Chapter 23

702 108 92
                                        

"APA??!!DIJODOHKAN?!!"teriak jeongyeon pada jihyo dengan wajah kagetnya.

"Ayolah jeong...aku menjodohkan mu bukan tanpa alasan, ini demi kebaikanmu..."tutur jihyo

"Tapi ji, kenapa aku harus dijodohkan. Aku kan bisa mencari pasangan ku sendiri ..."jawab jeongyeon.

"Iya kami tau...tapi kau tidak akan pernah mencarinya karena kau masih menunggu dan mengharapkan mina, bukan?"kata jihyo membuat dada jeongyeon sesak seketika.

Dalam hati, jeongyeon membenarkan perkataan jihyo. Dia memang masih berharap dan menunggu mina kembali padanya.

"Jeong, kau pria yang sangat tampan dan kau pun seorang pria yang sukses. Amat sangat disayangkan jika kau masih menunggu mina yang masih belum bisa mempercayai mu dan memastikan perasaannya sendiri. Kau memang pernah melakukan kesalahan padanya tapi jangan hukum dirimu seperti ini. Kau pantas mendapatkan wanita yang lebih baik dari mina, masih banyak wanita diluar sana yang mau menerimamu, jeong...." ucap jihyo panjang lebar.

Jeongyeon pun masih terdiam dengan pikirannya, dia membenarkan perkataan jihyo namun dalam hatinya juga merasa ingin menolak hal ini. Dia hanya merasa belum siap untuk menjalin hubungan lagi.

"Tapi ji, aku tidak mengenalnya dan dia pun begitu. Bagaimana jika dia tidak bisa menerima kesalahan yang pernah aku lakukan di masa lalu?" tanya jeongyeon.

"Maka berkenalan lah dulu, apa salahnya jika kau mencoba dulu. Berkenalan dan berteman dengannya, jika sudah cocok baru kau pilih dia..."kali ini tzuyu yang menjawab pertanyaan jeongyeon.

"Tapi, bagaimana jika aku tidak cocok dengannya?" jeongyeon kembali bertanya.

"Tidak apa-apa...paling tidak kau sudah mencobanya, jadi bagaimana? Kau mau menerima perjodohan ini?"tanya jihyo dengan alis terangkat.

Jeongyeon terdiam dan kembali memikirkannya dengan matang-matang. Setelah lama berpikir, jeongyeon pun akhirnya memberi jawaban pada kedua sahabatnya itu.

"Baiklah ji, tzuyu...aku akan mencobanya. Jika cocok aku akan mempertimbangkannya, tapi jika tidak cocok jangan paksa aku untuk tetap menerimanya..." senyum pun langsung mengembang di bibir jihyo dan tzuyu saat mendengar jawaban sahabatnya itu.

"Oke...."jawab tzuyu dan jihyo bersamaan.







Jeongyeon pov

Malam ini ternyata aku di jebak dan dibawa paksa oleh kedua sahabat ku untuk bertemu dengan wanita yang akan mereka jodohkan padaku.

Sebenarnya aku sungguh malas untuk mengikuti permintaan mereka, tapi saat mendengar penjelasan dari jihyo, itu membuatku berubah pikiran.

Mereka benar...tidak ada gunanya lagi menunggu seseorang yang tidak bisa mempercayai ku dan masih meragukan perasaannya kepada ku.

Tidak ada salahnya untuk mencoba, bukan? Mungkin hal ini juga akan membantuku untuk move on dari mina.

Kami akhirnya sampai di sebuah cafe bertemakan klub malam yang cukup terkenal di kota ini. Aku mengikuti ke mana mereka membawaku dan duduk di samping tzuyu.

Tapi dimana wanita yang akan di jodohkan denganku? Apa dia belum datang? Ah aku sudah dibuat penasaran, seperti apa wanita yang akan dijodohkan denganku itu.

Aku bisa melihat tzuyu dan jihyo tersenyum geli saat melihatku duduk dengan gelisah di kursiku.

"Tenanglah..." ucap jihyo memberikan segelas minuman untukku.

Aku mengambil gelas itu dan langsung meminumnya sampai habis. Setidaknya alkohol bisa membantu untuk menenangkan diriku.

Aku melihat sekeliling ku saat musik dj perlahan berhenti dan digantikan dengan alunan piano yang sangat indah dan nyaman di telingaku.

REGRET (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang