22

94 5 0
                                        


-

-

-

———

   Violet mengejapkan matanya, menatap ruangan bernuansa putih.

"Vi, gimana keadaan lo?" Tanya Alisha

"Minum dulu" Arkan membantu Violet yang ingin duduk, menyodorkan botol air mineral yang sempat ia ambil tadi.

"Egh, gue kenapa?" Tanya Violet setelah meminum air tersebut

"Lo pingsan Vi, gara-gara Selly tuh! Mana tu anak nggak ngerasa bersalah lagi, ih ngeselin banget!" Ucap Alisha

"Lo pusing?" Violet menggeleng lalu mengganguk

"Gimana? Mau pulang?"

"Nggak, gue di sini aja gapapa. Kalian kalo mau balik gapapa. Gue sendiri"

"Gue temenin"

"Nggak Ar, Lo nanti ketinggalan pelajaran. Jangan gara-gara gue, lo nggak ikut pelajaran" bantah Violet

"Nggak, nurut apa kata gue"

"Yaudah iya" balas Violet malas

   Beberapa menit lengang, hingga menampakkan Varo, Leon, Rendra, dan juga Galang yang memasuki UKS. Tampak Galang membawa sekantong plastik yang diyakini berisi makanan.

"Hai guys, kembali lagi dengan Galang! Ini nih, gue bawain eum, makanan buat kalian, huuu, seru banget!" Heboh Galang berjalan seperti anak kecil

"Lo dah gede. Bisa nggak, jangan malu-maluin?" Rendra memukul lengan Galang

"Anjir lo, dikira nggak sakit apa?, Sini lo, gue pukul, mampus!" Galang mengepalkan tangannya, siap memukul Rendra

"Ah banyak bacot lo berdua, sini makanan buat gue" Arkan mengambil alih plastik yang dibawa Galang

"Eh itu ada batagor gue ya, yang pedes, jangan dimakan"

"Vi, makan dulu" Arkan membuka styrofoam yang berisikan nasi goreng

"Nggak laper" gumam Violet

"Makan, gue suapin"

"Nggak mau" bantah Violet

"Biar lo ada tenaga Vi, sedikit aja"

"Sedikit"

"Iya" Arkan menyodorkan sendok, menyuapi untuk Violet, sedangkan Rendra dengan Galang masih ribut dengan sendirinya.

"Nih buat lo" Varo memberikan makanan yang sempat ia beli untuk Ocha

"Gue mana?" Cetus Alisha mengadahkan kedua tangannya tepat di depan Varo

"Ini"

"Ah thanks, gue kira lupa sama gue" ujar Alisha membuka styrofoam-nya yang berisi batagor

"Lo ga makan?" Tanya Ocha menatap Varo yang duduk di sampingnya

"Nggak, gue nggak beli"

"Yaudah ini, buat berdua, mau?" Ocha menatap Varo, Varo mengganguk sekilas, Ocha tersenyum senang, dengan segera menyuapi Varo dengan siomay miliknya

"Lo suka siomay?"

"Lumayan"

"Kok lo bisa beliin gue siomay?"

"Gue tau lo suka siomay" balas Varo yang mampu membuat pipi Ocha merona

"T-tau dari mana?" Tanya Ocha menyembunyikan wajahnya

"Apa yang gue nggak tau soal lo? Bahkan hal simpel tentang lo gue tau"

"Maksud lo?"

"Termasuk sprei yang lo suka, gue tau. Cara tidur lo"

VIOLET [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang