18. Hello, Bali

1.1K 60 10
                                        

Setelah mendarat beberapa menit yang lalu di bandara, mereka ; Marvel, kedua orang tua Marvel dan juga ketiga sahabatnya, Raihan, Kayden dan Melvin, juga ikut pindah ke Bali. Mereka memang tidak bisa di pisahkan.

Mereka berjalan sembari menarik koper menuju mobil untuk segera kerumah. Sementara, Raihan, Kayden dan Melvin tinggal di rumah Marvel atas persetujuan kedua orang tua Marvel tentunya. Karena sebenarnya orang tua Marvel dan orang tua mereka juga berteman baik.

Awalnya mereka ingin tinggal di Apartment saja atau beli rumah, tapi orang tua Marvel berkata jika mereka bisa tinggal bersama.

"Kalian tinggal dirumah, mommy sama papi aja. It's okay, kita gak keberatan kok. Lagian, kalian kan udah sahabatan dari kecil, jangan lebay deh."

"Tante mommy mah emang terbaik." kata mereka sembari mengacungkan kedua jempol.

"Gue enggak?" ucap Ayah Marvel membuat mereka tertawa. "Om papi juga terbaik, love banget lah."

"Good boy. Kalo gak bilang baik tadi, gak gue kasih makan."

"Ih si papi, gue-lo segala. Jangan berasa muda terus deh di depan anak-anak."

"Denger tuh, pi. Inget umur." ucap Marvel membuatnya mendengus.

Ayah dan ibu Marvel memang gaul, mereka lebih membebaskan anaknya untuk melakukan apa saja, meng-explore apa saja, selagi bisa bertanggung jawab dengan apa yang dilakukan, it's not a big deal. Mereka minum bersama, pernah. Marvel dan ayahnya menghisap rokok bersama, juga sering. Karena mereka tidak mau Marvel menjadi anak yang pembangkang dan tukang bohong, seperti kebanyakan anak yang di kekang oleh kedua orang tuanya. Tapi tetap dengan batasannya.

"HELLO, BALI!" teriak mereka berempat dengan serempak lalu tertawa bersama setelahnya.

"Akhirnya jadi kenyataan, Bali, bule, Beach, club, I'm here!" ucap Raihan seraya menyugar rambutnya ke belakang.

"Sore ini kita harus ke pantai nih, bule-bule pasti banyak banget." sahut Kayden pula. "Pake bikini, cuy." lanjutnya membuat Marvel memukul kepala Kayden dengan kencang.

"Otak lu, tolol."

"Wait, gue jadi inget sesuatu deh." perkataan Melvin membuat kegiatan mereka yang baru saja ingin masuk kedalam kamar masing-masing terhenti.

"Kenapa?" tanya ketiganya serempak.

"Bukannya cewek virtual lo yang waktu itu orang Bali?"

Jantung Marvel mendadak berdetak dengan kencang dengan tatapan ketiga temannya beserta anggukan setuju. "Iya." katanya dengan pelan.

"Lo gak ada niatan buat deketin dia lagi?" tanya Raihan hati-hati.

"Iya, sekarang kan udah deket tuh." Kayden berujar seraya merangkul bahu Marvel sembari menepuknya dua kali. "Kenapa, muka lo?"

"Takut?"

"Gue gak tau. Gue juga gak yakin dia bisa nerima gue lagi after everything between us. You know guys, gue sejahat itu ninggalin dia berkali-kali, dan dia dengan baik dan sabarnya selalu nerima gue, as always."

"Terus lo nyerah gitu aja?" tanya Melvin sarkastik. "Yakali, bro. Bukan lo banget, dah."

"Kita tau kali kalo lo suka beneran sama tu cewek, gak cuma buat mainin dia doang." sahut Raihan pula.

"Keliatan, Vel. Lo suka sama dia, tapi lo gak sadar dan masih mentingin ego brengsek lo itu. And now, it's time to fix it." kata Kayden ikut menyetujui omongan kedua temannya.

Marvel menatap mereka bergantian. "Serem kalo lu pada udah kayak orang bener gini, setan Bali apa yang baru aja ngerasukin lu semua, huh."

"Tai anjing, Marvel."

"Sialan lo!"

"Kejar!"

Berkejar-kejaran setelah menaruh asal koper di lantai, mereka saling mengejar mengelilingi rumah besar ini, yang mungkin bisa dikatakan mansion. Dan tentang Marvel dan Aurora? memang mungkin mereka di takdirkan bersama untuk saat ini, ada saja takdir yang mengantarkan mereka untuk bertemu, tanpa direncanakan.

Jika Marvel memang ingin kembali mendekati Aurora mungkin usaha yang keras akan Ia kerahkan untuk kali ini, karena Aurora sekarang bukanlah yang dulu, Ia tidak akan semudah itu untuk didekati kembali oleh Marvel. Begitu sih katanya Aurora.

Tidak tahu jika sudah berhadapan dengan Marvel secara langsung. Berubah pikiran, mungkin.

Masih hanya mungkin, karena tidak tau Marvel akan mendekati Aurora kembali atau tidak.

The in Between

pemanasan, segini dulu cukup yaaa wkwk
see you on the next chapter⁉️

vote nya banyak, up nya pasti cepet deh😁

The in Between Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang