51 || Mulai Curiga

4.4K 346 51
                                        

Double update nih sesuai janji. Tapi setelah ini, nggak tau kapan bisa update lagi. Semoga secepatnya, doain aja yaa.

Happy Reading.


....


Alta bergegas keluar kelas setelah bel pulang menggema hampir di seluruh sekolah. Ia melangkah menuruni satu persatu anak tangga bersama beberapa pelajar yang lain yang hendak pulang.

Alta melangkahkan kakinya menuju kelas Alena. Dengan sabar Alta duduk di pinggir koridor menunggu kelas Alena bubar.

Hingga tidak lama kemudian, guru yang tadi mengajar keluar kelas diikuti para pelajar yang berhamburan untuk pulang. Alta bangkit dari duduknya saat melihat Alena.

"Al, ayok pulang!" ajak Alta.

Alena yang merasa namanya dipanggil lantas menoleh kemudian mengangguk singkat.

"Duluan ya. Jangan lupa nanti main ke rumah, sekalian minta jemput sama Bang Satria!" teriak Alena pada Dhea yang hanya dibalas acungan jempol.

"Ayok, Kak." Alena berbalik, gadis itu langsung menggenggam tangan Alta. Mereka berjalan menuju parkiran.

"Aku minta maaf ya," ucap Alta.

Alena menoleh, sedikit mendongakkan pandangannya mengingat tubuhnya yang lebih tinggi dari Alta.

"Ngapain minta maaf? Nggak papa, santai aja."

Alta tersenyum tulus, ia mengacak rambut Alena gemas membuat gadis itu menggembungkan pipinya.

"Mau jalan-jalan dulu, nggak?" tanya Alta.

"Terserah," jawab Alena.

Alta menghela napas, sampai sekarang ia masih belum mengerti maksud dari kata 'Terserah' yang sering diucapkan oleh para kaum hawa.

Namun, langkah Alta seketika berhenti membuat Alena melakukan hal yang sama.

"Kenapa?" tanya Alena.

"Bentar. Ada yang nelpon." Alta merogoh saku seragamnya, wajahnya seketika berubah datar saat melihat nama si penelpon.

"Bentar ya, aku angkat telpon dulu." Alta melepas genggaman tangan Alena, ia sedikit menjauh dari gadis itu saat hendak menerima panggilan.

Alta menggeser warna hijau hingga panggilan berhasil tersambung.

"Ada apa?"

"Alta, bisa jemput gue, nggak?"

"Nggak bisa!" ucap Alta cepat.

"Tapi gue nggak ada temen pulang. Lagian Om Kenzo juga udah bilang kalo lo harus antar jemput gue mulai sekarang!"

"Lah, lo siapa ngatur-ngatur gue."

"Lo lupa? Kita udah dijodohin!"

Alta menggeram tertahan, sialan karena perjodohan itu membuat Alta sekarang tidak bisa bebas.

"Pokoknya lo harus jemput gue. Kalo nggak, gue laporin ke Om Kenzo!" Vioni langsung menutup panggilan telpon tanpa menunggu jawaban dari Alta.

"Dasar anak Dajjal!" maki Alta menatap layar ponselnya.

"Kak Alta?" panggil Alena membuat Alta langsung menoleh ke sumber suara.

"Kita jadi pulang bareng?" tanya Alena.

Alta diam beberapa saat memperhatikan wajah Alena yang berada di hadapannya.

"Maaf ya, aku ada urusan mendadak," ucap Alta.

Galaksi Altair [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang