Mendorong keranjang belanjaan milik ibunya di salah satu super market di kota ini, mereka tengah mencari segala keperluan rumah, alias sekarang tengah belanja bulanan. Ini belanja bulanan kedua mereka setelah dua bulan berada di Bali. Bulan ini, bagian Marvel yang menemani ibunya untuk berbelanja. Sedangkan ketiga temannya bersama ayahnya dirumah.
"Mommy denger kamu udah punya pacar ya sekarang?" ujar ibunya seraya memasukkan beberapa sereal ke keranjang.
"Pasti dengernya dari mereka bertiga." balas Marvel membuat ibunya terkekeh kecil. "Emangnya dari siapa lagi?" ucapnya membuat Marvel cengengesan. Benar juga.
"Kapan-kapan ajak dong kerumah, mommy juga pengen tuh ketemu sama pacar kamu."
"Sebenarnya kita belum pacaran sih, Mom?"
"Why? kamu gantungin anak orang?"
"Gak gitu, Mom. Tapi sedikit lagi, bentar lagi juga aku tembak kok. Kemarin-kemarin lagi ada something, between us, jadi harus clear dulu, then now, kayanya kita udah sama-sama yakin."
Ibunya tersenyum mendengar itu seraya tangannya menggapai beberapa bumbu dapur lalu memasukkannya kembali kedalam keranjang belanjaan. "Who's her name?"
"Princessa Aurora."
"Hows beautiful name? oh really? pasti rupanya jauh lebih cantik daripada namanya, am i right?"
"Yes you are. Namanya Princessa Aurora, hidupnya bener-bener kayak princess, her name is so beautiful, yes i know. She's beautiful, not as beautiful as you, but she has her own standard of beauty, she's beautiful inside and outside, she's a kind person, I don't know how to describe her, because every time I want to describe her, I can't. She's out of words, she can't be described. Because she can't be described with words, she's more than just words, really.
Ia terkekeh sejenak membayangkan wajah cantik Aurora. Menarik napasnya sejenak sebelum menatap ibunya kembali. "Many beautiful girl in this world, emang banyak banget, tapi alasan aku bisa suka sama Aurora yang paling utama, ya because she is Princessa Aurora not anyone else. Everytime I see her, I love her, over and over again, kinda cringe to hear that ya Mom? but I really am. Aku pernah nyakitin dia banget Mom, and I won't do the same thing, again. Because I don't want to lose her anymore."
Wanita itu merentangkan tangannya membuat Marvel terkekeh kecil lalu masuk kedalam dekapan ibunya. Ia mengecup kepala itu dengan sayang.
"Tapi aku tetep sayang sama Mommy, more than anything, you're my first love, you know." ucapnya kembali membuat wanita itu mengangguk lalu mengelus puncak kepala anak laki-laki satu-satunya itu dengan sayang.
"I know that, son. Kamu pasti sayang banget ya sama Aurora? keliatan banget dari cara kamu to try describe about her. Jangan buat dia sakit lagi kalo gitu, okay? I don't know what you did with her before, but remember this, every time you try to break her heart, you break mine too, because I'm a woman too, and I know how that feels, you understand what I mean, right?"
"Yes Mommy, I understand. Dan aku gak bakal buat dia sedih lagi. I promise."
"Promise to yourself, okay."
"Ay ay captain."
"Mommy mau ke bagian seafood dulu, kamu cari aja apa yang mau kamu beli, nanti kita ketemu di kasir, alright?"
"Yes, mom."
Wanita itu, ibu dari Marvel atau bisa kita sebut saja namanya Dennise. Berjalan santai dengan gaya elegannya, menuju tempat stan seafood seraya memilah-milah apa saja yang akan Ia beli.
"Aduh, tante. Maaf tante, aku beneran gak sengaja." ucap gadis itu seraya meminta maaf karena telah menabrak bahu Dennise. Wanita itu hanya tersenyum lalu memegang bahu gadis itu dengan senyum.
"It's okay, darling. I'm okay." ucapnya membuat gadis itu tersenyum.
"Tante mau beli apa?"
"Ah iya, kayanya salmon, shrimp, crabs, cumi-cumi, deh sayang, buat stok. Tante lagi belanja bulanan. Kalo kamu? sendirian?"
"Ah enggak tante, aku sama mommy and daddy, their told me to buy sum snack, eh malah nyasar kesini." kekehnya kecil membuat Dennise ikut terkekeh mendengarnya. "Kalo tante? sendirian?" tanyanya kembali, seraya berjalan berdampingan.
Gadis itu membantu Dennise memilah apa saja yang ingin Ia beli tadi. "Tante sama anak tante, sayang. Dia juga kayak kamu, lagi beli snack tuh."
"Eh dia kesini."
Mereka sama-sama menoleh. Mata gadis itu melotot kaget dengan mulut yang menganga sedikit, lalu menoleh kembali menatap wanita di hadapannya ini yang sedang melihat ke arah anaknya itu. "Mom, you already met her. The beautiful girl I told you few minutes ago is here. Ra, ini Mommy aku. Mom, kenalin, ini Aurora, calon menantu Mommy." ujarnya diselingi kekehan di akhir membuat Dennise sedikit shock tapi raut wajahnya langsung terganti dengan senyuman yang sangat lebar.
"Oh my goddess, ga nyangka bakal ketemu secepet ini sama kamu, sayang." ujar Dennise.
"Tante, kenalin aku Aurora, My friends and Marvel called me Aura. Sorry for my mistakes before ya tante."
"Ah biasa aja tau. Pacar kamu cantik banget loh? sopan lagi. Aura, kok kamu mau sama Marvel?"
"Mom, aku gak sejelek itu kali." ujar Marvel dengan nada jengkel membuat mereka berdua tertawa.
"Marvel nya maksa, tante." balas Aurora bergurau.
"Aura sayang, kok gitu sih?" ucap Marvel dengan raut wajah masamnya membuat Dennise tertawa.
"Emang anaknya pemaksa, kamu harus banyakin sabar ya, Ra." katanya begitu membuat Aurora mengangguk saja di rangkulan Marvel. Memang dasar anaknya physical touch, kalau di dekat Aurora bawaannya ingin dekat-dekat saja. "Ini sekilo-sekilo ya." ucap Dennise pada penjaga stan seafoods itu.
"Eh mommy chat nyariin aku nih." bisiknya pada Marvel. "Aku ke kasir duluan, ya?" katanya lagi.
"Barengan aja, bentar lagi Mommy udahan kok. Gakpapa?"
"Okay kalo gitu, tapi temenin nanti sebelum itu ke yogurt ya, aku pengen beli."
"Oke sayang nya aku."
"Udah yuk. Kamu mau langsung ke kasir juga, Aura?"
"Iya tante. Mommy udah cariin juga."
"Yaudah yuk. Sekalian deh kenalan sama calon besan." balas Dennise seraya mengedipkan sebelah matanya ke arah Marvel membuat lelaki itu salah tingkah, sama seperti Aurora yang tengah menahan kedutan senyuman di wajahnya yang sudah memerah bak kepiting rebus.
The in Between
double part for today🤸🏻♀️🤸🏻♀️🤸🏻♀️
see u later ⏰🥨
KAMU SEDANG MEMBACA
The in Between
Teen FictionRomance series #2 warning(s) : harsh words, kissing scenes, skinship, violence sexuality, and mature theme. judul awal : Uncontrollable Feelings "May I kissed you?" "I just miss you, a lot." "I don't know what to do, I don't know how to describe wh...
