21. KIM GIMYUNG

156 11 0
                                        


Sarang POV

Aku menenggelamkan wajahku di meja itu, apa aku terlalu mencemaskan ini? aku merasakan seseorang mengusap pundak ku. 

"Hey kau sakit? tadi kulihat Vasco sudah sekolah apa dia sudah sembuh total?" tanya Zin duduk di bangku Jay yang belum datang. "Entah lah dia terlihat sehat," ucap ku tanpa menatap nya.

Author POV

"Sepertinya kau yang tak sehat." Ucap Hyungseok berdiri disisi meja, Sarang mengangkat kepala nya menatap Hyungseok dan Zin. "Maaf saat itu kalian terlibat," Ujar nya penuh rasa bersalah. 

"Sudah lah jangan dibahas, semua sudah berlalu kan?" ucap Hyungseok yang disetujui Zin, "janji ya? jangan beri tau Vasco kejadian sebenarnya? aku sudah bilang ke dia kalau putus kontak dengan ayah, tapi aku akan segera menghubunginya, jangan beritahu dia aku mohon..." ucap Sarang terdengar putus asa.

Sarang POV

Tak lama Haneul dan Mijin tiba, mereka menatapku iba walau aku benci di tatap seperti itu, namun kini aku memang putus asa.

"Sudah lah, tenang saja kami pasti tutup mulut." Ujar Zin disetujui semuanya aku tersenyum lega, "terimakasih." Ucap ku, "udah jangan terlalu dipikirin," ucap Haneul tersenyum, "iya istirahatlah sebelum pelajaran mulai," ujar Mijin lagi.

~ ~ ~

Author POV

"Kau sudah benar-benar sehat?" tanya Bumjae. Meja Vasco di kelilingi anak-anak BNC kini, "iya aku sudah sehat, terimakasih." Ucap Vasco mereka yang mendengar itu tersenyum. 

"Bumjae apa kau tau kejadian sepenuhnya saat aku tak sadarkan diri?" tanya Vasco pada Bumjae terlihat berfikir, "bukan kah Sarang sudah memberitahu mu?" tanya Bumjae enggan menjawab, "sudah, tapi..."

"Nah itu dia sudah beritahu, sudah jangan dipikirkan, fokus dengan kesehatan mu saja." Ucap Bumjae. 

"Aku ingin percaya pada Putri tapi..." Vasco mengusap wajahnya kasar.

~ ~ ~

Sarang POV

Saat dikantin aku mencari tempat duduk dan melihat Bumjae yang melambaikan tangannya, "Ayo duduk disana!" ucap ku pada teman-teman ku. Vasco bahkan tak menyadari kedatangan ku dan yang lain membuatku bingung, aku memberikan daging pada nya barulah ia menatapku.

"Ini makan lah~" Vasco tersenyum lalu memakannya dengan baik, kami berbincang seperti biasanya, tidak dengan Vasco yang lebih banyak diam.

...

Jam pelajaran sudah dimulai sementara aku malah disini, awan sangat gelap sepertinya akan turun hujan. "Sudah ku duga kau disini." 

Aku tak tertarik untuk melihat siapa itu, "kenapa kau tak masuk kelas?" tanya Bumjae yang ikut duduk bersama ku, "Bumjae," aku menarik nafas dalam. "Bagaimana jika Vasco tau yang sebenarnya?" tanya ku tanpa melirik nya.

"Aku tak tau," ucapnya, "kau sudah bersamanya sejak kecil setidaknya kau tau bagaimana sikapnya saat tau nanti, aku tak tau sampai kapan bisa bohong padanya." Ucapku tertunduk lesu.

"Hanya ada 2 kemungkinan..." Aku menatap Bumjae, "dia akan sangat marah dan menjauh untuk sesaat lalu kembali bersama mu, dan yang kedua... dia sangat marah dan tak mau melihat mu lagi, kau pasti mengerti maksud ku." 

Aku tertunduk, jantung ku berdetak cepat, membayangkannya saja aku sudah tak bisa. 

"Hey, jangan dipikirkan, ini hanya perkiraan ku saja Vasco tak mungkin meninggalkan mu." Ujar Bumjae mencoba menghiburku, "terimakasih Bumjae," ucap ku tersenyum kecil.

~ ~ ~

Aku menunggu didepan kelas arsitektur, Vasco terlihat kaget biasanya dia yang menunggu ku kali ini malah aku. 

"Kok kamu disini?" tanya Vasco, "kenapa? ga boleh?" tanya ku lagi, "ga gitu, biasanya kan aku yang kesana." Vasco mengusap rambutku, "ayo pulang~" ajak ku menarik lengan Vasco semangat, "ya udah ayo~" ucap nya.

...

Sepanjang perjalanan aku merasa ada yang menguntit kami, "kenapa ga ke rumah kamu aja?" tanya Vasco, "lain kali aja, kamu pulang istirahat ya sesekali aku yang anter ke rumah kamu~" Vasco menghentikan langkah nya.

"Ga aman, biar aku antar kalau ada preman yang jahat gimana? trus..." aku membungkam mulutnya, "shttt aku kan bisa Muay thai ngapain takut?" aku berpose seperti Vasco membuatnya tertawa, "dasar kamu, udah mau sampe kok, kamu pulang aja~" 

Aku memeluknya erat, "okey, hmm wangi~" seperti biasanya aku ndus ndusel tubuh Vasco lama, karna aku suka hehe.

Author POV

Sarang pun pergi meninggalkan Vasco, ia merasa ada seseorang yang mengikuti nya, "kemana dia? menghilang secepat itu?" tak lama seseorang datang dan mengunci pergerakan tubuh sosok itu. 

"Siapa kau? kenapa menguntit ku!" orang ini terlalu tinggi membuat Sarang harus menjijit menahan kepala cowok ini ke tembok, "a- aku Kim Gimyung," Ujar orang itu tak memberontak, "aku tak mengenalmu, kau menguntit siapa? aku atau Vasco?" tanya Sarang lagi.

Mata cowok itu melirik kaki Sarang yang menjinjit. "Hey apa kaki mu tak pegal harus menjinjit begitu?" ucapnya membuat cewek itu kesal, "jawab!" Ujar Sarang kesal.

Sarang POV

"Tentu saja kau! untuk apa menguntit tabasco itu!" orang aneh ini sepertinya jujur, aku melepaskannya. Dia menatap ku merapikan kerah bajunya, "walaupun kecil tenaga mu besar juga." 

Aku menatapnya tak suka, dan memilih meninggalkannya "ganteng kok ngeselin." Batin ku, "hey, kau tak ingat aku?" orang itu mengikutiku, aku tak tertarikmenjawabnya.

"Sekitar 2 tahun lalu, pasar? mobil? apa kau tak ingat apapun?" tanya orang itu lagi, aku menghentikan langkah ku, "oh... kau yang pernah menyelamatkan ku di pasar itu?" tanya ku memenatap nya.

"Nah benar sekarang kau ingat~" ucapnya tersenyum, "terimakasih, sepertinya aku lupa mengucapkan itu, sekarang aku tidak ada urusan lagi dengan mu." Aku kembali meninggalkannya.

Orang ini menghentikan ku, "aku mau bicara dengan mu," ucapnya serius. Aku melihat sekitar karna ini masih di daerah rumah Vasco, "ya sudah, jangan disini." Ucap ku, kami memutuskan jalan menuju mini market dekat rumah ku.

~ ~ ~

"Apa yang mau dibicarakan?" aku meneguk minuman ku, "sebelumnya aku turut berduka atas kepergian ayahmu..." ucapnya, "dia bukan ayah ku."  Aku menatap orang ini, "baiklah." Ujarnya pasrah. 

"Apa hubungan mu dengan Kim Namjoo?" tanya ku tak ingin basa basi, "dia pernah jadi rekan ayah ku, ya aku tau tak ada yang bisa dibanggakan dari ayah mafia, aku hanya menghormatinya dan ternyata kau anaknya, walau kau tak mau menganggapnya itu tak kan merubah fakta bahwa kau putri dari Kim Namjoo."

Ucap orang ini panjang lebar, "aku benci ayah ku." Ucapku dan orang itu mengangguk setuju, "Kita punya satu kesamaan, aku juga benci papa ku," aku merasa terhibur bicara dengan nya, "siapa papa mu?" tanya ku, "Kim Gabryong." Ujar nya menatapku, "oh... aku tak kenal," ucap ku jujur, orang ini tertawa kecil, "kau terlalu jujur~" dia tersenyum, aku pun begitu.

"Apa kau juga mafia seperti papa mu?" tanya ku. "Tidak, aku hanya bergabung dengan crew yang dipenuhi romantisme," ucapnya tersenyum kecil, "mana mungkin ada crew seperti itu, kau aneh," ucap ku meneguk minuman ku. 

"Aku serius, aku tak mau mengikuti papa ku yang seperti preman itu, jika penasaran datang lah kapan-kapan atau kau bisa bergabung dengan Big Deal, kami bukan orang jahat, kekasihmu benci orang jahat kan?"

"Dari mana kau tau?" tanya ku penasaran, "dulu pacarmu itu pernah menyerangku karna membuat teman nya ditipu toto ilegal," mendengar itu aku hanya mengangguk.

"Ya sudah aku harus pulang" aku berdiri, "hey, ini nomorku simpan lah." Dia memberikan nomornya padaku, "aku juga lebih tua dari mu, panggil aku kakak." Ucapnya, aku hanya tersenyum "baiklah kak Gimyung~" aku meninggalkannya. "Kapan pun butuh bantuan hubungi aku!" teriaknya, "baiklah!"

Dear My Euntae Lee (Vasco)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang