"This is my first time." ujar Aurora takut-takut.
"Me too, sayang." balas Marvel dengan tengan seraya mengelus kepala itu dengan sayang.
"Be gentle, do it slowly."
"I know this can hurt you, but i promise you it won't be a long, baby."
Aurora menganggukkan kepalanya lalu mengalungkan kedua tangannya pada leher Marvel. Mereka menyesap satu sama lain, ciuman itu lebih terasa sekarang, dengan suasana yang sangat mendukung, mereka berdua sangat menikmatinya.
Marvel membuka bungkus pengaman itu dan memakainya, Ia mengarahkan benda itu tepat di milik Aurora dengan perlahan.
"Aw, it's so hurt." ucap Aurora dengan napas yang berderu kencang membuat Marvel berhenti sejenak lalu mengelus pelan pipi Aurora. "It's okay, don't stop, V."
Marvel menarik tekuk Aurora dan menciumnya kembali dengan lembut sembari Ia dengan sekali hentakan memasukkan benda panjang itu kedalam Aurora, lalu mengelus pipi perempuan di bawahnya ini dengan lembut setelah pangutan mereka terlepas karena Aurora dan digantikan dengan desahan panjang nya. "Oh, shit. Punya kamu besar banget deh." katanya saat mereka saling tatap membuat Marvel terkekeh lalu mulai menggerakkannya.
"Gerakin, sayang."
Aurora menggerakkan pinggulnya bersamaan dengan Marvel yang terus memaju mundurkan badannya. Aurora mencengkram rambut Marvel dengan desahan yang tak henti keluar dari mulutnya. Nikmat, satu kata yang tepat untuk menggambarkan posisinya saat ini.
Aurora mencengkram bahu Marvel menyalurkan rasa nikmatnya. Matanya memejam mendongak ke atas dengan mulut terbuka yang mengeluarkan desahan demi desahan. Membuat Marvel di atasnya tambah bergairah dan menambah tempo perggerakannya.
"Marvel."
"Yes, moan my name, sayang."
"Marvel, aaah... I wanna cum, sayang."
"Bentar sayang, bentar lagi." dengan terengah-engah Marvel menjawab, ruangan ini sudah di penuhi oleh suara desahan laknat dari kedua insan ini. "Now."
Setelah mengeluarkan cairannya Aurora sangat lemas. Tapi semenit kemudian mereka bertukar posisi menjadi Aurora yang memimpin permainan pada pagi ini, menggerakkan pinggulnya maju mundur dengan tangan Marvel yang meremas bokongnya dan memasukkan buah dada Aurora kedalam mulutnya. Mengecup, menghisap, memberi tanda, membuat kegiatan ini makin memanas.
"Oh, you drive me crazy, V." ujar Aurora menggila akibat guncangan Marvel pada tubuhnya beserta remasan pada gundukannya dan bokongnya. "I'm crazy over you, Ra."
Setelah di sofa tadi, mereka pindah ke kamar Aurora dan berakhir tertidur pulas akibat kelelahan. Jam menunjukkan pukul dua belas siang, Aurora tidur dengan membelakangi tubuh Marvel yang tengah memeluk dadanya dengan selimut tebal yang menutupi tubuh mereka.
Marvel membuka matanya perlahan lalu menatap punggung Aurora di depannya membuat senyumnya lagi-lagi mengembang. Ia kecup bahu dan leher itu bergantian seraya mengelus tangannya membuat Aurora sedikit terganggu dalam tidurnya.
"Sayang, it's time to lunch. Kamu belum sarapan tadi."
Aurora menguap lalu membalikkan badannya menghadap Marvel lalu menyembunyikan wajahnya pada dada lelaki itu seraya memeluk perutnya dengan nyaman. "Give me a minute. I'm so tired."
Marvel terkekeh kecil menanggapinya. "Kita siap-siap, lunch di luar aja ya. Aku mau ajak kamu jalan-jalan keliling, Bali."
Aurora membuka matanya dengan berat hati. Marvel mengecup bibir itu dengan lembut lalu mengelus pipi perempuannya itu dengan lembut seraya menyingkirkan anak rambut ke arah telinga.
"You are the prettiest i've ever seen. I swear."
Aurora tersenyum mendengarnya. "You are the sweetest, huh."
"Okay let's take a bath." ujar Marvel setelah mengecup kedua pipi Aurora bergantian membuat sang empunya mendelik.
"No, no, no. Mandi sendiri-sendiri." ucapnya seraya menutupi tubuhnya dengan selimut.
"Ayolah sayang, berdua aja biar cepet gitu."
"Enggak, yang ada bukan mandi."
"I promise you, cuma mandi no more."
"You're a fucking liar, sayang. I don't trust you for once."
"Oh God, please lemme help you."
"Aku bisa mandi sendiri, wle." Aurora menjulurkan lidahnya lalu bangun dari tempat tidur dengan selimut yang masih melilit tubuhnya.
"Gausah di tutupin juga aku dah liat semuanya, sayang." Marvel berkata dengan nada menggoda mampu membuat wajah Aurora memerah lalu melemparkan selimut yang Ia pakai ke wajah Marvel dan dengan cepat masuk kedalam kamar mandi membuat Marvel kaget lalu tak lama tertawa keras.
"Cepetan ya! kalo gak aku dobrak pintunya."
"Uh takut, serem banget deh lo." balas Aurora dari dalam membuat Marvel tersenyum.
"You are mine, Ra. And no one can have you except me."
The in Between
Kini, mereka tengah duduk di sofa sembari menonton series Stranger Things melalui Netflix. Aura mengambil mug merah muda kesukaannya itu yang telah berisi hot chocolate. Ia menyesapnya dengan mata yang kini masih fokus memandang televisi.
"Aura, I'm so sorry." ujar Marvel tiba-tiba membuat Aurora refleks menolehkan kepalanya ke arah Marvel sembari mengerutkan keningnya dengan bingung.
Marvel menjeda film mereka terlebih dahulu. "What?" ucap Aurora pelan.
"Buat tadi, aku ga seharusnya terbawa suasana. Aku bener-bener ngehancurin hati kamu banget ya?" Marvel berkata sangat hati-hati membuat Aurora tersenyum kecil lalu meletakkan mug nya terlebih dahulu ke atas meja kembali.
"It's okay, V. Sama-sama mau, right? jangan ngerasa bersalah gitu. Aku juga salah karena terbawa suasana, yang seharusnya sebates kissing kita berhenti tapi malah lanjut kaya gitu. Mungkin aku juga yang mancing."
"Nope, baby. Aku aja yang hilang akal tadi, tapi aku janji gak bakal ngulangin itu lagi, Seriously. Maaf ya."
"Aku juga minta maaf ya."
"Sayang, jangan minta maaf juga. Kamu maafin aku gak? ini aku beneran panik."
"Iya, V." ucap Aurora seraya tertawa kecil.
"Thank you, sayang."
Setelahnya Marvel menarik tubuh mungil itu untuk masuk ke dakam dekapannya membuat Aurora tersenyum. Sungguh, tidak ada pelukan yang lebih nyaman, selain pelukan Marvel. Marvel selalu bisa meluluhkan hatinya, Marvel yang selalu bisa membuatnya jatuh cinta untuk kesekian kalinya, dan hanya Marvel lah yang akan selalu menjadi cintanya sampai kapanpun.
Dan untuk harapannya sekarang, Marvel akan selalu sama seperti saat ini sampai kapanpun.
The in Between
hello, guys!
udah lama banget nih tidak berjumpa yah WKWKWK
siapa yang kangen Marvel-Aurora👫
let's comment 😆
KAMU SEDANG MEMBACA
The in Between
Teen FictionRomance series #2 warning(s) : harsh words, kissing scenes, skinship, violence sexuality, and mature theme. judul awal : Uncontrollable Feelings "May I kissed you?" "I just miss you, a lot." "I don't know what to do, I don't know how to describe wh...
