Happy New Year 2022🎉
Enjoy your life, happy Reading 😊
.
.
.
Usai pemakaman sore ini, para pelayat yang mengantar jenazah di peristirahatan terakhir lantas kembali pulang karena hari sudah petang.
Alta masih berdiri di tempatnya, tatapannya jatuh pada gundukan tanah yang masih basah dengan taburan bunga segar di atasnya. Sekelebat bayangan masa lalunya saat masih mengenal Deri.
"Balik, yuk!" Tepukan di pundaknya membuat Alta tersadar, ia menoleh ke samping kemudian mengikuti langkah Ardan dan juga Yoga mrninggalkan area pemakaman.
Namun, Alta seletika menghentikan langkahnya saat Yoga menyenggol lengannya pelan.
"Cewek lo datang ke pemakaman?" tanya Yoga.
"Siapa?"
"Itu, si Alena." Yoga menunjuk Alena menggunakan dagunya. Alta dengan cepat mengikuti arah pandang Yoga dan benar saja, itu memang benar Alena.
"Samperin sana!" suruh Ardan.
"Nggak, deh." Alta menggeleng, ia berjalan melewati kedua sahabatnya begitu saja.
"Nanti jangan nyesel kalo Alena udah punya pengganti yang lebih baik dari lo!" celetuk Yoga menohok.
Alta berhenti melangkah, dan tanpa pikir panjang ia berbalik berjalan mendekati Alena.
"Kita tunggu di sana!" Ardan menarik lengan Yoga menuju motor mereka yang berada di pinggir jalan.
"Alena!" panggil Alta membuat si empunya nama menoleh.
"Apa?" Alena mendongakkan kepalanya saat Alta kini berdiri di hadapannya.
"Kamu ke sini sama siapa?" tanya Alta.
"Bang Satria," jawab Alena menunjuk mobil Satria yang terparkir di pinggir jalan.
"Kalo gitu, Lena duluan," pamit Alena hendak melangkah, tapi lengannya lebih dulu ditahan oleh Alta.
"Aku mau ngomong sama kamu," ucap Alta pelan menatap manik mata gadis di hadapannya.
"Please, kasih aku kesempatan kedua," mohon Alta penuh harap.
Namun, Alena malah menggeleng kemudian melepas tangan Alta yang masih bertengger di lengannya.
"Maaf, Lena nggak bisa," tolak Alena.
"Kenapa?"
Alena tidak menjawab pertanyaan Alta, ia memilih membuang pandangannya ke arah lain.
"Alena ...," panggil Alta lagi, ia mencoba untuk meraih tangan gadis itu, tapi Alena malah menepis tangannya.
"Sekali lagi maaf, Lena nggak bisa." Setelah menyelesaikan ucapannya, Alena melangkah pergi meninggalkan Alta yang menatapnya tak terbaca.
Alena mempercepat langkahnya menuju mobil Satria, sebisa mungkin untuk tidak menoleh ke belakang di mana Alta masih berada.
Alena membuka pintu mobil Satria kemudian duduk di samping kemudi, ia menyandarkan tubuhnya dan memejamkan matanya sejenak.
"Habis ngobrol sama Alta?" Satria membuka suara membuat Alena membuka matanya dan menoleh.
"Kalo emang masih sama-sama punya perasaan, kenapa nggak nyoba buat balikan aja?" Satria menatap Alena yang menatap lurus ke depan.
"Lo sama aja nyiksa perasaan lo sendiri." Satria terkekeh di akhir kalimatnya, kemudian mulai melajukan mobilnya meninggalkan area pemakaman yang mulai sepi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Galaksi Altair [END]
Fiksi RemajaToxic area.⚠️ Komedi Romance Sequel Azila. Cerita bisa dibaca terpisah. "Gue nggak suka cewek." "Berarti, Kak Altair, gay?" Galaksi Altair M. Remaja yang bosan mengenal cinta bahkan sampai sebagian beranggapan kalau dirinya adalah penyuka sesama. N...
![Galaksi Altair [END]](https://img.wattpad.com/cover/263396813-64-k151987.jpg)