19. New life will begin

1K 59 11
                                        

Memakai seragam dengan lengkap setelah itu mereka keluar dari kamar secara bersamaan dan berjalan beriringan menuju lantai bawah untuk menuju ke ruang makan karena akan sarapan bersama dan menuju ke sekolah baru, setelahnya.

"A new life will begin, bro." ucap Marvel seraya meregangkan otot-ototnya. Diikuti teman-temannya yang ikut-ikutan, meloncat sana-sini.

"Cepetan sini, sarapan. Jangan kebanyakan gaya." intrupsi dari ibunya membuat mereka mengalihkan pandangan lalu terkekeh kecil dan meghampiri meja makan dan duduk bersebelahan.

"Makan yang banyak ya, anak-anak mommy."

"Jangan buat masalah di first day of school, son." peringat Ayahnya membuat mereka mengangguk mantap seraya mengunyah roti di dalam mulut.

"SIAP!"

The in Between

Sesampainya mereka di sekolah, turun dari satu mobil yang sama, untuk saat ini. Karena mobil ketiga teman Marvel belum sampai di Bali. Oke next.
Mereka berjalan berdampingan dengan, wajah datar, seragam sedikit berantakan tapi tetap menaati peraturan seragam sekolah, karena hari pertama.

Banyak pasang mata yang melihat kearah mereka dengan penasaran, dengan pandangan memuji dan ada juga yang terang-terangan berkata dengan kagum dengan ketampanan yang memang mereka miliki.

"Sorry, principal's office, dimana ya?" tanya Marvel ke salah satu siswa laki-laki yang mereka temui di dekat sana.

"Anak baru?" katanya membuat mereka mengangguk. "Kenalin, gue Karrel." katanya seraya mengulurkan tangan membuat Marvel lagsung menyambutnya dengan shake hand ala lelaki. Begitu pula dengan Raihan, Kayden dan Melvin yang mengikutinya. "Kalian pindahan darimana, by the way?"

"Jakarta Selatan."

"Wah, gak nyangka ketemu anak Jaksel." katanya membuat mereka tertawa. "Bisa aja lo, gak ada bedanya lah sama Bali."

"Yaudah deh gue anter dulu buru ke ruangannya. Kali aja sekelas kita, ye kan."

"Bisa jadi, bisa jadi." ucap Raihan.

"Kalo sekelas, lo jadi tour guide kita ya." kata Kayden dengan sok kenal sok dekatnya merangkul bahu Karrel.

"Iya secara lo kan temen pertama kita, nih." sahut Melvin pula membuatnya mengangguk.

"Gampang itu mah. Nih ruangannya, gue tinggal dulu ya. Udah bel nih."

"Okay thanks, ya bro."

Mereka berempat memasuki ruangan kepala sekolah setelah dipersilahkan untuk masuk. Setelah berbincang-bincang, mereka akhirnya keluar dari ruangan itu bersama dengan kepala sekolah untuk di antar ke kelas. Mereka masuk ke kelas, IPS. Karena memang mereka memiliki minat disana.

"Well, this is your class, social one."

"Miss." panggilnya kepada guru yang sedang mengajar untuk keluar. "Ini murid baru yang saya maksud, empat orang. Masuk ke kelas ini ya, tolong di bimbing." katanya membuat guru itu mengangguk.

"Hai, guys. Welcome to our school, ayo masuk, perkenalkan diri kalian ke teman-teman yang lain."

"Thank you, Mister." ucap mereka kepada kepala sekolah dan Ia berlalu darisana setelahnya. Mereka memasuki kelas dengan santai mengikuti guru itu yang berada di depan.

Teriakan histeris perempuan mengalun indah di telinga mereka. Dengan senyum menyebalkannya Raihan, Kayden dan Melvin tebar pesona kepada mereka semua. Sedangkan Marvel hanya diam sembari menatap ketiga temannya jengkel.

The in Between Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang