Setelah di izinkan menjenguk aku tak pernah meninggalkan tempat ini, tangan Euntae hangat aku suka, "ayo buka mata, aku kangen..." Aku mencium tangannya, seseorang menepuk pundak ku, "Sarang makan lah, biar aku yang jaga Vasco." Ucap Bumjae, "tapi Bumjae..."
"Aku yakin dia akan marah jika kau tak makan seperti ini, lagi pula diluar ada anak Burn knuckle, Zin dan Hyungseok, Jay Haneul dan Mijin sudah pulang karna ada urusan lain, kini giliran mu istirahat."
Bumjae meyakin kan ku, "baiklah, aku akan makan dengan cepat lalu kembali, jaga dia ya." Aku berlalu meninggalkan Bumjae yang mengangguk.
"Maaf Vasco aku benar-benar tak berguna dan tolong jangan pernah tinggalkan dia Vasco, kau tak tau apa yang sudah dia lakukan saat kau terluka dan tak sadar."
~ ~ ~
Author POV
"Kau sudah dengar? setelah pertarungan malam itu berapa yang terluka?" tanya Zin pada Hyungseok yang sedang sibuk dengan ponselnya, "terluka? tentu ada nama nya juga pertarungan." Ucap Hyungseok santai.
"Maksudku bukan hanya luka bodoh, tapi tewas." Hyungseok menyimpan ponsel ke saku nya dan mendengar Zin serius. "Ada yang tewas?" tanya Hyungseok membuat Zin ingin meninjunya, "Sarang menggila saat itu, kita hanya membantu menghajar tidak sampai menghabisi nyawa orang."
"Kau benar Zin, Sarang menggila karna melihat Vasco sekarat untung dia bisa bertahan, berapa yang terluka? dan... tewas?" tanya Hyungseok penasaran, "beberapa hari lalu saat di kantin rumah sakit aku mendengar si mata aneh dan rambut kuning itu bicara, 43 tewas 30 luka dan 26 lainnya menghilang, termasuk ayahnya sendiri tewas saat itu berarti... 44 orang."
Mereka terdiam begitupun Burn knuckle yang mendengar itu, "ah aku tidak akan mau bertarung dengannya, ayahnya itu seperti bukan petarung biasa hufh..." Zin mengusap wajahnya kasar. "Aku juga tak mau, kita jangan cari masalah dengan Vasco kalau begitu, hah... Vasco yang malang."
Sarang POV
Setelah selesai makan aku kembali, Bumjae masih disana menjaganya menyadari kedatangan ku Bumjae berdiri memberiku tempat untuk duduk, "kenapa kau tak pergi melihat ayahmu yang terakhir kali?" tanya Bumjae.
"Tidak, lagi pula banyak anggota white wolf pasti disana.." Aku menggenggam tangan Vasco, "kamu kan kuat, kenapa lama bangunnya?" aku mendengar langkah di belakang ku. Ternyata Hyungseok dan Zin aku beralih menatap mereka bertiga.
"Tolong, jangan sampai Vasco tau kejadian saat itu, apapun yang sudah kalian dengar dan lihat simpan itu sendiri." Ucapku kembali memandangi wajah Vasco yang masih belum bangun.
"Ah.." aku melihat mata Vasco yang perlahan terbuka, "Euntae?" Bumjae membunyikan alat agar dokter dan suster tiba. Tak lama mereka datang, "silahkan keluar, akan kami periksa."
Kami berempat keluar, senyumku mengembang, Bumjae memegang pundak ku, "Vasco itu kuat jangan khawatir." Ucap nya, tak lama dokter keluar, "syukurlah pasien sudah sadar kondisinya kian baik kalian boleh menjenguknya, saya permisi." Ucap dokter, "terimakasih dokter" ujar Hyungseok, aku terburu-buru menghampirinya, Vasco tersenyum melihat semua teman nya disini.
"Hey.." ucapku, "hey.." ucap Vasco pelan, senyum ku mengembang.
~ ~ ~
"Vasco ini sudah larut, kau istirahatlah, kami akan pulang. Besok pulang sekolah kami akan kesini lagi," ucap Hyungseok diikuti yang lainnya, "baiklah, kalian hati-hati dan terimakasih sudah menjenguk ku." Ucap Vasco lalu perlahan ruangan yang awalnya sesak kini sepi tinggal aku dan Vasco.
"Kamu ga pulang?" tanya Vasco menatap ku, "engga, mau makan buah?" tanya ku mengalihkan pembicaraan, "pulang lah ke rumah, kamu pasti ga bisa tidur nyaman disini, liat tuh kantung matanya..." Vasco ini berlebihan, "pulang ke mana? aku kan udah di rumah."
Ucap ku memberikan potongan pisang pada Vasco, "ini kan rumah sakit sayang~" Vasco melahap pisang itu, "kamu, rumah ku." Vasco tersenyum, aku suka senyum nya.
~ ~ ~
Author POV
Sementara itu
"Kak apa sudah mau pulang?" tanya Jitae, "iya, ayo pulang, aku ingin bertemu dengan nya nama nya itu aku sangat familiar," Ucap Gimyung, "kakak pernah bertemu dengan nya?" tanya Jitae. "Tentu, itu sudah 2 tahun lalu, tak kusangka dia anak dari monster ini." Setelah itu Bigdeal meninggalkan tempat duka.
"Apa dia mau bergabung dengan Bigdeal?" tanya Han Sinwoo, "tak ada yang menarik di bigdeal mana mungkin dia mau." Ucap Kim Gimyung santai, "anak ini mau ku pukul?" Gimyung hanya tersenyum mendengar itu, lalu mereka meninggalkan tempat itu.
...
"Pergilah dengan tenang, paman." Yoojin melirik Seo Seongeun, "kenapa wajah mu itu, kau bahkan belum pernah bertemu dengannya." Ucap Yoojin, "anda bilang sulit untuk menyentuh orang ini tapi sekarang dia tewas dalam pertarungan, bagaimana anda mengenalnya?" tanya Seo Seongeun penasaran.
"Dia mafia yang disegani, dari gen 0 dia juga punya peran penting dalam perusahaan Ilhae hwe, siapa yang tau? dia hanya bisa mati di tangan putrinya sendiri, aku ingin bertemu dengan gadis itu, ayo kita pergi."
Kabar kematian Kim Namjoo sudah terdengar ke semua orang yang mengenalnya dan perusahaan yang pernah bekerja sama dengan nya, kabar kematian yang mengejutkan ini namun tak sampai di ketahui pihak berwajib.
Namun banyak yang lebih penasaran pada putri dari Kim Namjoo, "Monster hanya bisa dibunuh monster yang lebih kuat darinya."
~ ~ ~
Sarang POV
"Tidur lah, udah larut." Ucap ku pada Vasco, "sini tidur di samping aku." Vasco memberi ruang untuk ku, "loh kan kamu belum..." Vasco menghentikan ku, "aku udah pulih, butuh guling yang nyaman, sini kamu~"
Aku tersenyum dengan cepat pindah ke sisinya, " aku menyentuh wajahnya yang masih ada bekas luka, Vasco mengusap tangan ku yang berada di pipi nya, "tidurlah." Ucap nya aku menurut perlahan memejamkan mata.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear My Euntae Lee (Vasco)
Action⚠️ Jangan di baca ‼️⛔️ 🔞 Hanya berisi cerita fiksi dan imajinasi saya yang tak akan jadi nyata. Vasco x Sarang ( Sarang as yourself ) Start writing: (24 April 2022 - 06 Mei 2022) Karya aslinya ada di Webtoon LOOKISM karya park taejoon Terimakasih...
