 In Werewolf
#1 In Fantasy-Romance
Cerita ini adalah versi baru. Sebelumnya berjudul second Chance.
DON'T PLAGIARISM! I DON'T HAVE ANY RESPECT FOR SOMEONE WHO COPY MY WORK!
••••••••
Sydney Carrington terlahir sebagai w...
Seharusnya Forbidden Feeling itu hanya satu chapter, ternyata ... jumlah karakternya terlalu panjang, jadi aku pecah menjadi dua 😅
Niatnya gamau double update, tapi kali2 ya kasih kejutan wkwkwk
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Keesokan harinya, Sydney terbangun dengan segar. dia langsung melakukan rutinitas pagi dan berjalan keluar kamar. Beruntung Sebastian mau meminjamkannya celana panjang serta kaus berlengan panjang miliknya, jika tidak semalam dia harus tidur dnegan pakaian yang diberikan Luna Charlotte untuk upacara penerimaannya sebagai anggota Darkmoon Pack. Sydney mengikuti aroma gurih nan nikmat yang menguar di udara, menuntunnya ke arah dapur yang belum sempat dia datangi.
Sydney semula tidak menyadari, tapi dia tersadar bahwa aroma masakan yang dia cium berasal dari seseorang yang sedang memasak. Langkah kakinya terhenti di ambang pintu ketika melihat seorang Gamma seperti Sebastian berdiri di tengah dapur dan memakai sebuah apron berwarna pink dengan gambar buah strawberry. Perlahan senyum muncul di bibir Sydney. Jika saja saat ini dia memiliki ponsel, maka Sydney sudah mengabadikan momen yang sedang ada di depan matanya.
Sebastian, yang menyadari kehadiran Sydney, langsung berkata tanpa menoleh sedikitpun ke arah Sydney. "Masuklah. Duduk di kursi, aku sedang membuat sarapan. Kau ingin memakan sesuatu?" Tanya Sebastian sambil membuka lemari kulkas dan memeriksa bahan makanan yang tersedia.
Sydney memainkan ujung rambutnya, sesekali dia menatap Sebastian dari balik bulu matanya, memperhatikan punggung tegap sang Gamma yang sudah membantu dirinya. "Apapun?" Sebastian berhenti memperhatikan isi kulkas dan menatap Sydney dari balik punggung, kemudian mengangguk singkat. "Hmm ... aku ingin pancake dengan cokelat, apa boleh?"
Senyum kecil terukir di wajah Sebastian melihat gerak gerik Sydney yang baginya sangat menggemaskan. Dia mengangguk seraya mengeluarkan bahan makanan dari kulkas dan lemari dapur bagian atas. Sydney melangkahkan kakinya semakin dalam memasuki dapur dan duduk di salah satu meja berkaki tinggi, matanya dengan fokus mengawasi Sebastian yang sepertinya sudah familiar dengan kegiatan dapur, terlihat begitu jelas dari tiap gerakan pria itu. Sydney menumpukan dagu di atas meja counter, mencoba mengabadikan momen yang dirinya lihat di dalam memorinya. "Untuk kali ini saja aku mengabulkan permintaanmu, karena kau sedang hamil dan membutuhkan banyak nutrisi. Luna Charlotte sudah menitipkan pesan padaku untuk memberikanmu makanan bergizi bagi ibu hamil, jika dia tahu aku memberikanmu pancake dengan cokelat, dia bisa menghabisiku."
Sydney menyeringai dan berkomentar santai, "sepertinya kau begitu dekat dengan Luna Charlotte."
"Beberapa hal membuat kami menjadi teman dekat."
"Begitu ... "Sydney bergumam asal. "Kau tidak kesepian tinggal sendirian? Dimana nenekmu?"
Sebastian menatap Sydney selama sesaat sebelum kembali melakukan pekerjaan dapurnya. "Dia tinggal di sisi lain teritori, dekat dengan Pack house kedua. Sejak aku menjabat menjadi Gamma, dia memilih untuk tinggal terpisah dariku. Dia tinggal bersama kerabat jauh kami."