Bab 14. The Beautiful Beasts

2.7K 446 21
                                        

UPDATE!!!

Ayo semua merapat! Malam minggu ditemani babang Sebastian yang guanteng hehehehehe 😁😁 siapa yang nunggu chapter ini? Mana suaranya???

Oke langsung aja ke cerita, semoga kalian suka dan happy reading 😉😉

Vote comment share

Follow recommend

Love,
DyahUtamixx

BELUM DI EDIT

Suara kicauan burung adalah hal pertama yang didengarnya saat kesadaran menghampiri dirinya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Suara kicauan burung adalah hal pertama yang didengarnya saat kesadaran menghampiri dirinya. Sydney mengerang pelan dan mengangkat tangan, memijat kepalanya yang terasa seperti ingin pecah, tapi bukan rasa nyaman yang didapatkannya, melainkan rasa sakit yang tidak terperi, bukan dari kepalnya, melainkan dari tangannya. Perlahan dia membuka kedua mata dan mengerjap bingung melihat perban yang rapih dan bersih mengelilingi tangannya. Dia mengerutkan kening sebelum bangkit dari posisi tidurnya. Sydney menginspeksi keadaan tangannya sebelum mengedarkan matanya ke seluruh ruangan, mendapati bahwa dirinya berada di kamar yang begitu asing. Pertanyaan demi pertanyaan seilih berganti menguasai pikirannya.

Eloise? Apakah kita ...

Tidak. Kita masih di wilayah milik Alpha Rex. Aku bisa merasakan aura dominasinya. Sydney bernapas lega dan memutar otak apa yang terjadi. Hal terakhir yang dirinya ingat adalah berbicara dengan Alpha North dan Gamma Reed di taman, kembali ke kamar, berdiri di depan jendela, dan ... Seketika ingatan membanjiri otaknya. Dia teringat kejadian masa lalu, rasa trauma melihat kematian sang ayah di depannya, lalu dadanya berubah sesak karena kesedihan yang begitu besar, kekecewaan, luka, semua rasa negatif menguasai dirinya. Sydney ingat itu semua, lalu di sela rasa sedih itu, dia merasakan ketenangan, usapan tangan, dan entah kenapa hatinya berubah damai sebelum kegelapan menghampirinya. Sydney mengerutkan kening dan bertanya pads Eloise, tapi jiwa serigalanya itu juga tidak tahu akan apa yang terjadi.

Sydney mendengar suara ketukan di pintu dan tidak berselang lama seorang pelayan datang diikuti seorang pria berjas putih yang sudah menangani Sydney sejak kedatangannya ke villa ini—dokter Gerald. Salah satu pack dokter dari Darkmoon Pack yang bertugas di wilayah ini. Sydney melihat pelayan yang datang bersama dokter Gerald membawa nampan berisi sarapan. "Selamat pagi nona. Bagaimana perasaan anda?"

"Pagi dokter, aku rasa, aku baik-baik saja. Apa yang terjadi?" tanya Sydney sambil menunjukkan tangannya yang diperban.

Dengan senyum ramah, Dokter Gerald duduk di sisi ranjang, meraih tangan Sydney untuk mengganti perban dan membersihkan luka di tangan itu. "Kau terkena pecahan kaca cukup dalam," jawab pria itu singkat dan dengan serius menangani luka Sydney. Setelah selesai, Dokter Gerald melakukan prosedur pemeriksaan pada Sydney yang sama seperti hari-hari lainnya sebelum memasukkan semua alat medis yang dibawanya ke dalam tas dan berkata, "untuk saat ini, keadaanmu dan bayimu cukup baik serta sehat. Beruntung Alpha Dominic dan Gamma Sebastian menangani kejadian kemarin dengan cepat. Kau tidak boleh stress sedikitpun, nona." Sydney menundukkan kepala bersalah. Ya, ini memang salahnya. Seharusnya dia tidak berusaha memori mengerikan itu, rasa trauma yang begitu pekat dan mencekik itu akan kembali jika dia membuka memori kelamnya, tapi dia tidak bisa menghentikan dirinya sendiri. "Baiklah, aku akan pergi sekarang. Jangan lupa konsumsi vitamin yang kuberikan dan sesering mungkin berjalan di taman untuk menenangkan diri dna merilekskan seluruh tubuhmmu."

SEBASTIANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang