Aurora berjalan dengan kedua temannya sejajar menuju kantin, banyak yang menggoda juga banyak yang menyapa mereka dengan ramah. Selain cantik, bisa di bilang ketiga perempuan ini adalah most wanted, siapa sih yang ga kenal sama mereka?
Aurora, Jessie dan Grace.
"Mau pesen apaan?" tanya Grace, atau panggil saja G, seraya membolak balikkan menu makanan yang ada di tangannya itu.
"Gue.. orange juice sama pasta aja deh." kata Aurora lalu menopang dagunya.
"Samain aja deh, biar ga ribet." kata Jessie atau panggil saja Je atau Jess pula membuat Grace mengangguk dan menyebutkan pesanannya kepada ibu kantin.
"So, how about your virtual?" tanya Jessie dengan kekehan di akhirnya membuat Aurora mendengus.
"I mean, gimana hubungan lo sama dia?" lanjut Jessie.
"Ga gimana-gimana, but 24/7 i always think about him." jawaban Aurora mampu membuat kedua temannya menoyor kepalanya dan sang empunya hanya tertawa. "I think he's good, yea not bad lah."
"Masih suka heran aja sama lo, Aura. Yang suka sama lo disini banyak, beda sekolah juga ada, tapi malah lebih milih, Marvel cowok virtual yang kenalannya lewat dating app, are you kidding me, huh?" Grace mendengus tak mengerti dengan jalan pikiran temannya itu. "Agak gak make sense sih emang, but what's your reason?"
"Nothing." Aurora mengedikkan bahunya acuh membuat kedua temannya menepuk dahi.
"I hope your virtual doesn't play your feeling, dan gak nge-goshting lo, Aura." ucap Jessie serius.
"G, Je, I know right, gue juga gak berharap lebih sama dia sih, kayak kata kebanyakan orang, mana ada juga hubungan virtual yang bakalan langgeng."
"Itu lo tau, anjing." umpat Grace.
"Pengen aja." kata Aurora sambil menggaruk tekuknya yang tak gatal. "Ah udahlah kenapa jadi bahasin dia sih."
"Ini pesenannya cantik." ucap ibu kantin itu membuat perdebatan mereka berakhir dan mengucapkan 'terimakasih lalu menyantap makanan nya dengan diam.
"Anyway, lo terima tawaran Gavin buat balik bareng?" tanya Jessie kepada Aurora.
"Menurut kalian gimana?" tanya Aurora balik.
"Terima aja, lagian keliatan banget dia ngarep gitu pengen bisa balik bareng lo." sahut Grace.
"Bener banget anjir, G. Masa lo gak sadar gitu sih kalo, he has a crush on you, Aura." kata Jessie geregetan.
"I'm not fussy, he's so boring anyways."
"Iya-iya cuma Marvel deh yang gak 'boring'." sahut Grace malas.
"Gue gak bilang gitu loh ya." kekeh Aurora membuat Jessie tertawa keras melihat wajah Grace yang kesal.
"Hai, Aura." sapa seseorang membuat ketiga menoleh.
Grace menendang kaki Jessie dan Aurora bergantian lalu berinteraksi lewat mata dengan Jessie seraya menahan tawa membuat Aurora mendengus lalu tersenyum ramah kepada yang menyapanya itu.
"Hai, kenapa?" sapa Aurora kembali dengan ramah.
"Jadi gimana? nanti lo mau balik bareng gue ga?" tanyanya, itu Gavin.
Aurora menoleh terlebih dahulu kepada kedua temannya seakan meminta pertolongan.
"Iya, Aura nya mau kok, iya kan Ra." sahut temannya dengan cepat membuat Aurora melototkan matanya kaget.
KAMU SEDANG MEMBACA
The in Between
Teen FictionRomance series #2 warning(s) : harsh words, kissing scenes, skinship, violence sexuality, and mature theme. judul awal : Uncontrollable Feelings "May I kissed you?" "I just miss you, a lot." "I don't know what to do, I don't know how to describe wh...
