Menyesal

2 1 0
                                    

Jangan lupa vote nya ya guys...



Happy reading guys 🥳

Dira saat ini tengah mengerjap kan matanya, ia melihat sekeliling dan tercium bau obat- obatan bisa diperkirakan sepertinya di Rumah Sakit.

Kini ia sendiri, mencoba mengingat apa yg terjadi pada dirinya, semakin ia mencoba mengingat semakin sakit kepalanya untuk berpikir, ia mencoba untuk mengistirahatkan badannya guna untuk menghilangkan rasa pusing yg mendera.

Tak lama kemudian V menjenguk Dira di Rumah sakit. Bagaimana V bisa mengetahuinya? Itu karena dia mengekor Dira  pada saat Dira memisahkan diri dengan Erina.
                                         
            ***

Brian sangat panik, bagaimana tidak? Saat sudah tiba di cafe ia tidak menemukan Dira bahkan Erina pun malah bertanya kepadanya mengenai keberadaan Dira

Brian kalang kabut, bahkan ia meninggalkan Erina di cafe dan melaju kan motornya dengan kecepatan tinggi, untuk mencari keberadaan Dira.

Sudah keliling kota bahkan setiap yang ia lewati namun hasilnya tetap nihil, ia belum menemukan Dira, tiba - tiba hp nya berdering, saat melihat siapa yg menelpon ternyata ayah dari Dira yg bernama Bara itu dengan nada dingin

'Brian cepat datang ke Rumah Sakit Cempaka, Dira ada disana'
                                                               ''Bara''

Brian yg mendengar ucapan Bara, perlahan kaki nya melemas, ada rasa khawatir, dan ada rasa takut kehilangan Dira, ia takut setelah ini Dira akan menjauh dari nya

Segera Brian melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, ia tidak peduli banyak kendaraan yg meng klakson, ia terus menyalip hingga sampai ke rumah sakit hanya 5 menit, cepat bukan?

Ia perlahan bertanya kepada resepsionis bertanya mengenai keberadaan Dira

Saat sudah tiba di ruangan dimana Dira dirawat...

Brian hanya melihat dari kaca, ia tidak berani mendekat ia takut setelah ini Bara akan menjauhkan Dira padanya

Dengan perasaan yg sesak dengan teramat penyesalan ia bermonolog
"harusnya tadi gue gak biarin Lo pergi, coba aja pada saat itu gue ada di samping Lo pasti sekarang gue yg ada di posisi Lo saat ini...maafin gue yg telah gagal menjaga Lo" ujar Brian dengan berderai air mata.

Brian mengabarkan keberadaan Dira di Rumah Sakit Cempaka setelah ia memasuki ruangan Dira

_Brian pov

Namun di luar dugaan, ternyata Bara dan Kania menangis meratapi keadaan Dira yg saat ini menatap aneh terhadap Brian, bahkan tak mengenalinya

Bara kemudian berjalan mendekati ku kemudian menepuk bahu ku dan berujar
"Maafkan anak saya ya, dia saat ini mengalami amnesia jadi saya harap kamu terus memberi support agar Dira kembali seperti pada saat kamu bersamanya, om percayakan semuanya sama kamu"

"Jujur, dulu saat Dira kecil dia sangat penakut, tidak suka keramaian, sering menyendiri, dan yg paling menyedihkan adalah dia selalu jdi korban bully. Tapi setelah Dira tinggal bersamamu mulai ada perkembangan, Dira perlahan mulai berubah dari penampilan, caranya berinteraksi, dan yg terakhir dia jadi sering tersenyum" terang Bara

"Kamu gak perlu tau saya bisa tau perubahan Dira dari siapa. Saya percayakan sekali lagi sama kamu, semoga tidak mengecewakan saya" lanjutnya kemudian pergi keluar ruangan

Ku fikir Bara akan membenciku ternyata justru sebaliknya

Sekarang hanya menyisakan diriku dan Kania, Kania saat ini masih bungkam tidak mengucapkan satu patah kata pun, bisa ku yakini sepertinya dia masih shock atas kejadian yg menimpa anaknya.

Ku harap secepatnya Dira akan segera kembali ingatan nya.

_Brian POV end

Tbc...

Di Ujung PenantiankuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang