Chapter #21 - Hari Terakhir Liburan

8 5 0
                                    

Gue meregangkan badan gue. Suara-suara yg datangnya entah dari mana itu, masuk ke telinga gue dan berhasil mengganggu gue yg sedang asik di alam mimpi.

Meski begitu gue masih enggan untuk membuka mata. Maklum saja, selama liburan gue lebih sering menghabiskan waktu di malam hari untuk berdagang sambil main game atau menonton anime.

Gue berguling di atas kasur, sambil meraba-raba area disekitar gue untuk mencari HP. Tetapi, tangan gue menyentuh sesuatu yg aneh. Sebuah benda berbentuk bola yg dipenuhi rambut.

Karena penasaran dengan apa yg gue sentuh, akhirnya gue membuka mata.

"Ngapain lu ngeraba-raba kepala gue." Kata si pemilik kepala yg hanya berjarak beberapa centimeter dari wajah gue.

Tentu saja hal itu membuat gue tersentak dan mengelus dada.

"Astaga put, hampir aja jantung gue copot." Ucap gue saat menyadari pemilik kepala itu adalah si Putra yg lagi main PS4 di kamar gue.

"Kenapa emang, bautnya kendor?" Tanyanya.

"Gara-gara kepala lu yg tiba-tiba ada di pinggir kasur gue." Maki gue kesal.

"Lagian udah jam segini masih aja tidur." Balas Putra.

"Emangnya sekarang jam berapa?" Tanya gue sambil melanjutkan pencarian HP.

"Jam 8.00" Jawab Putra dengan wajah polos.

"Huuuhh, gue kira udah siang." Ucap gue sembari merebahkan diri di kasur dan hendak melanjutkan tidur.

"Heeh, bangun don jangan tidur lagi." Kata Putra sambil menggoyang-goyangkan badan gue.

"Gue ngantuk put, semalem gue abis begadang sampai jam 2 main the witcher 3." Protes gue sambil menepis tangannya.

"Nyaakk... Donni gak mau bangun nih nyak. Katanya dia abis beg..." Ujar Putra.

Gue pun reflek menutup mulut si Putra dan menjitaknya.

"Rese lu ya, pakai ngadu ke enyak gue segala." Maki gue.

"Yaudah mangkanya bangun, terus kita tanding Tekken 7. Gue udah latihan di rumah, jadi kali ini gue pasti bisa ngalahin lu." Sahutnya.

"Kalau masih kalah, traktir gue eskrim ya." Gue memberi ide.

"Wih, boleh. Siapa takut." Balas Putra.

"Yaudah tunggu, gue mandi dulu." Ucap gue sambil melangkah ke luar kamar.

Setelah selesai mandi, gue mengintip ke meja makan. Disana sudah disediakan dua piring nasi goreng + telur ceplok.

Sepertinya si Putra sudah datang dari pagi, karena enyak gue sampai menyiapkan dua porsi sarapan untuk kami.

Putra pun menyambut gue dengan antusias, ketika masuk ke kamar dengan membawa dua piring nasi goreng.

"Lu dateng dari jam berapa emangnya put?" Tanya gue sambil menyerahkan sepiring nasi goreng padanya.

"Jam berapa ya, kayanya jam 7 deh." Jawabnya.

"Buset, pantes aja enyak gue sampai nyiapin sarapan buat lu juga." Ucap gue.

"Lagian ngapain lu kesini pagi-pagi?" Tanya gue lagi.

"Ortu gue pergi ke rumah sodara gue dari kemaren belom pulang." Balasnya.

"Jadi lu numpang makan kesini?"

"Hehehe, sebenernya karena gue gabut di rumah mangkanya ke sini. Eh, pas gue dateng enyak lu lg bikin nasi goreng, terus dia nawarin gue. Masa iya gue nolak, kan gak baik nolak rejeki." Ujarnya.

My Highschool Story : First Step  (TAMAT) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang