Bertemu kembali

4 1 0
                                        

Jangan lupa beri vote ya...



Happy reading all

Tak lama seseorang dari luar membuka pintu dengan pelan membuat Dira takut setengah mati, bagaimana jika itu penculik?

Saat pria itu membuka pintu, yang pertama kali Dira lihat bukan penculik melainkan....

Rayhan?

Dira sedari tadi mengucek matanya secara berulang - ulang, seraya memastikan bahwa yang ada dihadapannya ini bayangan Rayhan atau Rayhan asli.

Dira masih menatapnya bahkan tak berkedip sama sekali, hingga tak sadar bahwa lelaki itu sudah ada di dekatnya. Kemudian Rayhan mengelus pelan pipi Dira dengan sayang, jujur dia sangat rindu sekali dengan Dira, jika diperbolehkan ia ingin terus berada di dekat Dira

Dira kemudian tersadar, langsung saja melepas jemari Rayhan dengan kasar, dan kemudian menangis terisak - Isak, dan itu membuat Rayhan semakin bersedih karena nya Dira yg sekarang jadi lemah, dan cengeng

Bagaimana Rayhan bisa tau? Karena selama ini Rayhan selalu memantau Dira kemanapun Dira pergi dengan menyuruh seseorang untuk mematai Dira

Dan ya... seseorang itu adalah yang tak lain adalah Vano, namun Dira tidak mengetahuinya.

Dengan segera Rayhan memeluk Dira dari belakang dan berujar

"Maaf kalo selama ini kamu selalu menangis kepergian ku, bahkan membuat dirimu perlahan berubah setelah aku meninggalkan mu. Aku berjanji mulai detik ini aku gak akan menjauhimu, aku akan selalu ada untukmu, I promise Nadira Geovani !"

Dira yang mendengar perkataan Rayhan pun perlahan merubah posisinya menjadi menghadap ke arah sang empu

"Apakah kau tak akan membohongiku lagi? Aku pegang janjimu" ujar Dira

"Percayalah padaku, maaf dulu aku pernah mengingkari janjiku tapi itu semua atas permintaan orang tuaku, mereka meminta agar aku bersekolah Amrik. Kamu tau selama aku disana hingga detik ini aku terus saja memikirkan mu, aku takut jika suatu saat kita bertemu kembali kau akan membenciku dan memilih untuk menjauh dariku" terangnya dengan sorot mata yang menyiratkan kesedihan yang terdalam
            

               
/Sebenarnya yg mengetikkan sebuah pesan di handphone Dira itu sebenarnya adalah Risa, jadi ini gak ada sangkut pautnya dengan Rayhan/

Risa yg melihat Brian dkk, Vano dan juga Erina tersenyum smirk
'sebentar lagi kalian akan masuk ke perangkapku'

Kemudian Risa pergi meninggalkan tempat itu dan bersiap - siap untuk merencanakan selanjutnya
'seandainya kau membalas cintaku, aku tak akan melakukan sekeji ini' dalam lubuk hati Risa ada rasa bersedih namun, ia memilih untuk tetap melanjutkan rencana nya

Risa sangat terobsesi dengan Brian, hingga ia akan lakukan segala cara agar bisa mendapatkan Brian.

             °°°

Brian, Rio, Erina kini pergi ke sebuah tempat berdasarkan alamat yg sudah diberikan dari  pesan di hp Dira

Kini mereka telah sampai tujuan, hak yang pertama kali mereka lihat adalah sebuah Bangunan yang telah lama usang terdapat banyak sekali jaring laba - laba di sekitar gedung tua itu, segera saja Brian masuk duluan meninggalkan teman nya karena dirinya merasa sangat penasaran dan khawatir dengan Dira

Mereka mengecek satu persatu ruangan, namun ada satu yg belum mereka cek yaitu bagian belakang paling ujung, baru saja melangkah sudah dkejutkan dengan sebuah   serpihan kaca, batu, dan juga darah memanjang hingga ke lorong ujung saat sampai tiba di ruangan itu

Saat hendak membuka pintu, seperti ada yang membanting kasar pintu dari arah seberang sana, dan juga banyak lorong - lorong juga ruangan membuat bulu kuduk mereka berdiri, namun mereka tak gentar untuk terus mencari dan mencari

Brian yang menyadari sepertinya ada yang tak beres disini segera saja ia memutuskan untuk berpencar, namun karena Erina yang notabene mempunyai phobia kegelapan ia tak berani untuk pergi sendiri, akhirnya Erina pergi ke seberang sana dengan Rio, sedagkan Brian hanya seorang diri membuka pintu yang ada di hadapannya.

             °°°             

Dira sampai detik ini masih enggan untuk singgah, karena tidak diperbolehkan keluar bahkan hanya untuk ke dapur saja, tidak boleh. Berlebihan sekali Rayhan ini

Dira merasa dirinya diliputi rasa cemas, bagaimana tidak? Dirinya sudah berdiam diri di dalam kamar Rayhan sedari pagi, bagaimana jika ada orang yang mencarinya terutama orangtuanya juga Brian?

Dirinya termenung memikirkan, hingga tak sadar Rayhan menatapnya bahkan kehadirannya saja tidak diketahui oleh sang empu.

Rayhan segera menempelkan pipi Dira dengan minuman dingin, membuat sang empu terkejut.

"Ngagetin aja si, makasih" Dira lantas meminumnya

"Hmm...ada hal yang mau aku omongin ke kamu" Rayhan berujar

"Aku mau kenalin kamu ke orangtuaku, dan aku ingin izin sama orangtuamu setelah kmu lulus sekolah aku ingin melamarmu" lanjutnya

Membuat Dira yang semula sedang minum langsung tersedak
"Ka-kamu mau lamar aku?" Beo Dira dengan terkejut bahkan matanya membulat sempurna.

__________________________

Bagaimana jawaban Dira mengenai pertanyaan yg dilontarkan oleh Rayhan?

Tetap stay baca cerbungku yak...

Di Ujung PenantiankuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang