Terpikat pada senyum manis miliknya kemudian terkunci dalam binar hangat tatapannya adalah awal bagi Azizah untuk menyadari rasa suka yang menjalar liar dalam dirinya kepada Anugraha, satu dari sekian banyak siswa di sekolahnya.
Perasaan manis yang...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
➳➳➳➳
Kabar Azizah berhenti dari sekolah telah menyebar ke seluruh murid dan para pengajar disana. Aila, Zaka dan Zahra sangat kaget mengetahui informasi itu. Ketiga orang itu tidak menyangka akan dampak kejadian satu bulan lalu.
"Ziza se marah itu sama kita?" tanya Zahra kepada kedua sahabatnya. Ketiga gadis itu sedang di kelas, menunggu mapel selanjutnya
"Sepertinya iya. Ziza orangnya jarang marah, tapi untuk kali ini sepertinya bukan hanya marah Ia rasakan, tapi bisa saja benci," ujar Aila. Keduanya menunduk, sudah banyak hal mereka lakukan, salah satunya; setelah pulang sekolah, ketiga gadis itu selalu berkunjung ke rumah Azizah, namun sia-sia. Para pekerja disana selalu menjawab jika Azizah tidak di rumah, orang tau Azizah pun tidak di rumah.
Setelah sah menjadi pasangan. Zaka dan Anugraha sama sekali tidak pernah benar-benar layakanya sepasang suami Istri. Sikap Anugaraha yang dingin membuat Zaka kelelahan mencari cara agar laki-laki itu berubah lebih terbuka.
Kabar menghilangnya Azizah telah di dengar oleh Anugraha, laki-laki itu merasa bersalah telah menyakiti hati gadis manis sebaik Azizah. Meski kelihatan acuh, di belakang Anugaraha melakukan banyak cara mencari keberadaan Azizah. Sejak awal hilang hingga saat ini, rasa Anugraha terhadap Azizah sepertinya telah tumbuh, tapi sayang laki-laki itu tidak menyadari dari awal, tidak berjuang atas cintanya.
Sekarang, Anugraha telah menjadi direktur utama di perusahan Ayahnya. Setelah lulus dari sekolah; Anugraha di berikan tanggung jawab besar memimpin perusahaan tersebut. Bukan hanya perubahan status, perubahan fisik Anugraha pun turut ada. Tubuh tegap tinggi serta berotot menambah penampilan Anugraha sangat sempurna.
~o0o~
"Sampai kapan kamu cuek sama aku?" tanya Zaka kepada Anugraha, keduanya sedang dirumah mereka.
Anugraha menatap gadis di depannya tidak suka, masih di posisi yang sama, duduk di sofa sambil membaca beberapa dokumen yang akan di tandatangani. Sejak tadi gadis itu mengganggu ketenangannya, sungguh membuat Anugraha ingin membunuh gadis itu.
"Saya tidak ingin berdebat sekarang," ucap Anugraha, lalu kembali menatap dokumen di tangannya
Zaka semakin emosi, mendapati tanggapan begitu membuat Ia merasa di abaikan. "Kamu yang memicu perdebatan Anugraha! Aku ini istri mu! Kenapa sikap mu secuek itu kepada ku? Aku punya salah apa?!" Emosi Zaka bertambah, suara yang di keluarkan pun terkesan teriak.
Anugraha mengepalkan tangannya, menahan dirinya agar tidak berbuat lebih kepada gadis itu. Urat-urat tangan Anugraha sampai kelihatan akibat terlalu kuat mengepal tangannya sendiri