23. JALANAN BIGDEAL

197 14 0
                                        


Setelah beberapa minggu berlalu semuanya kembali seperti biasa, Vasco yang sudah pulih total hubungan kami pun seperti biasanya, setiap pulang sekolah aku tak lupa berlatih bersama Vasco, Jonggun tak pernah terlihat begitu juga Junggo, duo J itu entah berada di mana kini.

~ ~ ~

Author POV

"Apa dia tak tau soal perusahaan? sebagian perusahaan ini milik ayahnya kenapa dia tidak pernah menghubungi ku?" tanya Yoojin bingung, "mungkin dia tau tapi tak mau tau, di hari kematian ayahnya saja dia tak disana presdir." Ucap Seo Seongeun, "tetap saja ini harus di selesaikan, bawa dia ke hadapan ku secepat nya bos Seo Seongeun." 

Seo Seongeun pergi meninggalkan ruangan itu dan melaksanakan perintah orang itu.

...

Sarang POV

"Terimakasih Hyungseok, Haneul aku pergi dulu." Aku menikmati susu coklat itu saat akan kembali ke rumah, namun aku di hadang preman dari mana ini? "mari ikut saya presdir ingin bertemu dengan mu, kau putrinya Kim Namjoo kan?" Tanya nya, lihatlah dadanya lebih besar dari dada ku aku jadi tak pede. 

"Bukan dan aku tak mau," aku berlalu meninggalkan orang itu, tak lama pandangan ku gelap, aku memberontak pun orang ini tak menghiraukan, mau di bawa kemana aku?

~ ~ ~

Tak lama kami sampai, tubuhku diangkat seperti karung beras, lalu penutup itu dibuka, ah silau ada cowo manis dengan kacamata disana.

Dia mengusap wajah nya pelan. "Aku memintamu membawanya secara baik-baik, bukan penculikan seperti ini Seo Seongeun." Ucap si kacamata itu frustasi, aku menatap kesal pria di belakangku, jadi nama si dada besar ini Seo Seongeun.

"siapa kau! mau apa menculikku! lepaskan tali sialan ini!" aku bersikap dramatis, "maaf mengirim orang yang salah pada mu, tolong buka ikatan nya." 

Tali ini pun di buka, aku mengusap pergelangan tangan ku yang sakit, "Dia tadi menolak jadi saya terpaksa membawa nya dengan cara ini." Ucap Seo Seongeun menjelaskan sementara si kacamata di hadapan ku ini menghembuskan nafas pelan, orang yang di depan ku ini menatap ku.

"Singkat saja, aku turut berduka atas kematian ayah mu yang..." aku bosan mendengar kata-kata itu. "Dia bukan ayahku, apa maumu?!" dia tersenyum manis.

"Aku bekerja sama dengan ayah mu di perusahaan Ilhae, jadi karna kau anak sulungnya, dan kau satu-satu nya pewaris yang ku ketahui sebagian perusahaan menjadi milikmu-" aku berdiri.

"Tidak mau, ambil saja semuanya aku tak tertarik," Aku berniat meninggalkan tempat itu, "apa kau tak butuh uang?" tanya nya, "tentu saja butuh... apa kau bisa transfer saja? sejujurnya aku tak mengerti mengurus perusahaan atau apapun itu, jadi selesai sampai disini dan ini rekeningku ku, dan oh ya beritahu bawahan mu itu jangan muncul di hadapan ku lagi! apalagi seperti tadi atau ku pukul!" dengan sok kerennya aku meninggalkan tempat itu.

Author POV

"Jangan cari masalah dengan nya bos Seo Seongeun." Ucap Yoojin, "aku tak percaya, badan kecil begitu bisa menghabisi monster itu, dasar wanita aneh." Ujar Seo Seongeun emperhatikan bahu Sarang.

...

Sarang POV

"Hahh ini dimana? sial aku tak tau jalan apa hubungi Hyungseok? ah tidak dia sama miskinnya dengan ku, atau Kim Gimyung saja?" aku menelfonnya, tak butuh waktu lama ia tiba. 

"Apa yang kau lakukan disini?" tanya nya saat aku masuk, "orang gila berdada besar menculikku dan membawa ku kesini." ucap ku sementara Gimyung tertawa di samping ku, "Orang gila ya? apa namanya Seo Seongeun?" tanya nya.

"Ya itu benar." Mobil dilajukan, "dia memang gila, ayo makan bersama aku traktir apa mau makan di restoran Bigdeal? kak Sinwoo pasti senang aku membawa mu." Ucapnya, "boleh, aku penasaran."

~ ~ ~

Kami tiba disana, jalanan sepi yang banyak toko sebenarnya ini tak terlalu sepi, atau memang sedang sepi? "ayo ikut" Kim Gimyung menarik tangan ku se enak hati dia kira aku anaknya?

"Kak Sinwoo lihat siapa yang ku bawa~" ucap nya aku menatap mereka yang di dalam restoran itu, cowok itu menghentikan aktifitasnya dan membuka kacamatanya mendekati ku, "wah ini Kim Putri Sarang?! selamat datang di jalanan big deal, apa anda tertarik bergabung dengan big deal?" tanya nya penuh semangat dan aku terdiam.

"Hey lepas tangannya," Han Sinwoo menepis tanga Gimyung lalu menarik ku, "pesan apa saja yang anda mau~" berbeda dengan kak Sinwoo yang semangat, 2 pria yang tadinya duduk malah berdiri kenapa wajah mereka tegang begitu, badan nya besar dan botak satu lagi siapa ya? 

"Oh aku lupa, ini Kwon Jitae dan Rainman." Gimyung memperkenalkan mereka.

"Jitae yang botak memang agak mengerikan." Ujar Gimyung pada ku karna aku mendekatinya menatapnya lama, aku mencubit pipi nya, "aigo~ lucunya~ siapa yang mengatakan dia mengerikan?" aku memainkan kepala licin Jitae yang lucu itu kepala botaknya sangat lucu~

Author POV

"Kak Gimyung... tolong saya," ucap Jitae yang tak bergerak karna Sarang mencoba bergelantungan di tangannya itu, Gimyung menggeleng begitupun Sinwoo dan Rainman.

"Dia berbeda dari perkiraan ku..." ucap Sinwoo, Gimyung mengangkat tubuh Sarang yang bergelantungan di tangan Jitae, "sudah jangan ganggu Jitae, kau mau makan apa?" tanya Gimyung tak peduli dengan tatapan kesal dari Sarang, "apa ada jajangmyeon?"

Sarang POV

Tak lama pesanan tiba, "kalian kenapa berdiri? ayo lanjutkan makannya," ucap ku akhirnya kami makan bersama.

"Apa kau mau bergabung dengan kami?" tanya kak Sinwoo lagi, "aku tak tertarik dengan crew atau apapun itu." Aku melanjutkan makan, "sudah ku bilang." Gimyung melahap ramyeonnya.

~ ~ ~

Hari semakin gelap, ku akui Big deal memang penuh dengan romantisme seperti kata Kim Gimyung, ponsel ku berbunyi memperlihatkan pesan dari nomor tak di kenal, "datanglah cepat, atau ku habisi pacarmu."

 Aku berdiri berniat meninggalkan tempat ini , "hey mau kemana?" tanya Gimyung menahan tangan ku, "aku harus pergi!" ucapku panik, "baiklah tenang, akan ku antar ayo," kami pergi bersama, kenapa selalu ada orang yang ingin mengganggu ku dan Vasco.

Ah langit begitu gelap.

Dear My Euntae Lee (Vasco)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang