Part 1
"mandi sana ji,"ucap Yuri sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.
"males ah udah malem,"
"aku bikinin makanan deh, tadi pas di mobil bilang laper kan,"
Jihoon mengangguk dan masih setia berbaring di sofa.
"yaudah aku mandi,"ucap Jihoon pasrah dan berjalan menuju kamar mandi.
Karena hidangan di acara reuni hanya cukup untuk mengganjal perut, Yuri berinisiatif membuat pasta dan pangsit isi.
Sudah lima belas menit Yuri berkutat dengan peralatan masak, akhinya Yuri menghidangkan dua porsi pasta dan satu piring berisi pangsit.
Sembari menunggu Jihoon selesai mandi, Yuri mencuci peralatan masak tadi.
"eh?,"ucap Yuri saat ada tangan kekar melingkar di pinggangnya.
"makan sana,"Yuri.
"mau bareng kamu,"
Yuri mencuci tangannya sambil menahan geli karena Jihoon mendusel di lehernya.
Yuri menyingkirkan tangan Jihoon dan berbalik menghadap Jihoon.
Jihoon mengunci pergerakan Yuri dengan meletakkan kedua tangannya di meja dapur.
Matanya menatap setiap inchi wajah Yuri, yang di tatap terlihat biasa saja(padahal jantungnya lagi dugem). Pandangan Jihoon berakhir di bibir Yuri.
Jihoon menarik bibirnya kedalam, Yuri yang tahu apa keinginan Jihoon pun mencium terlebih dahulu bibir Jihoon. Hanya sekilas.
Jihoon tersenyum dan kembali menyatukan bibirnya ke bibir Yuri. Melumatnya dengan lembut tanpa nafsu, namun dengan jahilnya Jihoon menggigit bibir Yuri dengan gemas. Tangan Yuri sudah melingkar indah di leher Jihoon. Tangan kiri Jihoon di pinggang Yuri dan mengelusnya, hingga Yuri merasa seperti tersengat. Tangan kanan Jihoon di pipi Yuri dan mengelusnya dengan lembut. Mereka saling melepas tautan karena Yuri sudah memukul dada Jihoon yang tandanya sudah kehabisan nafas.
Jihoon mengecup bibir Yuri sekilas dan mengusak rambutnya.
"kok digigit, sakit,"keluh Yuri.
"ya maaf, gemes banget sama kamu,"ucap Jihoon sambil mengecup kening Yuri.
"udah nanti aku obatin, sekarang mam dulu,"
Skip~
Yuri menarik selimut dan menatap dinding langit - langit. Tiba - tiba saja Yuri merasa cemas tidak karuan, pikirannya tidak ingin beristirahat, matanya tidak mau menutup. Dua hari lagi Jihoon akan kembali ke Amerika. Ia mencemaskan sesuatu yang mungkin terjadi, apa hal yang pernah ia lalui akan terulang kembali.
Yuri berdecak dan menarik selimut hingga kepalanya.
Bulan sudah digantikan oleh matahari, Yuri terbangun karena sesuatu yang menganggunya. Ia merasakan deru nafas menerpa lehernya.
"emm,"Yuri tersenyum ketika menyentuh tangan kekar di perutnya.
Yuri membalikkan badannya dan tersenyum. Tangannya tergerak menyingkirkan poni yang menutupi dahi Jihoon.
Jadi, semalam Yuri menginap di rumah Jihoon. Yuri tidur dikamar tsmu, Tapi, ya tengah malam Jihoon menyelinap masuk ke kamar tamu dan tidur disamping Yuri.
Yuri menoel - noel pipi Jihoon agar segera bangun. Dasarnya Jihoon kebo ya digituin nggak bakalan bangun.
"huh dasar kebo,"ucap Yuri sambil mengecup pipi Jihoon.
KAMU SEDANG MEMBACA
LONG LOVE WITH PARK JIHOON
Teen Fiction"aku nggak mau putus sama kamu ji, apapun alasannya. Aku sayang sama kamu,"ucap Yuri
