63 || Nikah Yuk!

6K 406 17
                                        

Bucin time.
Hallo, apa kabar kalian para kaum halu?
Jangan lupa bernapas supaya bisa bertahan hidup.

Happy Reading and enjoy your life, Baby 😘
.
.
.

Bel masuk sudah berbunyi, para pelajar berhamburan masuk ke kelas masing-masing untuk mengikuti pelajaran sesuai jadwal yang sudah diberikan sebelumnya.

Sementara Alta sudah duduk di tempatnya sedari tadi sebelum bel berbunyi, ia bermain ponsel sembari membalas pesan dari Alena.

Suasana kelas yang tadinya sepi sekarang menjadi pasar dadakan. Para penghuni kelas banyak yang berkeluyuran sembari menunggu guru jam pertama masuk.

Alta menoleh saat merasakan seseorang duduk di sampingnya dan ternyata itu adalah Ardan.

"Si Yoga, mana?" Alta mengarahkan pandangannya mencari keberadaan Yoga. Karena biasanya makhluk yang satu itu tidak pernah jauh dari Ardan.

"Dia nggak masuk sekolah," jawab Ardan.

"Kenapa?" Alta menautkan alisnya bertanya.

"Lagi demam. Dia nelpon tadi pagi bilang kalo nggak bisa masuk sekolah," tutur Ardan.

"Lah, bisa sakit juga tuh anak. Kirain tubuhnya kebal dari penyakit!"

"Goblok lo. Namanya juga manusia biasa." Ardan berdecih pelan, cowok itu memundurkan kursinya hingga mentok pada dinding di belakang kemudian menaikkan kedua kakinya ke atas meja.

"Sepatu lo bau, anjir!" Alta memukul pelan kaki Ardan menggunakan buku paket yang berada di tangannya.

"Enak aja lo." Ardan acuh, ia tetap pada posisinya semula dan memilih memainkan ponselnya.

"Hubungan lo sama Alena beneran putus?" Pertanyaan itu keluar dari mulut Ardan.

"Gue sama dia udah balikan lagi," jawab Alta.

"Hah, kok bisa?!" Ardan refleks menjatuhkan kakinya dari atas meja, ia juga memajukan kursi yang tadi hingga kini sejajar dengan kursi milik Alta.

"Iya, gue sama Alena udah balikan," ulang Alta.

"Gimana ceritanya?"

"Gue juga nggak tau." Alta mengedikkan bahunya. "Tapi perjodohan gue sama Vioni udah dibatalin juga."

Ardan seketika bernapas lega saat mendengar ucapan Alta tadi.

"Syukur deh kalo gitu. Setidaknya hubungan lo sekarang sama Alena baik-baik aja."

Perbincangan keduanya terhenti saat guru pelajaran pertama memasuki kelas.

Ardan dengan cepat membenarkan posisi duduknya, begitu juga dengan Alta yang melakukan hal yang sama. Keduanya kini fokus mendengarkan materi yang mulai diterangkan oleh guru tersebut.

"Ehh, Ta', lo tau nggak!" Ardan menyenggol lengan kanan Alta membuat si empunya menoleh dengan sebelah alis terangkat seolah bertanya 'apa?'.

"Kemarin gue ketemu sama Davin," ucap Ardan sedikit berbisik karena guru di depan sudah mulai berbicara menerangkan materi.

"Terus ...?" tanya Alta.

"Dia sekarang udah tobat ya?" gumam Ardan yang langsung dijawab anggukan oleh Alta.

"Pantes, kemarin motor gue mogok di depan minimarket. Kebetulan banget dia abis belanja, gue ditolongin sama dia," cerita Ardan.

"Bagus deh." Alta hanya tersenyum, ia kini memfokuskan pandangannya pada papan tulis di depan kelas.

Galaksi Altair [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang