Jangan lupa vote nya ya...
°
°
°
Happy reading guys 🥳🥳🥳
[Btw, ini cerita lanjutan part 57 ya guys😊]
Dira perlahan mulai membiasakan diri memanggil ibunya Dira dengan sebutan ibu, karena bundanya memintanya untuk memanggil Tante Fira dengan panggilan ibu.
Perlahan Dira tubuhnya melemas karena sedari siang ia belum memakan apapun, perlahan Dira mulai memaksakan diri dengan berpegangan tangan pada anak tangga untuk naik ke kamar nya dengan tertatih - tatih
Dira yang sudah tak kuat berjalan ia akhirnya sampai di pintu kamarnya, namun sebelum membuka pintu kamarnya dirinya terjatuh dengan posisi kepala yang membentur pintu nya dan perlahan pandangan kabur hingga menggelap.
Brian yang hendak ingin bertanya keadaan Dira pun berjalan menaiki anak tangga, namun saat sampai tiba di depan pintu
Ia terkejut, Dira pingsan tepat di depan pintu kamarnya. Segera Brian menggendong Dira ala bridal style dan membawanya ke RS dimana Dira dirawat sebelumnya dan tak lupa Fira mengokor dibelakangnya
dengan keadaan panik, cemas, takut Dira kenapa - napa lantaran baru saja Fira hendak tidur, namun ia urungkan ketika mendengar teriakan dari anaknya, Brian.
^^^
Rayhan kini pergi meninggalkan Indonesia, keluarganya dan juga belahan jiwanya. Nadira Geovani.
Sudah lama ia menantikan moment dimana ia bisa pulang ke Indonesia untuk bertemu dengan keluarga nya dan juga bisa bertemu kembali dengan Dira, namun ternyata itu semua hanya sebatas angan semata.
'maafkan saya Ra, bukan saya yg mengingkari janji...tapi ini karena perintah dari kakek yg gak bisa aku langgar. Semoga kamu baik - baik aja tanpa saya' Rayhan sekarang hanya bisa membatin
'selamat tinggal, semoga kalian bahagia tanpaku' Rayhan kembali membatin dengan menatap luar kaca pesawat yg sudah landas itu.
^^^
Dira kini mulai siuman dari pingsan nya, mulai terbangun dan tiba - tiba dirinya memanggil Brian.
Brian menoleh dan mendekat ke arahnya, yang kebetulan Brian duduk di tempat yang tak jauh dari ranjang rumah sakit
"Iya kenapa Ra?"
"Aku sudah ingat semuanya, maaf klo selama ini aku ngerasa asing sama kamu dan menjauh dari kamu" terang Dira
"Iya gapapa kok"
"Btw, orang tuamu kemana beberapa hari ini keknya jarang aku lihat dia mampir ke rumah?" Lanjut Brian
"Lagi ada urusan katanya tapi kali ini di luar negeri mungkin membahas soal bisnisnya" terang Dira
Brian yang mendengar jawaban Dira hanya manggut - manggut saja.
"Hmm...
"Iya? Klo ada yang mau diomongin ngomong aja" ujar Dira
"Sebenarnya ada hubungan apa kamu dengan Vano? kenapa terlihat sangat dekat sekali, bahkan panggilannya bukan Vano melainkan Arga" tanya Brian
Dira yang mendengar pertanyaan Brian pun menegang
'bagaimana Ian bisa mengetahuinya? Apakah saat aku amnesia, aku mengucapkan Arga di hadapan nya?' batin Dira bertanya - tanya.
"Sebenarnya...."
Tiba - tiba handphone Brian berdering, segera ia angkat dan pergi menjauh dari ruangan tersebut.
'jika semuanya akan terungkap, aku takut suatu saat terjadi sesuatu hal yang buruk. Entah kenapa firasatku mengatakan semuanya akan terjadi? Semoga saja semuanya akan baik - baik saja' Dira membatin dengan pandangan mengarah di luar ruangan
^^^
Vano kini berada di apartemen, sudah beberapa bulan ia tinggal di apartemen seorang diri. Beruntungnya ia mempunyai teman yang setia dan selalu ada untuknya yang bernama Darrel.
Vano berdecak kesal hingga tak sadar dirinya bermonolog yang didengar oleh Darrel
"Jujur Gue lelah diberi perintah oleh Rayhan untuk kembali memantau Dira dan tak lupa untuk selalu memberi kabar tentang Dira"
"Gue capek, lagi lagi hidup gue selalu diatur. KAPAN GUE BAHAGIA?"
"Apa dengan gue bundir semuanya akan baik - baik saja dan apakah setelah gue mati mereka akan bahagia dengan tanpa adanya kehadiran gue?"
"KENAPA ORANG LAIN BISA BAHAGIA SEDANGKAN GUE...GUE CAPEK DENGAN HIDUP GUE YG SELALU DIATUR, DIKEKANG. HIDUP GUE GAK BAHAGIA"
"Kapan Gue bisa bahagia kek yg lain, gue juga mau kek orang lain"
Kemudian tak lama Vano kembali tertidur, Darrel mulai memapah Vano untuk tidur di ranjangnya.
Darrel selama ini yang selalu ada untuk Vano hingga di saat Vano tinggal di Indonesia, ia masih setia bersamanya.
_________________________
Siapakah Darrel? Bagaimana mungkin hanya sekedar teman, namun Darrel selalu ada?
Duh, kira - kira keadaan Dira gimana ya? Khawatir gak kalean???🥲
KAMU SEDANG MEMBACA
Di Ujung Penantianku
ChickLitKapan hidupku akan bahagia? jujur aku capek, aku gak kuat jalani hidup ini Aku berharap semoga suatu saat, bisa bertemu dengan seseorang yang membuat hidupku bahagia... ^Nadira Geovani^ ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~...
