CHAPTER 20

115 15 6
                                        

Ting!!!

Suara notifikasi terdengar yang berasal dari sebuah telepon genggam gadis cantik kita, Claery. Dia Pun segera mengambil dan melihat sebuah bilah pesan yang muncul dari layar telepon genggamnya.

Kak Seya
Besok jadikan kita jalannya?

Tak ingin membuat sang senior menunggu lama, ia pun dengan segera mengetik balasan untuk seniornya.

Claery
Jadi dong kak
Udah gak sabar
Pengen cepat-cepat besok rasanya

Kak Seya
Sama, pengen aku putar jamnya biar cepat pagi

Claery
Yah mana bisa kak
wkwkwk

Kak Seya
Bisain aja
Btw, besok kita langsung ketemu di mall aja ya

Claery
Okey kak

Kak Seya
Aku ajak Leo gak Clae?
Biar kamu ekhemm...

Claery
Apaan sih kak?
Gak usah ngide deh

Kak Seya
Padahal niat aku baik loh

Claery
Kalau emang jodoh pasti ketemu kok
Gak dipaksapun tetep datang

Kak Seya
Iya deh yang bijak
Udah dulu ya, Dipanggil bunda soalnya

Claery
Oke kak
Good Night

(Read)

Senyum pun mampir di wajah Claery setelah membaca ulang isi pesannya. Bukan kah ini sama saja dengan dia mendapatkan restu dari sahabat lelaki pujaannya?

Iya benar, seorang Claery telah menyukai sosok berhati dingin nan hangat itu, Leo. Dia pertama kali bertemu Leo di tempat kursus.

Lambat laun, mereka pun berteman dan kerap jalan beberapa kali. Yah walaupun dengan Seya sebagai alasan. Mana mau seorang Leo jalan berdua dengan gadis lain selain sahabatnya, Seya.

Walau demikian, Claery tak pernah cemburu dengan kedekatan Seya dan Leo. Ia paham betul dengan hal itu, Lagipula dia tau Seya itu tidak menyukai Leo dan justru Seya mendukungnya untuk bersama Leo.

Fakta itu bisa sedikit membuat Claery lega. Namun jujur saja, hati kecilnya terkadang bertolak belakang dengan logikanya. Memang benar Seya tidak menyukai Leo, Tetapi Leo?

Bertahun-tahun dekat dengan mereka berdua membuat Claery menyadari sesuatu. Hati Leo sudah berpenghuni.

Claery juga tahu siapa gadis yang berhasil mengambil tempat di hati Leo. Sosok gadis yang selalu menjadi prioritas bagi Leo setelah ibu dan adiknya, Seya.

Dia mengetahui fakta ini dari sebuah kejadian dimana Seya terkunci dalam gudang di tempatnya kursus. Gudang yang gelap dan terasa sempit itu kontan membangkitkan rasa takut dan berhasil membuat Seya menangis ketakutan.

Leo yang menyadari tidak hadirnya eksistensi Seya dalam radarnya membuat satu tempat kursus heboh. Bagaimana tidak? Leo terlihat seperti orang kesurupan mencari sosok Seya. Bahkan Leo tak segan untuk menerobos kelas yang berlangsung di tempat kursus tersebut.

Setelah sekian lama menggeledah isi gedung tempat kursus dengan bantuan pegawai, akhirnya Seya berhasil ditemukan oleh Leo.

Claery yang baru sampai ke tempat kursus karena ada urusan keluarga pun tidak mengerti dengan keributan yang terjadi. Namun, setelah mendengar kabar bahwa Seya terkurung di gudang membuatnya kalut dan segera menyusul ke tempat Seya.

Sekedar RasaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang