Happy reading all
Arga merasa seperti ada seseorang yang memperhatikannya, dan benar saja saat berbalik arah, Ada orang yang memperhatikan gerak - gerik nya siapa lagi kalo bukan Brian
"Sepertinya aku harus pergi dari sini" monolog Arga berlari menjauh dari Rumah Sakit.
Brian yang hendak mengejarnya pun mendadak kehilangan jejak
"Dimana pria yg tadi? Gue kehilangan jejak lagi, awas aja kalo sampe gue temuin tuh cowok bakalan gue cegat" ujar Brian
Brian berjalan kembali menuju ruangan ICU dimana Dira dirawat, saat ingin membuka pintu, dirinya mendengar celotehan Erina membuat Dira tertawa. Brian yang mendengar nya pun tersenyum bahagia
'Gue harap ini adalah awal kebahagiaan Lo' ujar Brian dalam hati
Brian tidak jadi masuk, ia akhirnya memutuskan untuk pergi menuju koridor, semabri menikmati terpaan angin yg berhembus
Tiba - tiba di depan ada seorang kakek yg sedang berjalan menggunakan tongkatnya dengan kesusahan, kakek itu berjalan sendirian dengan tertatih - tatih.
Segera Brian menghampiri nya dan menuntunnya
"Kek, mau saya bantu?" Tawar Brian
"Tolong antarkan saya ke taman ya nak" ujar kakek itu
***
"Andaikan saya tidak pergi meninggalkan anak saya, saya pasti bisa bertemu dengan anak, menantu beserta cucu saya" ujar kakek tersebut
"Kalo boleh tau nama kakek siapa?" Tanya Brian sopan
"Nama kakek adalah Wijaya Kusuma, kamu tau nak, melihat dirimu mengingatkan saya dengan cucu saya yang diperkirakan seusia denganmu" ujar kakek Wijaya
"Kalo kakek berkenan, kakek boleh anggap Brian sebagai cucu kakek" ujar Brian menawarkan
Akhirnya mereka berbincang panjang lebar, dan ada pertanyaan yg yg timbul dalam benak masing - masing
'Mengapa aku merasa seperti pernah mengenalnya?' benak Wijaya
'mengapa aku merasa dia pernah menjadi bagian dari keluarga ku?' batin Brian
R tak sengaja melihat kakek nya bercengkrama dengan seseorang, tetapi siapa dia?
Saat ingin menghampiri, suara dering dari dalam saku membuat ia mengurungkan niatnya untuk menghampiri kakeknya dan menjawab telpon
"Ya, oke saya segera kesana"
R pergi menuju kantor karena tiba - tiba ada meeting dadakan
Kemudian ia mengabarkan kepada kakeknya lewat chat
'kek, maaf ya aku gak bisa temenin dulu, aku tiba - tiba ada meeting dadakan yg gak bisa aku tinggal, aku udah suruh seseorang untuk menemani kakek'
***
Beberapa hari ini Erina masih enggan tuk pergi kemana - mana, dirinya masih diliputi rasa cemas, gelisah, sedih, dan takut bila suatu saat Dira akan menjauhinya.
Dira? Saat ini kondisinya belum stabil, dia masih berada di Rumah Sakit ditemani oleh orangtuanya.
Bahkan selama di sekolah Erina terus berdiam diri di kelas, bahkan sering kali melamun untung saja ada Vano yg selalu menemani.
"Na, Dira kenapa ya kok gak sekolah hari ini?" Tanya Vano
"Dira kecelakaan saat ini dia mengalami amnesia, ini semua karena aku, aku benci diriku, aku emang pembawa sial" ujar Erina terisak
Beruntungnya, mereka kini berada di rooftop hingga semua orang tidak mendengar ucapan dari Erina barusan.
"Apa yg membuatmu menyalahkan dirimu sendiri?" Tanya Vano
Erina menceritakan kejadian awal Dira kecelakaan hingga Dira dirawat di Rumah sakit. Semua itu Vano simak dan sejujurnya Vano sudah mengetahuinya, namun ia hanya ingin cerita lebih detail nya mengenai Dira kepada Erina teman nya.
'Gue bakal kasih pelajaran buat lu Risa, liat aja !' Vano membatin
Brian merasa kehilangan, biasanya Dira yang selalu jadi tujuan untuk menemaninya ke kantin. Kini ia hanya seorang diri pergi ke kantin.
Tak lama teman nya, Gilang dan Rio menyusul Brian, mereka melihat perubahan Brian, dengan wajah nya yg selalu menunduk, sedaritadi tidak berbicara banyak, lebih banyak melamun.
Teman nya mencoba menghibur Brian, namun itu tidak membuat Brian terhibur, akhirnya teman nya hanya bisa pasrah.
"Oh iya Lo katanya punya adek cewek namanya siapa?" Tanya Rio kepada Gilang
"Suatu saat Lo bakal tau siapa adek Gue" jawab Gilang
"Lo tau bertahun - tahun gue sekeluarga nyari keberadaan adek gue, tapi hasilnya nihil. Dan setelah Gue suruh orang buat cari keberadaan adek Gue bahkan sampe nyari biodata siswi yg sekolah disini"
"Dan Lo tau siapa dia?" Lanjutnya
"Siapa?" Tanya Rio
"Dia adalah teman dekat Dira" jawabnya
Rio yg tengah menyeruput minuman, langsung tersedak oleh jawaban dari Gilang
"Maksud Lo Erina?" Tanya Rio
Gilang menganggukkan kepalanya kemudian kembali berucap
"Tapi Gue belum tes DNA dia, niatnya si setelah Gue jenguk Dira sekalian tes DNA si Erina"
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Guys, kalean penasaran gak sama Arga yg mengetahui keadaan Dira? R yg tiba - tiba berada di Rumah Sakit?
Juga, kehadiran kakek tua itu?
Dan kalean penasaran gak apa yang dimaksud dengan Gilang?
Jangan lupa vote nya ya🧸
KAMU SEDANG MEMBACA
Di Ujung Penantianku
ChickLitKapan hidupku akan bahagia? jujur aku capek, aku gak kuat jalani hidup ini Aku berharap semoga suatu saat, bisa bertemu dengan seseorang yang membuat hidupku bahagia... ^Nadira Geovani^ ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~...
