PESTA BELUM SELESAI !

3.2K 328 87
                                        

BISA KAH KALIAN MEMENCET TOMBOL VOTE NYA, DAN TINGGALKAN KOMENTAR JIKA KALIAN INGIN BERKOMENTAR 🐱
.
.
.

Jennie POV

aku merasakan sinar matahari yang menyinari mataku, aku mulai membuka mataku secara perlahan, melihat kearah langit langit kamar hotel yang disinari oleh matahari dipagi hari. aku merasakan sakit yang luar biasa di daerah vagina ku, rasanya benar-benar sakit bercampur dengan rasa nikmat yang tidak pernah aku rasa seumur hidupku.

Ketika aku mulai bergerak, aku melihat tangan Lisa yang memelukku begitu erat, bahkan kepalanya sangat dekat dengan kepalaku, apa dia tidak menggunakan bantalnya?, Malah menumpang di bantalku.

Aku berbalik menghadap wajahnya, senyumku mulai mengembang ketika aku mengingat kejadian semalam yang kami lakukan sampai jam 3 pagi. Bahkan Lisa membuat ku cum sampai berkali-kali. Aigooooo, wanitaku memang sangat mesum, bahkan aku tidak menyangka, dia sangat hebat di ranjang.

Aku mengelus pipinya dengan sangat lembut, aku memajukan bibirku untuk memberikan kecupan dibibir tebalnya berkali-kali, Hingga akhirnya Lisa mulai terbangun dari tidurnya, dia melihat kearah ku, lalu aku tersenyum memandang wajahnya.

"Selamat pagi manduchik" ucap Lisa dengan suara seraknya, bahkan terdengar sangat seksi ditelingaku.

"Selamat pagi" aku tersenyum memandang wajahnya.

Dia berbalik melihat kearah jam di Handphonenya, lalu dia melihat kearahku lagi, dia memberikanku kecupan sangat cepat dibibirku, lalu menumpuhkan tangannya dikepala.

Aku bergerak sedikit, meletakkan kepalaku di dadanya yang tidak memakai apapun, jariku bergerak pelan di sekitar perut ratanya yang berbentuk kotak-kotak, bahkan untuk tubuh wanita, ini sangat bagus.

"Aku tidak menyangka, kalau kita akan berakhir ditempat tidur, aku pikir kau tidak akan pernah menjadi milikku lagi manduchik" aku tersenyum mendengar ucapannya.

aku melihat kearah wajahnya "kenapa kau bisa berpikir seperti itu" Lisa mulai mengelus rambutku, lalu tangannya berjalan ke punggung polosku, lalu mengelusnya dengan lembut.

"Kau sangat tega padaku, kau membiarkanku hujan hujanan diluar manison, lalu semua ucapanmu seperti membuat hatiku sangat sakit. Tapi, ntah kenapa, aku tidak bisa membencimu" aku tersenyum mendengar ucapannya.

"Kau tau, dalam suatu hubungan, harus ada pengorbanan yang besar. Dan aku sedang berjuang untuk hubungan kita" aku merasakan tangan Lisa berhenti mengelus punggungku.

"Sebenarnya apa yang terjadi?" Aku terdiam mendengar ucapan Lisa. Aku tidak tau harus mengatakan apa Padanya, apa aku harus bilang padanya kalau pembunuh oppa nya adalah appa dari sahabatnya sendiri.

"Kenapa kau terdiam?" ucap Lisa yang mulai mengelus punggung polosku lagi.

"Daddy menyuruhku untuk menjauhimu, hanya untuk sementara waktu, sampai semua nya terungkap, dan aku bisa bersamamu" ucap ku sambil mengelus perut rata Lisa.

"Kenapa kau harus berjuang sendiri?, Padahal hubungan ini, ada kau dan aku" aku menatap Lisa, lalu memberikan nya kecupan cepat dibibirnya.

Aku melepaskan pelukanku, lalu duduk di atas ranjang, aku mengikat rambutku seperti disanggul, lalu Lisa duduk disamping ku, dia memelukku dari samping, memberikanku kecupan di pundakku.

About us and them (GXG)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang