Saat bel pulang bunyi aku membereskan semua buku dan bersiap pergi, "Pacar mu sudah menunggu." Bisik Haneul, aku melihat ke luar dan benar saja jurusan arsitektur berkumpul, kenapa seperti ingin perang saja? Hyungseok, Zin, Mijin, Haneul, dan Jay mengintip.
"Baiklah kita akan makan dimana?" tanya Zin tak sabar, "Jay katanya tak ikut." Hyungseok seperti biasa nya jadi translator untuk Jay, "kenapa Jay?" tanya ku, "ada urusan lain, selamat untuk mu dan Vasco katanya."
"Terimakasih Jay." Aku tersenyum lalu Jay pergi lebih dulu, "ketempat makan kami yang biasa apa kalian mau?" tanya Vasco yang polos, "tentu saja let's go!" Zin dengan semangatnya membuatku tertawa, "Bumjae antar mereka ke sana lebih dulu aku akan menyusul." Perintah Vasco dan di iyakan Bumjae mereka berombongan pergi.
...
Aku hanya memperhatikan Vasco yang di sebelah ku. "Kenapa ga bareng aja?" tanya ku, bukannya menjawab Vasco menggenggam tangan ku, "aku mau jalan berdua dengan mu." wajah ku pasti seperti tomat sekarang, "ayo~"
Setibanya disana mataku membulat, begitupun Vasco sudah berapa banyak mereka semua makan? "tak apa Vasco, akan ku bantu membayarnya..." ucap Bumjae melihat kami yang baru tiba. "Tak apa Bumjae aku yang membawa mereka kesini biar aku yang tanggung." Dasar Vasco tak mungkin dia bayar sendirian, "aku akan bantu." Vasco menatap ku, "jangan, biar aku aja."
"Aku mau bantu titik." Ucapku keras kepala, Vasco tersenyum seakan tidak mau berdebat denganku. "Baiklah~" wah lihatlah Zin makannya sangat mengerikan.
~ ~ ~
Sepanjang perjalanan tangan ku tak dilepas nya sekalipun banyak hal yang kami bicarakan, "Aku ga mau langsung pulang." Ucap ku menghentikan langkah, "jadi, mau kemana?" tanya Vasco, "ajarin aku bela diri kaya kamu." Pintaku, Vasco mengacak rambutku pelan, "benarkah kamu yakin?" tanya nya memastikan. "Iya sangatt yakin!" Jawab ku penuh percaya diri, "ya udah ayo." Aku tersenyum senang.
...
FYI ini dasar-dasar muay thai nya author liat dari yutub ya~
"Aku akan mengajarkan dasar-dasar muay thai dulu." Aku mengikutinya dengan cermat, Vasco benar-benar mengajarkan ku dengan detail, kuda kuda dasar. "Untuk lebih mudahnya luruskan kedua kaki kamu yang kanan mundur 4 hitungan, untuk kaki kiri menghadap target, lurus. untuk yang kanan nyerong," jab."Untuk ini tangan yang satu memukul yang satunya bertahan, kiri mukul kanan bertahan oke?" gerakan straight. "Bahu pinggang dan kaki di putar ini untuk jangkauan lebih panjang." Elbow kiri, "kaki pinggang dan bahu di putar dan kanan pun juga begitu."
...
Vasco mengajarkan ku dengan sabar, awal nya tentu saja sulit namun lama kelamaan akan mudah, kan? tak terasa jam berlalu begitu cepat, "untuk sekarang cukup disini kamu harus pulang, istirahat." Ujar Vasco melirikku sembari memasukkan tangan ke saku celananya.
Aku memilih duduk, malas rasanya pulang, "aku malas jalan, jauh~ lagi pula besok kan hari libur.." aku mencoba membujuknya namun nihil, "alasan, udah malam ayo pulang atau aku gendong?" Aku mendengus, Vasco menyandang tas ku lalu menarik tangan ku, tapi karna aku tak bergerak, dia benar-benar menggendong ku, "YA! turunin aku bisa jalan sendir!" dia tertawa lalu menurunkan ku.
...
Saat tiba di rumah, sepertinya Hyungseok sudah pulang tapi tidak ada tanda-tanda kehidupan di rumahnya apa mungkin dia sudah tidur? "Masuklah..." aku memainkan jari-jari nya itu tak ingin rasanya jauh walau hanya sesaat.
"Kenapa?" tanya Vasco melihatku tak melepaskan tangannya, "masuklah dulu, biar aku masak makanan enak, dari tadi latihan aku lapar kamu juga kan..." aku menatap matanya penuh harap, "tapi ini udah larut, kamu makan lah, aku harus pulang." Vasco menangkup wajah ku, aku hanya menunduk.
Author POV
Senyum kecil terukir di sudut bibir Vasco tak tega melihat wajah sedih kekasihnya, "Ya udah, aku makan disini~" mendengar itu mata Sarang berbinar senyum terukir di kedua bibir mereka, Sarang menarik tangan Vasco masuk ke rumahnya, "ya udah ayo masuk!"
...
Sarang POV
Aku melihat bahan masakan ku, astaga sisa sedikit apa yang bisa ku masak? "kenapa harus disaat seperti ini aish!" Vasco tiba-tiba saja muncul di belakangku, "kamu kehabisan bahan buat masak?" tanya nya aku mengiyakan dengan lesu.
Vasco mengusap kepala ku lembut. "Kalau gitu makan di mini market depan aja gimana?" Ujar Vasco memberi ide, "maaf harusnya aku masak makanan enak untukmu tapi malah..." dia menangkup pipi ku, "lain kali kan bisa, jangan sedih gitu~" dia memainkan pipi ku sudah ku yakini kini wajah ku memerah Vasco yang melihat itu tersenyum jail.
...
Kami menuju mini market tempat saat pertama aku melihatnya, "hai Hyungseok!" sapa Vasco pada penjaga kasir, "hai Vasco." Balas cowo itu, "Hyungseok?" ucapku bingung, Vasco melihatku yang kebingungan, "oh ini Hyungseok kecil dia teman Hyungseok besar."
Oh jadi dia teman sekamar yang di ceritakan Hyungseok, "Halo aku Kim Sarang tetangga mu dan Hyungseok besar." Aku memperkenalkan diri, "Halo aku teman sekamar Hyungseok." Vasco terlihat berfikir, "jadi di sebelah itu rumah Hyungseok?" dan aku mengiyakan karna sepertinya dia baru tau.
...
Kami menikmati ramen dan minuman di depan mini market suasana malam ini sangat cerah bulan bersinar terang, "aku kenyang." Setelah membereskan sampah milikku sementara Vasco masih menikmati susu coklat favorite nya, "kamu tau? disini pertama kalinya aku liat kamu." Ucap ku, "benarkah? aku tak ingat..." kenapa juga pacarku ini terlalu jujur?
Setelah selesai makan Vasco menemaniku pulang, lalu dia pun pergi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear My Euntae Lee (Vasco)
Action⚠️ Jangan di baca ‼️⛔️ 🔞 Hanya berisi cerita fiksi dan imajinasi saya yang tak akan jadi nyata. Vasco x Sarang ( Sarang as yourself ) Start writing: (24 April 2022 - 06 Mei 2022) Karya aslinya ada di Webtoon LOOKISM karya park taejoon Terimakasih...
