Author POV
Seharian ini benar-benar melelahkan bagi cewek itu, setelah mengatakan pada Hyungseok untuk pulang duluan dan untungnya cowok itu mengerti, "terimakasih Hyungseok kau penyelamat hidup ku." Batin Sarang berlarian meninggalkan kelas setelah bel bunyi.
Haneul hanya bisa menggeleng melihat tingkah teman nya itu. "Kenapa Putri seperti itu dari tadi?" mendengar pertanyaan Haneul, Mijin hanya mengangkat bahu pertanda dia pun tidak tau alasannya, "Sarang juga ga makan tadi." Ujar Mijin membereskan buku nya.
"Kalian ini sebenarnya memanggilnya Putri atau Sarang? aku bingung." Tanya Zin kesal. "Terserah kita saja mau Sarang atau Putri, jangan di bawa bingung Zin~" ucap Mijin. "Baik Mijin~" Zin menurut, tak lama Vasco datang, "mana Putri?" tanya nya.
"Sudah pulang, kenapa dari tadi kau mencarinya?" pertanyaan Zin tak ditanggapi Vasco yang langsung berlari meninggalkan kelas. "Kenapa kamu terus menghindar Putri Kim?" batin Vasco berlari mencari gadis itu namun nihil. "Hufhh bahkan tak mau aku tau alamat rumahnya.."
~ ~ ~
Sarang POV
Setibanya di rumah aku menghela nafas lega. "Ku mohon menyerahlah ini melelahkan, semoga dia tidak mencari ku lagi." Aku meneguk minuman dingin di lemari pendingin dan makan dengan lahap, setelah itu membereskan rumah mengerjakan tugas sebelum menumpuk untuk melupakan hari ini, ketukan pintu menghilangkan konsentrasiku.
Hyungseok berdiri disana,"Berapa lama kau mau menghindar dari nya?" tanya Hyungseok, "selama yang aku bisa." Ujarku, Hyungseok menerobos masuk ke rumah ku. "Apa yang sedang kau kerjakan?" tanya nya.
"Hei jangan masuk sembarangan, tugas sekolah, apa lagi?" ucap ku melanjutkan tugas yang terhenti. Hyungseok duduk di hadapan ku, "beritahu alasan mu, jika masih ingin ku bantu." Aku menatapnya malas. "Aku membencinya dan tidak mau melihatnya," ucap ku singkat.
"Alasannya." Mendengar itu aku menghela nafas berat, "Kau benar.. aku menyukainya, aku tidak yakin apa benar dengan perasaan ku ini, apa yang kau tau tentang Burn knuckles?" tanya ku, "mereka penggemar Vasco itu yang ku dengar mereka mirip crew tapi bukan, lalu apa masalahnya? kau menyukainya kan?"
Aku menghela nafas, "Kemarin aku melihat Vasco bertarung dengan banyak anak dari sekolah lain dan banyak luka di tubuh nya namun si bodoh itu mengkhawatirkan teman-temannya sementara dia terluka..." omongan ku terhenti, "aku takut jika semakin menyukainya aku tak akan bisa kehilangan dia, dia melawan semua preman aneh itu seakan hal yang biasa dia lakukan, aku hanya tak bisa melihat orang yang ku cintai terluka..."
"Jadi kau tak mau mencintainya karna takut melihat dia bertarung dan membahayakan dirinya sementara itu hal biasa untuknya?" aku mengiyakannya. "Baiklah aku mengerti, akan ku bantu sebisa ku, tapi dari yang ku perhatikan Vasco juga memiliki perasaan yang sama pada mu." Ujar Hyungseok tersenyum kecil.
"Tak boleh, aku akan menghilangkan perasaan ini, jadi aku tak perlu khawatir jika melihat dia bertengkar dengan siapapun bahkan jika dia terluka aku tak akan merasakan apapun."
"Ingat, kau tidak bisa menghindarinya lebih lama, kalau begitu aku pergi~ jika butuh bantuan teriak saja aku pasti datang~" aku dan Hyungseok tertawa. Aku kembali melanjutkan tugas hingga rasa kantuk datang tak lama aku tertidur.
~ ~ ~
Sudah hampir 2 minggu aku berhasil menghindari Vasco, walau aku sangat ingin bertemu dengannya harus ku tepis perasaan itu. Jujur saja ini melelahkan entah sampai kapan aku bisa menghindarinya, aku kembali mencoba fokus memperhatikan pelajaran di depan, aku melihat ponsel ku beberapa kali di hubungi nomor tak dikenal.
...
"Baiklah tugas kalian kerjakan halaman 78 kumpulkan besok di meja saya." Setelah itu bel bunyi menandakan istirahat.
"Jay apa boleh aku minta tolong?" tanya ku dan di iyakan Jay, "aku titip minuman saja aku sedang diet, ini uangnya." Jay terlihat berfikir, lalu Zin muncul. "Diet apa? sudah sekurus itu, ayo ikut!" Zin menarik tangan ku, sementara aku berusaha melepaskan tangannya.
"Hei ada apa ini?" Hyungseok melihat kami tarik menarik seperti bocah bodoh, "anak ini mau diet atanya kau lihat saja tangannya ini tinggal tulang," aku kesal mendengar perkataan Zin, aku menginjak kakinya dengan keras hingga dia meringis, aku tak peduli dengan tatapan tajam nya itu, "diam kau aku tidak sekurus itu sialan!" aku kembali mendudukkan bokong.
"Putri gak ke kantin lagi?" tanya Haneul aku tidak menjawab, "Sarang ayo lah kamu harus makan, Zin benar kamu terlihat... kacau." Ucap Mijin, "Nona Kim dengar lah kata kata kami~" ujar Zin, "sudah lah, Sarang, Putri atau Kim tak mau dia punya alasan sendiri, ayo pergi, apa kau mau titip sesuatu akan ku belikan." Tawar Hyungseok, "aku sudah minta tolong Jay, maaf teman-teman."
Mereka pun meninggalkan ku di kelas sendirian, saat mau mencoba tidur aku kembali mendapat panggilan dari nomor tak di kenal, "siapa orang gila ini! halo?!" aku mengangkat nya, benar-benar menyebalkan.
"Putri ku..." suara seseorang di sana membuatku bingung, "maaf anda siapa? pasti salah sambung." Ucap ku, "ini benar, setelah sekian lama mencarimu akhirnya appa menemukanmu." Alisku mengkerut, tidak mau basa basi aku mematikan ponselku.
"Dasar orang aneh."
...
Author POV
Setelah menduduk kan bokongnya, Hyungseok melirik Jay, "Jay Sarang minta pesan apa?" tanya Hyungseok sementara Jay memperlihatkan minuman yang di tangan nya, "oh minuman itu, dia ini benar-benar..." Hyungseok tak habis pikir.
"Ini aku sudah beli beberapa makanan untuk Putri." Haneul dan Mijin yang baru tiba membawa kantung plastik berisi beberapa makanan dan cemilan. "Baiklah ayo kita makan," tiba-tiba Vasco entah muncul dari mana.
"Mana dia?" tanya Vasco, "di kelas." Jawab Zin santai, mendengar itu Hyungseok kaget. "Vasco tunggu!" namun Vasco sudah menghilang seperti hantu. "Ah bagaimana ini..."
...
Vasco melihat cewek itu sedang melamun dengan ponselnya, "akhirnya ketemu."
Sarang POV
Aku tersadar dari lamunanku melihat Vasco yang sudah berada di sisi meja ku. Aku masih mencoba kabur namun ia menangkap ku dengan mudah nya, "lepaskan tanganku!" dia tak berkutik.
"Kenapa terus menghindar?" aku mau tak mau melayangkan tinju ajaran Zin ke perutnya Vasco dan dia terlihat sangat kesakitan membuatku kesal, bagaimana tidak? saat menghajar anak SMA lain itu dia tahan, tapi ku tinju sedikit sudah kesakitan begitu? "Berlebihan, di hajar dengan banyak preman kamu kuat tapi di tinju pelan langsung sakit?" ucap ku meliriknya.
"... Kamu meninju tepat di luka ku yang belum kering..." Ucapnya menyentuh perut nya, aku awalnya tak percaya namun melihat darah tembus dari baju nya membuatku khawatir, "hei kamu serius?" sialan aku merasa bersalah sekarang.
"Ayo," aku menarik tangannya menuju UKS.
...
Kenapa tak ada yang jaga disini? "duduk disana." Ucap ku menunjuk ranjang itu tempat... ah sudah lah aku bingung menjelaskannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear My Euntae Lee (Vasco)
Action⚠️ Jangan di baca ‼️⛔️ 🔞 Hanya berisi cerita fiksi dan imajinasi saya yang tak akan jadi nyata. Vasco x Sarang ( Sarang as yourself ) Start writing: (24 April 2022 - 06 Mei 2022) Karya aslinya ada di Webtoon LOOKISM karya park taejoon Terimakasih...
