22. PAKAI PENGAMAN KAN? (19+)

520 22 2
                                        


Baru sampai rumah aku membersihkan tubuh dan memilih mengistirahatkan tubuhku, tak lama ponselku bunyi memperlihatakan pesan dari Kim Gimyung, "hubungi aku kalau mau ke Bigdeal~" aku tersenyum membaca pesan itu, "baiklah akan ku hubungi nanti." 

Balas ku, "Jonggun dimana ya sekarang, aku tak pernah bertemu lagi sejak di rumah sakit itu dia benar-benar orang sibuk."

Aku melihat sekeliling ku, ah ini terasa aneh karna tak ada Vasco, biasanya pulang sekolah dia akan menemaniku disini. Aku memutuskan tidur ya itu satu-satunya yang ada dipikiran ku.

~ ~ ~

Pagi ini aku bersiap tapi saat membuka pintu tidak ada siapa pun, "kemana dia? apa mungkin libur? astaga aku bisa terlambat!" dengan cepat aku mengunci pintu dan segera menuju sekolah. 

...

Setibanya di sekolah aku segera menuju jurusan Arsitektur, "apa Vasco belum datang?" tanya ku pada salah satu dari mereka, "belum datang, Vasco tak pernah terlambat atau mungkin dia libur?" jawab salah satu diantara mereka, "Bumjae juga belum datang?" tanya ku lagi.

"Kenapa mencari ku?" mendengar suaranya aku berbalik disana sudah ada Bumjae, "kau tak bersama Vasco?" tanya ku, dan Bumjae yang terlihat bingung mengatakan tidak. 

"Ku kira kau dengan nya, biasanya kalian selalu berdua ke sekolah, dia juga tak ke rumah mu?" tanya Bumjae dan aku menggeleng pertanda tidak. 

"Tidak, dia kenapa ya, ya sudah aku pergi dulu, sampai jumpa!" aku meninggalkan kelas arsitektur dan merogoh ponsel ku mencari kontak Vasco lalu menghubunginya.

"Vasco, kamu dimana? ga sekolah?" tak ada jawaban aku masih menunggu, "sayang, aku..." nafasnya terdengar berat, "apa? kamu sakit? Vasco!" tak ada jawaban karna sambungan sudah terputus aku tak tenang jika begini, dengan berlarian aku meninggalkan sekolah dan segera menuju rumah Vasco jika aku berlari bisa sampai setidaknya 15 menit kalau menunggu bus itu terlalu lama, aku berlari menuju rumahnya.

~ ~ ~

TOK TOK

Tak ada jawaban aku mengetuk pintu itu sekali lagi baru lah pintu terbuka, nafas ku tak beraturan keringat membasahi baju sementara Vasco disana menatap ku bingung, "kenapa kamu disini? tadi aku telfon lagi ga diangkat? sayang?" aku melayangkan pukulan padanya, kaki ku lemas, "Sial! ku kira hal buruk terjadi, suaramu membuatku tak tenang! kenapa kau suka membuatku khawatir sialan!" aku hampir jatuh dan berpegangan pada nya.

"Kenapa sampai semarah ini?" mendengar itu ah.. aku ingin menghajarnya. "Ayo masuk," Vasco menarik tubuhku ke dalam kaki ku masih lemas karna berlarian ke sini, aku memeluknya erat seperti seekor anak koala yang dipeluk ibunya.

Disinilah kami di tepi ranjang nya aku tak bergerak sedikitpun menetralkan nafas ku, sedetik kemudian aku melapaskannya, namun Vasco menahan tangan ku, "mau kemana?" tanya nya, dia hanya menggunakan boxer dan telanjang dada? aigo~ aku tergoda. 

"Mau mandi, aku berkeringat." Aku menarik tangannya bersama ku dan kami mandi bersama~

~ ~ ~

"Ini kebesaran..." Ucap ku sementara Vasco menahan tawa melihat ku, "apa ga ada baju yang lebih kecil?" tanya ku karna kini aku hampir tenggelam memakai baju miliknya. 

"Gapapa liat aja tuh, cocok kok, lucu~" aku menatap pantulan ku di kaca dan... tak ada lucunya. Tangannya melingkar di perutku yang datar karna belum makan, deru nafasnya membuatku geli dia sengaja mengerjaiku dengan kumis tipisnya itu. 

"Jadi bolos nih?" tanya Vasco dan aku mengiyakan, lalu apa lagi?

Aku mengalungkan tangan ku di lehernya, aku terbuai dengan wajah tampannya ini, akhirnya kami melakukan nya lagi...

~ ~ ~

Aku menarik selimut hingga menutupi kepala ku, memeluk guling yang di samping ku ini sangat nyaman, tangan besar itu melingkar di pinggang ku memeluk pinggang ku erat, jam berapa sekarang? entah lah aku tak peduli, aku hanya ingin tidur saja dengannya seperti ini. 

"Aku lapar," ucap Vasco ditelingaku, "makan aku aja~" ucap ku jail, tangan nya semakin erat memeluk ku, "mau dimakan lagi? ga capek?" mendengar itu aku memukul lengannya.

"Ya udah mau makan apa?" aku berbalik menghadapnya Vasco mengecup kening ku, "gajadi deh, nanti aja, meluk kamu langsung kenyang~" ucapnya santai, "mana ada meluk doang kenyang,"  aku mengusap pipi tirus nya, "bentar lagi ya~" 

Aku mengiyakan kami kembali tertidur, hingga suara ketukan pintu membuyarkan kami.

"Siapa itu?" tanya ku, "gatau, tunggu disini ya." Vasco memungut pakaiannya yang berserakan dilantai lalu mengecek siapa yang datang, aku pun penasaran. 

Aku mengambil baju yang di lantai lalu berlari ke depan menyusul Vasco, ternyata itu Bumjae aku segera bersembunyi di belakang Vasco namun Bumjae sudah menyadarinya.

"Dasar, menghilang berdua ternyata disini, hey leher mu kenapa?" tanya Bumjae penasaran, "tadi nyamuk nakal menghisap darah ku~" Mendengar itu aku memukul punggungnya dan dia  malah tertawa.

"Ayo masuk Bumjae," aku kembali ke kamar Vasco memakai hot pants ku lalu ikut menemui Bumjae dan Vasco. 

"Hey ini kebetulan aku membawa makan untuk kalian dan tas mu di bawa Hyungseok pulang," ucap Bumjae, "baiklah, kebetulan kami lapar" ucap ku tak tau diri membuka plastik isi makanan dan minuman ada 4 jajangmyeon disana dan minuman dingin.

...

Kami bertiga makan dalam keheningan, akhirnya perutku terisi, "terimakasih Bumjae kebetulan kau membawa ini, kami lapar tadi," ucap Vasco meneguk minumannya. 

"Setelah melakukan itu tentu saja lapar~" Ujar Bumjae santai, membuat ku tersedak hampir saja jajanmyun keluar dari hidung, dengan segera aku meneguk air mineral di dekat ku. 

"Vasco, kau pakai pengaman kan? hati-hati ada bayi diantara kalian," Ucap Bumjae lagi, aku menyemburkan air yang ku minum tadi tanpa sengaja ke arahnya, Vasco melirik ku sesaat, lalu memberi tisu dengan santainya pada Bumjae dan kembali menikmati jajangmyeon nya begitupun aku.

...

Author POV

Bumjae meninggalkan rumah Vasco setelah selesai makan bersama, "untung ada Bumjae ya, laper banget aku tadi." Ujar Sarang merenggangkan tubuhnya, tak ada respon dari Vasco.

"Sayang? mikirin apa?" Sarang mengikuti langkah Vasco menuju kamar, "aku kepikiran yang di bilang Bumjae..."

"Yang mana?" tanya Sarang bingung, "pengaman, selama ngelakuin itu aku ga pernah pake pengaman dan..." 

Vasco menghentikan omongannya karna Sarang kembali menggodanya dengan meniup lehernya, "jangan mulai ya, kita baru selesai.. mau lagi?"

Sarang malah tersenyum senang, "mau~" mendengar itu Vasco memperbaiki posisi duduknya, "Sayang, aku serius gimana kalau kebablasan? gimana kalau..." Sarang mengusap wajahnya pelan, "kita ngelakuin itu cuma 2 kali, ga mungkin 2 kali doang langsung jadi kan?"

"Apa yang ga mungkin? itu janghyun sama mantannya sekali coblos langsung jadi? kalau kamu hamil aku pasti tanggung jawab, dan kita bakal jadi orang tua yang baik nanti buat anak kita, ya?" Sarang tertawa mendengar nya disaat Vasco bicara serius.

"Janghyun jurusan kecantikan itu ya? kamu mikirnya jauh banget? lucunya pacar aku cium sini~" Sarang menicum Vasco yang tersenyum.

"Kamu kok lucu sih kalau pakai baju aku gini?" Vasco mengecup leher Sarang, "kamu masih kuat?" bisik Vasco tepat di telinga cewek itu, "kalau kamu?" tanya Sarang.

Vasco tersenyum dan...


Dear My Euntae Lee (Vasco)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang