Terpikat pada senyum manis miliknya kemudian terkunci dalam binar hangat tatapannya adalah awal bagi Azizah untuk menyadari rasa suka yang menjalar liar dalam dirinya kepada Anugraha, satu dari sekian banyak siswa di sekolahnya.
Perasaan manis yang...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
➳➳➳➳
Seminggu lebih Azizah menghilang dari ketiga sahabatnya. Memilih mengasingkan diri adalah cara Azizah mencari ketenangan.
"Gimana? Sudah dapat informasi tentang Ziza belum? Sudah seminggu dia pergi loh," tanya Aila
"Gue belum dapat, sudah beberapa mata-mata yang gue sewa, namun belum dapat info juga," jawab Zaka.
Ketiga sahabat Azizah sedang berada di Cafe, membahas kepergian Azizah yang entah kemana. Semua merasa bersalah, menyesal telah melakukan hal tersebut. Sungguh penyesalan selalu datang di belakang
"Gue merasa bersalah." Zaka merasa semua ini kesalahannya, tega mengambil laki-laki yang di sukai sahabatnya sendiri, tega merahasiakan acara bahagianya dari sahabatnya sendiri. Sungguh jika Zaka telah menemukan Azizah, Ia tidak akan segan bersujud jika perlu, agar Azizah memaafkan kelakuannya
"Sudah lah Zaka, bagiamana juga ini bukan keinginan mu. Disini tidak hanya kamu yang salah, kami juga ikut salah telah merahasiakan semua. Sekarang bukan waktunya menyesesali, kita harus terus cari informasi dimana Ziza." Zahra yang sejak tadi diam akhirnya membuka suara. Benar, tidak seharunya sekarang kita saling menyalahkan, memilih bertindak lebih baik dari pada saling menyalahkan diri sendiri.
Zahra kembali terbayang bagaimana raut wajah Azizah saat mengetahui semua itu. Rasa kecewa marah serta tidak percaya terpampang jelas. Itu kembali membuat Zahra sedih
"Aku minta maaf ya Ziza, semoga kita secepatnya ketemu," batin Zahra.
➳➳➳➳
Azizah tidak pernah menyangka jika Papa dan Mamanya memberi Izin mengambil keputusan ini. Tidak mudah Azizah menyakini Papanya sendiri, bagaimana kita tau jika seorang Hamzah begitu sulit menerima keputusan orang lain, jangankan itu, keputusan Istrinya sendiri tidak semudah itu Ia setujui. Harus penuh pertimbangan serta keuntungan saat menyetujui keinginan orang itu.
"Romy, tolong siapkan bodygart
Namun di sebuah pesantren bernama AHLUL QUR'AN. terdapat seorang wanita cantik memakai cadar sedang belajar memanah. Wanita itu adalah Azizah awal pertama kali Azizah masuk di pesantren itu Ia sudah memutuskan untuk memakai cadar entah mengapa tiba-tiba Ia ingin menutup auratnya dengan sempurna
Pesantren tersebut berada di desa terpencil tak banyak yang mengetahui keberadaan pesantren ini. Di lingkungan pesantren tersebut begitu indah dan sejuk membuat siapa saja merasa betah karena jauh dari polusi udara.