58 || Menjadi Orang Asing

5.3K 404 7
                                        

Happy Reading.

.
.
.

Alta memarkirkan motornya di parkiran sekolah yang sudah ramai oleh para pelajar. Setelah melepas helm full face-nya, Alta bergegas turun dari atas motor kemudian melangkahkan kakinya menuju kelas.

Hari ini adalah hari pertama Alta kembali ke sekolah setelah satu minggu full ia tidak masuk sekolah. Alta sengaja melakukan ini agar Alena tidak bertemu dengannya apa lagi sekarang mereka sudah tidak punya hubungan apapun.

Karena setelah satu minggu yang lalu mereka resmi putus dan memilih untuk menjalani kehidupan masing-masing.

Alta berjalan menaiki anak tangga menuju kelasnya yang berada di lantai dua, beberapa siswa sempat menyapa Alta yang hanya dibalas senyuman oleh Alta sendiri.

Hingga langkah Alta sampai di kelasnya, ia langsung masuk dan hal pertama yang menyambut kedatangannya adalah Ardan dan Yoga.

"Woilaah. Ada yang baru nongol, nih!" Yoga membuka suara untuk pertama kalinya membuat Alta hanya terkekeh singkat, ia mendudukkan bokongnya pada kursi yang berada di sebelah Ardan.

"Lo ke mana aja seminggu ini?" tanya Ardan sedetik setelah Alta duduk di sampingnya.

"Nggak ke mana-mana," jawab Alta santai.

"Terus kalo lo nggak ke mana-mana. Kenapa Tante Zila sampe datang ke rumah gue sama Ardan, dia nanya keberadaan lo?" celetuk Yoga membuat Alta langsung diam.

"Lo sebenarnya ke mana, sih? Sampe satu minggu nggak masuk sekolah, padahal bentar lagi kita sibuk sama ujian!" Ardan memperhatikan wajah Alta dari samping yang menunduk. Wajah Alta terlihat berbeda dari biasanya, bahkan Ardan melihat lingkaran hitam di sekitar mata Alta.

"Ta ...?" Yoga memegang pundak Alta membuat Alta seketika mendongakkan kepalanya.

"Lo kenapa?" tanya Yoga pelan. "Kalo ada masalah cerita sama kita berdua. Kita itu sahabat, udah seharusnya saling bantu," sambung Yoga.

"Sebenarnya gue kabur dari rumah," ucap Alta kembali membuka suara membuat Ardan dan Yoga seketika langsung melempar tatapan satu sama lain.

"Gue nggak terima kalo gue sama Vioni bakal tunangan!" sambung Alta seakan mengerti apa yang dipikirkan kedua sahabatnya.

"Tapi, lo selama ini tinggal di mana?" tanya Ardan.

"Gue tinggal di apartemen milik Davin!"

Ardan dan Yoga kembali melempar tatapan satu sama lain. Tentu saja mereka terkejut karena setahu mereka Alta dan Davin adalah musuh bebuyutan.

Alta mendongakkan pandangannya memperhatikan kedua sahabatnya yang terlihat terkejut.

"Kok lo bisa tinggal di apartemen Davin?"

"Ceritanya panjang!" jawab Alta diiringi kekehan kecilnya, tapi raut wajahnya malah menunjukkan sebaliknya.

Baru saja Ardan hendak membuka suara, tapi urung saat bel pertanda masuk sudah berbunyi nyaring hampir di seluruh penjuru sekolah.

Dalam hitungan detik kelas yang tadinya sunyi mendadak bising saat satu persatu pelajar masuk ke kelas masing-masing. Alta mengubah posisinya menjadi lebih baik, ia membuka ponselnya sembari menunggu guru pelajaran pertama datang.

"Hari ini ada ulangan harian matematika!" beri tahu Adel, siswi yang menjabat sebagai sekretaris membuat sebagian penghuni kelas menoleh.

"Lah anjir, minggu kemarin kan udah pernah!" timpal Gugun.

Galaksi Altair [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang