59 || Saling Menyakiti

5.1K 365 21
                                        

Happy Reading.
Tetap update, walaupun pembacanya makin menghilang.

.
.
.


Alta membuka pintu apartemen milik Davin dan menemukan si empunya tengah duduk di sofa sembari menonton televisi.

"Tumben lo pulang telat?" Davin sekilas melirik ke arah Alta yang berjalan ke arahnya dengan langkah lesu kemudian duduk di sampingnya.

"Ada ekskul," jawab Alta menyenderkan tubuhnya pada sandaran sofa dan langsung memejamkan matanya.

"Makan sana, gue udah beliin sate buat lo tadi!" ucap Davin ikut menyenderkan tubuhnya.

"Sate apa?"

"Babi."

Alta seketika menegakkan tubuhnya menatap Davin datar, sementara yang ditatap malah cengegesan tak berdosa.

"Becanda, gue beliin sate kambing!" ralat Davin.

"Baik banget lo," kekeh Alta.

"Udah bosen gue jadi orang jahat. Sekali-kali nyari pahala," balas Davin yang membuat Alta seketika tertawa.

"Udahlah, capek gue sama lo lama-lama." Alta terkekeh, ia kemudian bangkit dari duduknya dan pergi dari sana meninggalkan Davin yang masih sibuk menonton televisi.

"Jangan lupa satenya dimakan!" teriak Davin.

"Iya,nanti gue makan. Gue mau mandi dulu!" balas Alta berteriak dari dalam kamarnya.

Alta melempar tas ranselnya ke sembarang arah kemudian melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa berkeringat akibat seharian beraktivitas di sekolah.

Sekitar sepuluh menit berlalu, Alta keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah yang sedikit terlihat lebih segar. Ia memakai kaus oblong dan celana pendek selutut milik Davin. Karena saat lari dari rumah, Alta hanya membawa beberapa pakaian saja.

Hingga suara bel apartemen milik Davin terdengar berbunyi membuat Alta menoleh, ia diam beberapa saat sebelum akhirnya melangkah keluar kamar. Pandangan Alta langsung tertuju pada sofa yang diduduki Davin tadi yang ternyata sudah kosong. Entah cowok itu pergi ke mana.

"Iya, sebentar!" teriak Alta saat bel kembali ditekan dengan tidak sabaran.

Saat membuka pintu apartemen, Alta langsung berhadapan dengan orang yang pernah ia kenal dulu. Mereka sama-sama terlihat terkejut.

"Kiara?" gumam Alta.

"Altair, kok lo di sini?"

Ya, orang itu adalah Kiara. Teman semasa SMP Alta dulu, orang yang pernah ia sukai di masa lalu.

"Siapa yang datang, Al?" Suara Davin terdengar dari belakang membuat Alta maupun Kiara menoleh.

Ekspresi wajah Davin mendadak datar saat melihat siapa tamu yang datang, ia mendengus pelan menatap jengah calon ibu tirinya yang lebih cocok menjadi saudaranya.

"Ngapain lo ke sini?" tanya Davin ketus.

"Gue cuma mau nganter makanan dari bokap lo." Kiara menyerahkan paper bag berisi makanan pada Davin yang diterima oleh cowok itu dengan rasa malas.

Davin membuka paper bag berisi kotak makanan dan juga minuman dengan rasa kopi tersebut kemudian tersenyum sinis menatap Kiara.

"Makanan dari bokap gue atau dari lo?" sinis Davin tajam.

"Da--dari bokap lo," jawab Kiara gugup.

Davin terkekeh, ia menyerahkan paper bag tadi pada Kiara. "Dari kecil gue alergi kopi. Dan bokap gue tau hal itu, dia nggak mungkin ngirim makanan atau minuman yang nggak gue suka." Davin berucap dengan nada menohok menatap Kiara remeh.

Galaksi Altair [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang