Begitu tiba di basement apartemen, Ali melirik Prilly yang tertidur. Ia menghela nafas berat, menyusahkan sekali perempuan ini. Tanpa sengaja Ali terpaku melihat posisi tidur Prilly, kakinya yang terbuka membuat rok pendek selutut itu terangkat memperlihatkan paha dalam gadis itu.
"Astaghfirullah hal adzim, ya Allah ampuni mata hamba."
Ali menutup matanya dan segera meminta Pak Anto untuk membangunkan Prilly.
"Tolong bangunin dia Pak, sekalian suruh satpam sini antar dia ke kamarnya, kalo bisa perempuan."
"Baik Den."
Ali keluar memejamkan matanya, ia sangat lelah hari ini ditambah dengan tingkah menyebalkan Prilly. Anto membangunkan Prilly dengan menggoyang pelan tubuh gadis itu.
"Mbak Prilly bangun, kita sudah sampai."
"Hm casu aku ngantuk, gendong aku casu." Rengeknya. Ali yang mendengar itu mendengus sebal.
"Udah Pak tinggal aja, bapak panggil satpam aja."
"Baik Den."
Anto berlalu, kini hanya ada Ali dan Prilly. Ali kembali memejamkan matanya dan bersandar pada jendela mobil namun tak lama ia terkejut ketika sesuatu yang berat menimpa pahanya, itu kepala Prilly tepat di atas inti tubuhnya tentu itu membuat Ali panas dingin.
"Astaghfirullah hal adzim, kuatkan iman hamba ya Allah." Lirih Ali.
Ia segera menyingkir Prilly dari tubuhnya namun gadis itu malah memeluk erat perutnya dan semakin dalam menekan wajahnya pada inti tubuh Ali.
"Ya Allah." Lirih Ali.
"Prilly bangun! Astaghfirullah jangan seperti ini." Ali semakin berusaha melepaskan Prilly dari tubuhnya.
Hingga pintu terbuka, Anto terkejut melihat posisi Ali dan Prilly. Ia salah berpikir jika Prilly sedang melakukan sesuatu pad Ali.
"Astaghfirullah, maaf den."
"Ini tidak seperti yang pak Anto pikir, sekarang cepat jauhkan dia dari saya pak." Jelas Ali panik. Ia takut Anto melaporkan pada Abi.
"Baik Den."
Anto menarik Prilly dan menjauhkan dari Ali, "Ini Pak orang yang akan bawa mbak Prilly ke kamarnya."
Ali melongok dan mendapati seorang perempuan muda yang kini menatap kagum ke arahnya. Ali menghela nafas, ia sangat tak nyaman dengan pandangan itu mengganggu sekali.
"Tolong bawa dia ke kamarnya, pastikan aman dan tidak terluka."
"Iya Pak ustadz."
"Hm makasih."
Prilly di tarik pelan oleh Anto agar keluar dari mobil dan perempuan itu segera membawa Prilly ke lift dan membawanya ke kamar.
"Huh alhamdulillah akhirnya bebas juga." Syukur Ali.
Ia bernafas lega bisa lepas dari Prilly, dan berharap besok gadis itu tidak merepotkan dirinya lagi. Seperti ia harus menyuruh Syifa untuk tidak berteman lagi dengan Prilly, gadis urakan dan bandel ini.
"Langsung pulang Pak, dan tolong jangan bilang kejadian ini sama Abi Umi."
"Siap Den."
Anto pun mengendarai mobil menuju rumah. Ali memejamkan matanya namun suara ponselnya berbunyi tertera nama Soni anak buahnya.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam, gimana?"
"Mobilnya sudah sampai di alamat yang anda suruh pak, kuncinya saya titipkan pada resepsionis."

KAMU SEDANG MEMBACA
Sujud Bersamaku
FanfictionPerempuan cantik yang terlalu jauh dari kehidupan yang baik, hobinya keluar masuk club, minum alkohol dan kebiasaan buruk lainnya hingga perempuan itu bertemu dengan laki-laki Sholeh yang membuat jatuh cinta. Bisakah perempuan itu menggapai cintany...