"Alah ngk, usah sok deh, Emang, lo yah cewe kecentilan banget yang ngk punya harga diri"
"Maksud lo apaa hah! Ngatain gue kek gitu!. Gue sama raka itu cuman temen dan ngk ada maksud buat deketin!!! "Acha menatap wajah raga dengan tajam.
Raga tersen...
“kecewa sedikit tidak akan membuat mu lelah berjuang”
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
* * * *
acha, dan rezi sedang berada di rumah sakit.untuk menjenguk Nana yang kata nya sudah sadar dari koma nya.
Acha yang di ambang pintu berlarian memeluk Nana"bunda, acha kangen bunda"aduh, acha Nana mengelus kepala anak nya. "Bunda, juga kok nak"
Acha melepaskan pelukan nya"papa? Mana"Tanya Nana. Acha terdiam tak berani berkata kata. Dada nya sesak dengan apa yang terjadi dengan ayahanya meningal dengan keadan yang kirang mengenakan.
Rezi, berjalan mendekati acha Dan menepuk bahu nya, acha menoleh tersenyum tipis"papa, udah tenang mah. Ngk ada lagi yang bisa pukulin papa mah"ujar acha.
Nana mengeyir, tak mengerti dengan perkatan putri nya. "Papa? Tanang?pukulin apa maksud nya cha"
Acha menunduk, Dan tanpa sengaja tetesan cairan bening jatuh di pelupuk matanya"papa, nyusul kak langit mah"
Nana terdiam, tak berani menjawap atau pun berkata kata "mas"
Kini, Acha, rezi Dan Nana sedang berada di pemakaman yudha.
Yudha adiputra Bin Toni aldebaran
30 December 2021
Nana, memeluk makam suami nya tangisannya pecah dadanya terasa sangat sesak. "Mas, mafiin Aku kalo Aku ada salah Dan Mafin Aku kalo Aku belum bisa menjadi istri yang baik buat kamu" Ujar Nana, ia mengelus kayu nisan suami nya. "Semoga kamu tenang tenang yah, mas jangan risauin Aku sama acha. Disini kami baik baik aja" Ujar Nana, seakan akan berbicara dengan suami nya.
Rezi Dan acha dapat merasakan kesedihan Nana. Saling melirik Dan mendekati Nana. "Mama, kita pulang yuk" Ajak acha. Nana menganguk beranjak "mas, Aku tinggal yah. Kamu yang tenang di sana Aku janji bakalaan selalu doain kamu" Ujar Nana, mencium kayu nisan suami nya. Dan melangkah pergi.
Kini,rezi acha dan Nana sudah sampai di rumah. Melihat kedatangan Nana nadin yang meginap di sana berlarian memeluk Nana"tante,nadin kangen"Nana tersenyum mengelus pengkal kepala nadin"iya, tante juga"
Nadin, langsung mengambil tas Nana dan memasuki rumah.
"Nadin? , kok kek akrab gitu sama mama kamu cha" Tanya, rezi yang melihat dari kaca mobil karna di suruh mengambil barang barang yang lain.
Acha turun dari mobil"nadin, itu kakak sepupu Aku"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kini, Acha sedang di kelas sambil membuka beberapa halaman buku perlajaran nya. "Anak, anak tolong perhatian nya" Ujar buk laras. "Mentari Selah kan masuk"
Seorang gadis memakai pakaian school Erlangga international . Kulit nya putri bersih rambut nya panjang sebahu dengan kuncir di belakang membuat gadis itu sangat cantik dan manis.
"Perkenalakan nama, mu keteman teman" Ujar buk laras. Gadis itu meganguk "asalamualikum, hai teman teman nama saya mentari wulandari. Pindahan dari amerika semoga bisa berteman baik," Buk laras tersenyum "mentari, kamu duduk di bangku Sana" Ujar buk laras meberikan arahan di bangku kosong dekat raga.
Mentari, tersenyum berjalan ke arah bangku disana.
Acha terdiam melihat,mentari terlihat dari kejauhan mentari dan raga saling mentap dengan senyuman"apa? Itu mentari yang di ceritain rezi. Kemarin yah"batin Acha.
Jam sudah, menunjukan waktu Istrahat. Muti devi dan berserta Acha mendekati raga dan mentari di kantin. "Haii"
"Haii" Belas,mentari."anak baru? "Mentari meganguk. " Kenalin yah. Saya muti ini temen saya devi"muti menunjuk Acha yang sedang mengaduk ngaduk es nya "itu, Acha"
"Hai, Acha"sapa mentari. Acha tersenyum" Ha--hai"
"Eh, gue kesana dulu yah mau pesen makanan laper"ujar Acha. "Cha gue ikut" Ujar devi . Acha dan devi langsung pergi memesan makanan di ibu kantin.
"Kalian? Ada hubungan apa? Yah, kekanal banget" Tanya muti. Bukan nya mentari ataupun raga yang menjawab malah rezi"mereka, temen deket dari kecil"
"Lu kali,yakali gue Sara" Ledek rezi,mengunakan nama 'sara'adalah nama mama nya mutia. "Jangan, bawa bawa nama orang tua asu" Teriak mutia.
"Ga Aku pesen makanan yah" Pamit, mentari raga meganguk setuju. Mentari beranjak dari kursi nya. Tanpa ia sadari ada Acha yang sedang membawa segelas air es. Tanpa sengaja mereka Tabrakan Mengakibatkan segelas es acha tumpah mengenai kaki mentari.
"Eh maff" Raga langsung berdiri manatap acha dengan penuh amarah membuat acha sedikit takut"lo ngk punya otak, yah apa gimana sih hah! Kalo jalan tu liat pakek mata , jadi kenakan anjing"bentak raga kesal.
"Maff, ga ngk sengaja" Balas Acha menundukan kepala nya.
"Maff,maff ngk guna"mentari, menyentuh tangan raga"udah, ini semua salah Aku. Aku tadi ngk liat"
"Duh, kan basa" Ujar raga membersihkan rok, nya mentari yang terkena air.
Acha, yang merasakan dada nya sakit, melihat insteraksi raga dan mentari. Pergi berlarian menjauh"achaa"teriak mutia.
"Lu, kenapa sih?? Hah, cuman kena air gitu doank marah sampe segitu nya sama Acha. Lebay tau ngk" Ujar mutia berlarian pergi menyusul Acha.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Acha duduk, di taman di sekolah nya. Mutia yang berada di sana mendekati Acha. "Udah, Acha jangan sedih terus donk samangat. Masak di marahin gitu aja nangis" Ujar mutia megelus kepala Acha. Acha menoleh "ngk, mutia, Aku takut soalnya raga ngk pernah semarah itu sama aku," balas Acha menghapus air matanya.
" Kata nya, sayang sama Acha kok. Galak banget hiks"mutia langsung memeluk Acha"cup, cup, cup udah yah, jangan mewek mulu nanti cepet tua lo"mutia melepaskan pelukan nya.
"Kalo? Cewek ngungkapin? Perasan nya ke cowo di jahat ngk mut? " Tanya Acha. "Confess?" Acha meganguk. "Ngk sih, cha itu kan emang hak elu mau confess. Confess kan bukan bararti ngajak pacaran cuman bilang perasan aja. Jadi ngk jahat" Jelas mutia menjelaskan setaunya saja.
"Kalo? Acha confess? Gpp kan? " Tanya Acha sekali lagi. "Tapi lu harus kuat kalo dia Nolak lu" Balas mutia.
Acha terdiam tak berani menjawab perkataan mutia.menyerna semua perkataan mutia.