Acara kelulusan berjalan dengan lancar. Alfa ada diperingkat satu sedangkan Tata ada diperingkat empat.
Tata sangat puas dengan nilai nya karena kerja keras nya membuahkan hasil. Dirinya bisa masuk lima besar adalah pencapaian yang hebat.
Tata memeluk Tristan erat menyalurkan rasa senangnya. Ya Tristan yang menjadi wali Tata hari ini.
"Selamat Tata!"ucap Tristan.
"Makasih Banteng!"ucap Tata membuat Tristan mendengus geli.
"Udah lepas, mata pacar lo kek keluar tuh!"ucap Tristan.
Tata melepas pelukannya lalu menoleh pada Alfa.
"Cemburuan banget!"ucap Tristan.
"Emang hahahaha..."ucap Tata lalu tertawa membuat Tristan menghela nafas pelan.
Setelahnya Tata berjalan menuju Alfa lalu Alfa segera merangkul Tata. Sedangkan Alina dan Ali mengobrol dengan Tristan.
Kania dan Leon sedang berfoto dengan keluarga mereka. Tata tersenyum senang melihat itu.
Cup!
Tata menoleh saat Alfa mengecup pelipisnya.
"Cantik!"ucap Alfa menatap kedua mata Tata.
"Cantik? Siapa?"ucap Tata bingung.
"Lo Cantik!"ucap Alfa.
"Ihhh... Alfa..."rengek Tata segera menyembunyikan wajah merahnya di dada Alfa.
Alfa tersenyum geli lalu kedua tangannya melingkar di pinggang Tata.
"Biasanya juga malu malu in!"ucap Alfa membuat Tata memukul dadanya pelan.
Bugh!
"Lo mah..."ucap Tata.
"Gue apa?"ucap Alfa.
"Ganteng!"ucap Tata membuat Alfa tertawa pelan.
"Dari dalam kandungan itu mah!"ucap Alfa membuat Tata ikut tertawa juga.
Tata mengangkat wajahnya mendongak menatap Alfa yang menunduk.
"Tetep jadi Tata nya gue ya!"ucap Alfa membuat Tata menganggukkan kepalanya pelan.
"Lo jadi banyak ngomong ya, gue makin suka sama lo!"ucap Tata.
"Jangan kaget gue bawel sama lo nanti, lo yang minta loh..."ucap Alfa.
"Nggak masalah, gue suka denger suara lo!"ucap Tata.
...
Sekarang Tata sedang makan malam bersama Tristan di sebuah restoran. Tristan akan pulang besok pagi karena tak bisa cuti lama lama.
"Jadi lo mau lanjutin kuliah disini aja?"ucap Tristan.
"Iya!"ucap Tata.
"Ya udah kalo itu pilihan lo!"
"Gue dukung apapun kalo itu baik buat lo!"
"Tapi yang jelas Ta..."
"Lo nggak pernah jadi beban jadi berpikir kayak gitu oke?"
"Gue, Papa dan Mama sayang banget sama lo!"
Ucap Tristan membuat Tata terdiam sesaat.
"Makasih Bang!"ucap Tata tersenyum tipis.
Mata Tata berkaca kaca membuat Tristan menggenggam tangan Tata mengusap punggung tangan Tata.
"Jangan lakuin hal berbahaya lagi..."ucap Tristan membuat Tata menganggukkan kepalanya pelan.
"Maaf bikin lo kepikiran Bang..."ucap Tata.
"Jangan nangis tambah jelek lo!"ucap Tristan sambil mengusap air mata pipi Tata.
Tata mengerucutkan bibir nya kesal membuat Tristan tertawa geli.
"Lo juga jelek!"ucap Tata.
"Eh siwer mata lo? Orang gue ganteng gini!"ucap Tristan.
"PD gila!"ucap Tata.
"Kenyataan anjing!"ucap Tristan.
"Jangan ngatain dong! Anjing lo!"ucap Tata.
"Lo ngatain juga anjing!"ucap Tristan.
"Lo duluan anjing!"ucap Tata.
"Tolong keluar kalo mau berantem!!"
Tata dan Tristan menoleh pada seorang pelayan dengan wajah garang. Tata dan Tristan cengengesan lalu segera keluar setelah meninggalkan beberapa lembar uang di meja.
"Gara gara lo nih!"ucap Tristan.
"Lo anjing!"ucap Tata.
"Dasar tai badak!"ucap Tristan.
"Tai singa!"ucap Tata.
"Nantangin?"ucap Tristan.
"Nintingin?"ucap Tata membuat Tristan melotot garang.
Tristan segera menjewer Tata membuat Tata berteriak.
"BANTENGGGG!!!!"teriak Tata.
"Diem anjing! Berisik!"ucap Tristan.
...
Alfa mengajak Tata untuk liburan sebelum masuk kuliah. Rencananya mereka akan ke Bali bersama Fino, Alina, Ali, Kania, dan juga Leon.
Dan akhirnya sampai juga di Bali mereka segera menuju hotel untuk istirahat.
"Lo mau kemana Nia?"ucap Tata melihat Kania melangkah keluar dari kamar.
"Leon ngajak ketemuan!"ucap Kania.
"Astaga baru beberapa menit pisah!"ucap Tata.
"Dia minta susu!"ucap Kania membuat Tata melotot.
Setelah tau jalan pikiran kotor Tata, Kania segera melepar bantal ke wajah sahabat nya itu.
"Bukan susu itu anjing!"ucap Kania.
"Hehe... Kirain!"ucap Tata.
"Cuci otak lo dulu sana!"ucap Kania membuat Tata tertawa.
Kania segera melangkah keluar meninggalkan Tata yang sedang tertawa. Kania melompat kaget saat melihat Alfa berdiri di depan pintu kamar.
"Astaga! Ngapain lo disini?"ucap Kania.
"Ketemu Tata!"ucap Alfa.
"Jangan macem macem belum sah!"ucap Kania memperingati lalu pergi meninggalkan Alfa dengan wajah datar nya.
Alfa segera masuk membuat tawa Tata berhenti.
"Al?"ucap Tata lalu duduk di atas tempat tidur.
Kedua matanya berair karena tertawa lalu Alfa segera ikut duduk di samping Tata.
"Kenapa kangen?"ucap Tata.
"Udah tau nanya!"ucap Alfa lalu mengangkat Tata agar duduk di pangkuannya.
Tata melingkarkan tangan nya di leher Alfa lalu tersenyum tipis.
"Nggak capek?"ucap Tata.
"Dikit!"ucap Alfa.
"Istirahat sana!"ucap Tata sambil mengusap ngusap rambut Alfa.
"Mau sama lo!"ucap Alfa.
"Yang ada diomelin Bunda kalo lo tidur sama gue!"ucap Tata.
Alfa menghela nafas pelan lalu mendekatkan wajah nya pada wajah Tata.
Cup.
Alfa mulai melumat bibir atas dan bawah Tata lembut membuat Tata kehilangan akal.
Hngghh...
Hngghh...
Hngghh...
Tata meremas rambut bagian belakang Alfa sedangkan Alfa mendorong pinggang Tata agar tubuh mereka semakin menempel.
Hngghh...
Hngghh...
"Alhhh..."ucap Tata saat Alfa mulai mengecupi leher nya.
Mengigit pelan disana membuat jejak kemerahan di leher putih Tata.
Jangan lupa tinggalkan jejak!
Vote and komen!!
Jangan pelit ya...
Love you all♥
KAMU SEDANG MEMBACA
AL - TA [END]
RomansaHai semuanya!! Selamat datang di cerita baru Tan... Hehe... Semoga kalian suka ya... WARNING! BANYAK KATA KATA KASAR! BAGI ADEK ADEK YANG MASIH POLOS JANGAN BACA! DILARANG OKE! BAHAYA! TAKUT OTAKNYA TERCEMAR! 18++ Oke cerita ini adalah kisah cinta...
![AL - TA [END]](https://img.wattpad.com/cover/258727435-64-k831954.jpg)