"Faresta buruan ntar keburu Ayah pulang" Ucap seseorang yang kini sudah berkeringat dingin di bawah pohon menunggu si tuan monyet ngambil mangga.
"Sabar napa sih Al, Daddy belum pulang jam segini" Teriak Faresta dari atas pohon, mulutnya mengigit ujung bajunya yang sekarang ia jadikan tempat untuk menaruh mangga yang sudah ia petik.
"Lama banget sih bagi gua satu" Ucap Alfin, yap dia Alfin.
Bughh!!
"Bangsat lo! Ga di atas kepala gua juga lo jatuhin mangga nya" Alfin mengusap kepalanya yang baru saja di jatuhi Faresta mangga muda yang di petik Faresta.
"Kan lo yang minta" Ucap Faresta dengan santai dan lanjut memetik mangga.
"Gua robohin juga nih pohon" Kesal Alfin dan segera mengambil mangga yang sudah mengenai kepalanya tadi.
"WOI DADDY PULANG!!" Dia Rejava, ia ditugaskan Faresta untuk berjaga jaga jika nanti Daddy nya pulang.
Faresta yang mendengar teriakan Rejava pun segera turun dari atas pohon dan menyimpan semua mangga yang dia petik di belakang pohon.
Lalu segera berbaring di Tanah dan berpura pura terjatuh dari sana.
"Hikss huwaaaa Daddy" Emang ni bayi nakalnya minta ampun.
"Woi al ngapain bengong" Ucap Faresta menghentikan sebentar aksi tipu tipunya.
"Eh iya iya" Alfin berjalan mendekati Faresta dan berpura pura sedang menenangkan Faresta yang menangis.
"Daddy!adek jatuh" Teriak Rejava saat melihat Faresta dan Alfin sudah siap memulai drama murahan ini.
"Haa?jatuh di mana bang?" Rajendra langsung menghampiri Rejava yang kelihatan cemas.
"Itu disana" Rejava menunjuk Faresta dan Alfin dengan Faresta yang sudah mengeluarkan air mata buayanya.
"Kenapa bisa jatuh sih?kan Daddy udah bilang mainnya jangan lari lari" Rajendra mendekati Faresta dan segera mengangkat Faresta kedalam gendongan Koala nya.
"Cup cup gapapa okee" Rajendra mengelus Rambut Faresta sambil berjalan masuk kedalam Mansion.
Faresta mengangkat kepalanya dari ceruk leher Rajendra dan memberikan isyarat kepada Alfin agar mengambil mangga yang sudah ia ambil tadi.
"Hiks sakit Daddy" Sesudah memberi kode ke Alfin tadi sekarang Faresta melanjutkan kembali Drama nya ini.
"Yang mana yang sakit hmm? Nanti Daddy usap usap jangan nangis lagi" Ucap Rajendra.
"Abang, kakak ayo masuk kedalam jangan panas panasan" Sebelum masuk kedalam Mansion Rajendra lebih dulu menyuruh Rejava dan Alfin untuk masuk kedalam.
"Baby kenapa dad?" Ucap Rora saat melihat Rajendra dengan Faresta digendongan nya dan jangan lupakan 2 anak ayam yang ngintil di belakang Rajendra.
"Jatuh tadi"
"Oh iyakah?" Ucap Rori.
"Emm boleh Rori minta mangganya?" Mata Faresta langsung terbuka saat mendengar perkataan Rori.
Bahkan Rejava dan Alfin ikut kaget.
"Ohh ayolah kucing nakal kita tidak sebodoh itu meninggalkan kalian tanpa pengawasan di Mansion ini" Rajendra mungkin saja bodoh karna faktor semakin tua tapi tidak dengan Rora dan Rori.
Hei, Rajendra tidak semiskin itu sampai tak sanggup untuk membeli CCTV.
"Akui kesalahan kalian" Ucap Rora.
"Kan udah tau kalau kita ngambil mangga kok malah nanya lagi?" Faresta dan Rejava melotot melihat jawaban Alfin.
"Alfin bangsat"
KAMU SEDANG MEMBACA
FARESTA [END]
CasualeMenceritakan seorang pemuda nakal yang tak kenal namanya aturan, Dikarnakan hidupnya yang tidak di dampingi orang tua dan dimana hidup nya hancur berkeping-keping saat orang tuanya memutuskan untuk bercerai tanpa memikirkan resiko apa yang berdampak...
![FARESTA [END]](https://img.wattpad.com/cover/280492933-64-k705261.jpg)