CHAPTER 6

179 32 18
                                        

Teng... Teng... Teng...

Bel tanda istirahat pun terdengar, sontak para murid keluar kelas menuju kantin untuk mengisi amunisi dan energi buat perang di jam selanjutnya.

"Joy, kemarin tuh gue ketemu cogant tau. Ganteng banget sumpah. Namanya kak Iyon" ungkap Seya semangat.

"Seya mah semua dikatain ganteng. Erin sampai capek dengernya" celetuk Erin tiba-tiba.

"Tapi ini tuh beda Rin, Joy. Dia gantengnya pake banget. Gue aja rasanya pengen ngegebet dia deh" jelas Seya.

"Lah? Terus abang yang satunya mau dikemanain?" tanya Joy heran. 'Heran, kok gue punya temen cantik tapi demen jomblo. Hobinya koleksi gebetan doang, gak ada yang officially' batin Joy heran dengan hobi temannya yang satu ini.

"Tetep dialah!" balas Seya cepat. 'Kan jadi kangen dia. Mana semenjak masuk ke sekolah gue belum lihat dia' batinnya.

"Terus Iyon-Iyon itu gimana?" tanya Joy sekali lagi.

"Gue kan cuma bercanda masalah kak Iyon, dia tuh cuma sebatas role model gue" ucap Seya. Hening, tak ada yang membalasnya.

"Tapi Joy, lo cocok tau sama kak Iyon. Kalau kalian jadian, fiks kalian bakal jadi 'Couple Goals' di sekolah ini" lanjutnya yang dibalas tatapan semangat oleh Joy.

"Beneran Sey?" tanya Joy dibalas anggukan semangat oleh Seya. "Kenalin sama gue dong Sey, gue penasaran banget setampan apa sih dia sampai lo bicarain dia mulu"

"Iya, ntar gua usahain, tp kayaknya susah deh. Dia itu dingin banget Joy, tipikal anak yang bakal susah di deketin. Gue aja belum pernah bicara sama dia saking juteknya. Hampir mirip Leo tau, irit ngobrol, ya nggak Rin?"

"Iya Joy, kak Iyon itu misterius banget" jawab Erin.

"Kantin dulu. Bentar lagi masuk" potong Leo mengakhiri pembicaraan.

Mereka berempat pun melangkahkan kaki mereka menuju kantin yang sudah lumayan sepi karena jam istirahat yang sudah lama berlalu akibat obrolan tak berbobot mereka.

Setibanya di kantin, Erin dan Leo ditugaskan memesan makanan untuk mereka berempat. Sementara Joy dan Seya bertugas mencari tempat duduk.

Joy memilih meja makan di paling pojok, katanya biar lebih bebas ngegosipnya. Setelah memilih meja, makanan pesanan mereka pun datang dan langsung saja disantap dengan lahap.

Disaat sedang asyiknya mengunyah, mata Erin tak sengaja menangkap sosok yang mereka gosipkan sejak tadi. Tidak jauh dari posisi mereka terlihat Iyon yang tengah memesan makanan.

"Btw Sey, itu bukannya kak Iyon ya?" Tanya Erin membuat semua tatapan tertuju ke sosok yang dimaksud Erin. Hanya Leo yang tak memperdulikannya dan tetap memilih melahap makanannya.

"Iya bener. Hari ini pun tetap ganteng, gimana sih jadi orang? Gue kan auto suka kalau gini" nyeleneh Seya.

"Lo mah semua yang ganteng di embat" ucap Leo ketus.

"Apaan sih Yo, kok lo suka banget nyakitin hati gue? Terluka nih hati" balas Seya yang hanya mendapat tatapan malas milik Leo. "Tapi Joy, dia beneran ganteng kan? Iya kan? Kan?" tanya Seya semangat.

Tak mendapat balasan dari Joy, Seya memutuskan untuk melihat ke arah Joy yang ternyata sedang melamun dengan tatapan yang fokus ke arah Iyon. Melihat itu, Seya pun memberi kode ke arah Erin untuk membuyarkan lamunan Joy yang kebetulan Erin dan Joy bersebelahan.

Posisi duduk mereka, Joy bersebelahan dengan Erin dan di depannya ada Leo dan Seya.

"JOY!!!!!" Teriak Erin tepat ditelinga Joy yang berhasil menyadarkan Joy dari lamunannya.

Sekedar RasaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang