Greyson POV.
"Hei"
Setelah aku melontarkan kata itu, kulihat dia kaget. Aku pun tadinya kaget saat dia keluar dari kamarnya kebalkon yang ada didepan kamarku itu.
Jarak antara balkon ku dengan balkonnya yaitu, sekitar 1 meteran memang tidak terlalu jauh. Aku bisa melihat kamarnya dari disini.
"K-kau," dia menjawabku tidak percaya. Aku menatapnya dalam sampai ia tidak bisa berkata kata. Dia sangat lucu kalau sedang kaget.
Aku bisa melihat pipinya mulai memerah. Aku tersenyum melihat nya. Aku mulai berdiri di depan pagar balkon ku. Dia masih terdiam.
---
Alexa POV.
Dia mulai berdiri dekat pagar balkon kamarnya. Aku dari tadi masih terdiam. Aku yang tadinya ingin menenangkan diriku malah mendapatkan Kejutan yang tidak terduga.
Aku berdiri dan mulai menatapnya. "I-itu kamarmu?" aku memberanikan diri menanyainya. Dia tersenyum dan mengangguk. Aku tidak percaya.
'Apa yang sebenarnya akan aku lewati, nanti'
Aku bertanya tanya apa yang akan terjadi padaku nanti kalau teman kelas ku tau. Bahwa kamar kami bersebelahan. Pastinya aku akan dijauhi lebih lagi dan mungkin akan di bully lagi.
"Kau kenapa belum tidur, bukankah kau mengantuk?" Greyson bertanya. Aku memang mengantuk tapi aku tidak bisa tertidur.
"Hm, aku tidak bisa tertidur walaupun mengantuk" aku sudah mulai tenang berbicara dengannya. Aku berdiri di depan pagar balkon ku, menyamainya. Kamar ku tidak terlalu jauh dari nya, sekitar 1 meteran.
"Oh, mau kuputarkan sebuah lantunan rekaman piano?" dia mulai menawariku. Aku mengangguk mengiyakan. Dia mulai pergi kekamarnya, memutar rekaman piano.
Tak lama suara piano berbunyi, dari kamarku bisa terdengar jelas sekali. Dia mulai kembali, keposisi seperti tadi.
"Biasanya kalau aku tidak bisa tertidur, aku akan memutar rekaman piano biar bisa tertidur" dia mulai bercerita. "Oh, kurasa aku juga akan seperti itu".
Keheningan terjadi diantara kami, walaupun tidak sepenuhnya hening karena masih ada suara piano.
"Besok, kau ada acara?" Greyson mulai bertanya kepada ku. Aku yang melamun karena keheningan langsung mendongakkan kepala ku. "Tidak memangnya kenapa?" aku menjawab pertanyaan nya. Sebelum menjawab dia terlihat seperti sedang mengingat sesuatu.
"Temani aku ke suatu tempat" dia mengatakannya bersemangat. Sebelumnya belum ada seseorang lelaki yang kukenal yang mengajak ku pergi, selain kejadian Calum kemarin lalu.
Aku menundukkan kepalaku, agar bisa menahan pipiku yang memerah ini. Dari tadi, saat kemunculannya pipi ku memang sudah memerah. Tapi, kali ini kurasa sangat merah.
"Kau bisa kan?" dia menambahkan. Aku tidak bisa berkata untuk menolaknya. "Iya tapi kemana?" aku bertanya.
"Aku hanya ingin pergi berkeliling" dia menjawab pertanyaan ku singkat. "Bukankah kau sudah berkeliling dengan yang lainnya kemarin?" akhirnya aku dapat alasan yang tepat untuk menolaknya.
"Yah, tapi kali ini aku ingin berkeliling dengan mu saja" dia mengatakannya seperti tidak mau melepaskanku. Aku tidak tau mau ngomong apa untuk menolak ajakannya.
"Kalau begitu, besok aku akan kerumah mu. Mungkin pagi, atau siang hari" dia menambahkan. "Okay" aku berusaha untuk tenang.
"Hm, ini sudah malam, sebaiknya kau tidur," dia menyuruhku. "Ka-kau benar" aku mengatakannya. Akhirnya aku bisa pergi dari sini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Nerd Girl
FanfictionThis Story is a bit Strange And This is just a Fanfiction from Me Synopsis: Hari hari membosankan bagi seorang Nerd, tapi aku akan mengubahnya menjadi hari hari yang tidak akan terlupakan. -Alexa Slavokia- Highest rank on Fanfiction story : #32 Than...
