Mengapa dia sama seperti sosoknya?

6 3 0
                                        

Terus beri vote ya...makasih yang udah setia baca story Lia🤗
______________________

Happy reading guys 🥳🥳🥳

Rayhan menawarkan diri kepada Dira
"Ra, jangan sedih lagi. Sekarang gue yang selalu jagain Lo ko"

"Tapi sebelum itu mau gak Lo jadi sahabat gue?"

Dira terkejut bagaimana mungkin Rayhan mau bersahabat dengan dirinya, sedangkan Rayhan ini orang yang sangat disegani oleh kaum hawa karena ketegasannya, dan most wanted karena ketampanannya.

"Gimana ya ka...Kaka gak malu sahabatan sama Dira yang notabene cupu?"

"Gue gak pedulikan mau Lo cupu apa yang gue peduliin adalah Lo mau di bully terus -terusan sama mereka?" Benar juga apa yang diucapkan Rayhan kepadanya

" Iya ka Dira mau, makasih ka udah mau jadi sahabat Dira"

_flashback off

Sekilas teringat akan masa lalu dirinya dengan Rayhan

'mengapa Brian sama seperti ka Rayhan? Dari gaya bicaranya agak mirip yang membedakan hanya kosakatanya aja si, dari penampilannya juga sama' batin Dira bertanya-tanya.

Brian heran sejak tadi dia ajak bicara, Dira hanya diam dan melamun, apa yang dia pikirkan.

Brian membeli minuman dingin dan menempelkan ke pipi Dira, Dira terkejut tiba- tiba di pipinya terasa sangat dingin, melihat siapa pelakunya segera ia menggeplak kepada Ian.

"Nyebelin banget si" Dira kesal sedang memikirkan tentang dirinya dan Rayhan malah Ian membuyarkan semua

"Makanya jangan kebanyakan melamun, awas kerasukan loh" ejek Brian

Author : (nyebelin bnget lu bambank🥴)

"Eh dah sore nih balik yuk" ajak Brian

"Yuk eh tapi, aku pulangnya gimana, apa bareng sama kamu?" Tanya Dira

"Ciee udah aku kamu aja nih?" Ledek brian

"Eh maksudnya gak gitu, reflek aja tadi" Dira berbohong tanpa disadari, pipinya memerah karena malu

"Biasa aja kali mukanya jangan blushing" ledek Brian

Mereka telah tiba di rumah Brian, yang pertama kali Dira lihat adalah foto yang terpajang dekat nakas, dilihatnya terpampang foto 2 bocah lelaki tersenyum.

Dira masih terfokus dengan foto 2 bocah lelaki yg sedang tersenyum. Ia perlahan mendekat dilihatnya secara lekat, sepertinya itu Brian tapi yang satunya lagi siapa ya?

Brian yang melihat foto kecilnya dilihat pun segera mengambilnya
"Ngapain si liat fotoku" ujarnya malu
Secara yang dilihat itu adalah foto masa kecilnya

"Liat donk, oh iya bocah yang satunya siapa itu? Tanya Dira

"Udahlah jangan bahas foto, udah yuk kita beresin barang - barang kamu dulu" titah Brian mengalihkan pembicaraan

Sebelum pulang ke rumah Brian, mereka menuju ke rumah Dira untuk mengambil barang - barangnya.

                                         ***

Dira saat ini sedang beristirahat di rumah Brian, Brian? Jangan tanyakan lagi, dia saat ini sedang berada di cafe

"Hai bro, kemana aja dah lama gak ngumpul nih?" Brian baru saja datang, langsung ditanyakan

Brian memutar matanya dengan malas
"suruh duduk dulu kek"

Brian langsung duduk dan high five dengan kawan-kawan nya Rio

"Oh iya gimana kabarnya Vano?" Tanya Rio
Kepada Brian yang notabene sebagai sepupu dari Rio

"Entah gue juga gak tau, terakhir yang gue denger kabarnya dia lagi ada di Bandung ortunya disana sekalian sekolah disana, keknya bakalan menetap disana" jawab Brian

"Btw, besok hari Senin gimana pulang sekolah kita ngumpul lagi di cafe ini" usul Rio

"Gue si asal bantuin ramein nih cafe gue, oke - oke aja" jawab Gilang teman sekaligus anak dari pemilik cafe

"Liat nanti aja ya...gue gak bisa janji, soalnya gue disuruh ibu buat jaga anak dari sahabat nyokap gue" jawab Brian

"Wih sapa tuh, cewe kan? Cakep kagak?" Pertanyaan beruntun dari Rio, Gilang? dia sudah pulang karena di telpon dari ibunya

"Ntar juga Lo tau, gue balik Luan ya" pamit Brian.

Tanpa disadari Brian, ada seorang lelaki berpenampilan serba hitam itu masih mengintai Dira, sebenarnya ia berpenampilan yang berbeda sejak Dira jalan - jalan bersama orangtuanya hingga Dira tak menyadari itu.

To be continue...

Di Ujung PenantiankuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang