Hari berganti hari, kini sampailah pada pengunjung minggu, hari jumat, akhir pekan pun tiba. Pulang sekolah hari ini masih sama seperti hari kemarin, hampa. Tapi lebih merasa baik dari sebelumnya juga.
Aurora menghempaskan tubuhnya ke ranjang setelah melepaskan sepatu juga menaruh tasnya di atas meja belajar, mengambil handphone di saku bajunya dan membuka aplikasi Line. Banyak notifikasi yang mengirim pesan kepadanya tapi yang ia cari, yang ia tunggu akan kembali, yang membuat dirinya merasakan sepi, sakit hati, dan tetap mempunyai tempat di hatinya, tak ada.
Ia taruh handphone nya di sisi tubuhnya dan menatap langit-langit kamarnya dengan kosong. Seakan-akan semua pikiran, jiwanya telah di renggut oleh manusia yang bahkan tak pernah ia lihat, sentuh, dan ajak berbicara secara langsung.
Ingatkan kepada Aura jika bertemu dengan laki-laki itu, dorong dia dan buatlah dia jatuh.
"Jatuh ke pelukan gue." sahutnya tanpa sadar.
"Emang segede itu ya efek yang lo kasih ke gue, V. Sampe-sampe gue selalu inget dan sedih terus karena lo." ucapnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya yang terasa berat.
"Pusing gue lama-lama mikirin nya."
"Ini udah mau dua minggu loh, besok gue ada house party, ok let's forget you for a while."
"Anyways enaknya pake dress atau skirt gitu ya, jadi bingung." katanya lagi sambil mengetukkan jarinya di dagu.
Aurora membuka lemarinya dan mulai memilah-milah, apa yang akan ia pakai untuk party nya besok.
"I want to be a barbie and i will find my ken tomorrow."
"Oke that's good, so pretty, i'll wear this skirt and top."
Pilihannya jatuh kepada tanktop pink yang hanya menutup dadanya dan sejengkal dari dadanya lalu dengan rok warna senada. Lalu ia beralih ke lemari tas dan sepatunya, dia mengambil high heels pink dan hand bag prada kesayangan nya.
"Barbie girl, ready to looking for her ken." serunya sambil mengibaskan rambutnya ke belakang dengan senyuman menghiasi wajah cantiknya.
...
"It's not that easy to forget you and find someone new, better than you or not, but tonight i will forget you for a while, i'm pretty sure." ucapnya yakin seraya bercermin melihatkan outfitnya yang telah terpasang rapi di tubuhnya dan dengan riasan di wajahnya.
Mengambil handphone nya Aurora melakukan mirror selfie sebelum turun ke bawah untuk menunggu temannya menjemput.
"Are you ready?" ujar Jessie di atas mobil nya.
"Have fun, girls!" teriak ibu Aura yang baru saja keluar dengan ayahnya membuat Aura menoleh lalu tersenyum.
"Inget, no drunk, no drugs, no sex!" ujar ayahnya membuat Aura mengangguk lalu menghampiri kedua temannya dan masuk kedalam mobil.
"Bye, aunty and uncle!"
"Bye, mom, dad!"
"Bye, honey!"
Jessie langsung saja mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh karena jalanan sudah lenggang membuat mereka merasakan bahagia hanya karena kebut-kebutan di jalan, walaupun resiko besar nan berbahaya yang telah diketahui akan menanti.
Grace menoleh ke belakang untuk melihat tampilan Aurora lalu membuatnya berdecak kagum dan menghadap ke depan kembali.
"Modelan kayak Aura aja masih bisa disakitin ya, Je. Makanya ada juga untung gue fwb doang sama si, Nyoman Tresna kesayangan." ujar Grace seraya terkikik di akhir.
"Mau aja lagi si Nyoman diajakin lo fwban mulu." balas Jessie seraya memutar bola matanya malas.
"Gak ada bedanya lo sama gue, G. Sok-sokan nasihatin gue terus, lagi." dengus Aurora setengah kesal dengan Grace yang memang sudah setengah tahun ini melakukan hubungan friend with benefit dengan Nyoman Tresna, anak sma Kartika yang satu tahun di atas mereka.
"Kenalnya lewat club lagi." tambah Jessie membenarkan.
"Yang penting gue gak pernah nangis aja sih, wle." menjulurkan lidah mengejek kearah dua temannya membuat kedua temannya mendengus sebal. "Dan lagian ya, hubungan yang kenal dari club itu bahkan bisa jauh lebih awet, buktinya gue? you can see me, guys, half years with that boy."
"Alright, perkataan lo satu itu bisa kita terima, asal gak mengarah ke toxic sampe punya scandal." ucap Aurora galak.
"Iya jangan sampe deh ya, ada Audy kedua di sekolah, ya walaupun banyak yang kayak dia tapi gak ketauan, lo gak boleh kayak gitu." ucap Jessie pula membuat Grace mengangguk.
"Calm, gue gak bisa di bego-begoin Nyoman."
"Iya yang ada Nyoman yang di begoin sama lo." ujar kedua temannya bersamaan mengundang tawa kencang dari Grace.
"Hts jaya jaya jaya." ujar Jessie setelahnya.
"Bukannya lo udah gak lagi sama si Gede Ardika?" ucap Aurora aneh.
"Iya orang Gede udah punya cewe kan sekarang?" Grace membenarkan pula membuat Jessie berdecak malas.
Gede Ardika, Laki-laki Bali yang di temui Jessie pada saat kelas sepuluh, lelaki cukup famous yang membuat namanya tak asing bila di dengar, cukup banyak koneksi bisa sampai mengenal Jessie dan teman-temannya, walaupun mereka berbeda sekolah.
Lebih tepatnya mereka bertemu saat ada acara pensi di sekolah.
"Ya lagian htsan gue gak cuma Ardika kali, yakali. Lagian mau dia punya cewe kek, abis hts itu yaudah selesai bukannya malah jadian."
Sontak Aurora dan Grace tertawa terbahak-bahak mendengarnya lalu tak lama Jessie ikut tertawa pula menanggapinya.
Anyways, mereka ini bukan perempuan asli Bali, jangan aneh jika nama mereka tak ada marga ataupun semacamnya.
Aurora ini campuran, Ayahnya Amerika, Ibunya Italy, bertemu saat keduanya duduk di bangku kuliah di salah satu universitas di Boston, USA. Pindah ke Indonesia karena salah satu lain hal, seperti pekerjaan contohnya. Mereka sudah lama berada di Bali, sejak Aurora bersekolah dasar.
Sedangkan Jessie, dia pindahan dari Jakarta. Saat dia bersekolah menengah pertama, dan yang terakhir Grace, dia memang tinggal di Bali tapi bukan orang Bali asli, hanya besar disana saja, dan tidak beragama Hindu ataupun Budha pula.
Mereka bertiga, Nasrani.
...
cukup kali ya mengenal Aurora dan kedua bestie nya ini, so gimana sama chapter kali ini? makin penasaran sama kelanjutannya gimana, gak?
anyways vote nya menurun lagi, tapi aku mau update part ini karena beberapa komen dari readers aku ini yg gemes bgt menurut aku, kalian selalu nungguin cerita ini update dan ga bosen-bosen buat kasih support ke aku 💓💓
so, don't forget to vote and leave some comments ya, ilysm babes 🫶🏻‼️
KAMU SEDANG MEMBACA
The in Between
Teen FictionRomance series #2 warning(s) : harsh words, kissing scenes, skinship, violence sexuality, and mature theme. judul awal : Uncontrollable Feelings "May I kissed you?" "I just miss you, a lot." "I don't know what to do, I don't know how to describe wh...
